Detik-detik Tubuh Didi Diterkam dan Diseret Buaya hingga Tewas, Berawal Bersihkan Badan di Parit

Kompas.com - 06/10/2021, 13:24 WIB

KOMPAS.com - Seorang pemuda bernama Didi Apriyanto (23), diterkam dan diseret buaya saat sedang membersihkan badan di parit di Desa Sungai Nyiur, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Minggu (3/10/2021).

Kapolres Inhil AKBP Dian Setiawan mengatakan, kejadian berawal saat korban pergi mencari cacing laut atau pumpun untuk umpan pancing.

Setelah mencari cacing, sambungnya, korban membersihkan badannnya di parit di lokasi kejadian.

"Pada saat korban sedang membersihkan badannya, tiba-tiba buaya menerkam dan menyeret korban ke dalam air," kata Dian dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Detik-detik Tubuh Kusnadi Diterkam Buaya Saat Sedang Mandi di Sungai, Korban Selamat Setelah Ditolong Istrinya

Setelah kejadian itu, pihaknya bersama dengan TNI, warga serta dibantu pihak perusaan mencari korban.

Setelah dilakukan pencarian, Senin (4/10/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, jasad korban ditemukan di Parit 2 Dusun Kampung Baru, Desa Sungai Nyiur, tidak jauh dari lokasi korban diterkam.

Baca juga: Pemuda Cari Cacing Tiba-tiba Diterkam dan Diseret Buaya di Parit Desa

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal. Namun tubuhnya masih utuh, hanya saja terdapat beberapa luka bekas gigitan buaya.

"Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan ditemukan beberapa bekas gigitan buaya," ujarnya.

Baca juga: Detik-detik 2 Petugas Tol Tewas Dalam Kecelakaan Beruntun Saat Bantu Truk untuk Ganti Ban

Setelah itu, jasad korban langsung dibawa menggunakan speed boat menuju rumah orangtuanya di Kelurahn Rantau Panjang, Inhil, untuk dimakamkan.

Agar kejadian serupa tak terjadi, Dian pun mengimbau warga untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di pinggir sungai.

"Warga kita imbau tetap waspada saat beraktivitas di pinggir sungai," pungkas Dian.

Baca juga: Pencari Daun Nipah Tewas Diterkam Buaya, Begini Kronologinya

 

(Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung | Editor : Aprillia Ika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Regional
Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Regional
Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Regional
Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Regional
Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Regional
Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Regional
Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Regional
Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Regional
Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.