Tiga Pemuda Racik Tembakau Sintetis Sejak Usia 17 Tahun, Digerebek Polisi di Bandung

Kompas.com - 05/10/2021, 20:31 WIB
Polres Bogor, Jawa Barat, sedang menunjukkan tiga tersangka setelah terbukti memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis sejak usia 17 tahun di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPolres Bogor, Jawa Barat, sedang menunjukkan tiga tersangka setelah terbukti memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis sejak usia 17 tahun di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Polres Bogor, Jawa Barat, menangkap tiga pemuda saat penggerebekan rumah kontrakan yang memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di wilayah Kota Bandung.

Polisi menyebut, tiga tersangka berinisial RAN (19), WZ (19) dan MAP (19) ini sudah dua tahun atau saat usia 17 tahun memproduksi serta memasarkan barang haram tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan pengembangan dari jaringan home industry tembakau sintetis lintas provinsi.

Baca juga: Terlibat Kasus Narkotika, Tiga Peracik Tembakau Sintetis Ditangkap di Bandung

"Dari hasil pengungkapan ini kami berhasil mengamankan barang bukti berupa bahan baku atau biang tembakau sintetis seberat 286,86 gram, dan juga 10 kilogram tembakau sintetis beserta sejumlah alat produksinya," kata Harun saat konferensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (5/10/2021).

Jumlah barang bukti yang diamankan tersebut sudah siap edar di beberapa wilayah seperti Bogor, Cianjur, Depok, Bintaro, Jakarta Barat, dan Kota Bandung.

Menurut Harun, tiga pemuda ini mendapat dan memasarkan barang haram tersebut melalui media sosial Instagram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Harun menyebut, produk tembakau sintetis yang dipasarkan diberi merk Infinite. Adapun cara memasarkan barang haram itu melalui Instagram dan dikirim lewat jasa kurir.

Untuk mengelabui petugas, para pemuda ini mengirimkan narkotika itu dengan cara diselipkan di paket pengiriman makanan dan di dalam alat elektronik, dan kemasan kopi atau produk tertentu.

Baca juga: Pembuat Tembakau Sintetis di Tangsel Belajar Ototidak, Bahan Baku dari Luar Negeri

"Pembelian (bahan) dan penjualan  menggunakan medsos Instagram. Uniknya ini cara mengirimkannya diselipkan ke dalam pakaian yang sudah dikemas sedemikian rupa," ungkap Harun.

"Kalau ditotal nilai keuntungan dengan jaringan sebelumnya, diperkirakan mencapai Rp 23 miliar," imbuh Harun.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan juga Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan maksimal denda Rp 10 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kominfo Bilang Tak Usah Bayar Utang Pinjol Ilegal, Ini Kata OJK

Kominfo Bilang Tak Usah Bayar Utang Pinjol Ilegal, Ini Kata OJK

Regional
Pilu, Pengakuan Bocah R: 'Diusir Mamak Aku, Kalau Tidak Pergi Mau Dipotong Aku...'

Pilu, Pengakuan Bocah R: "Diusir Mamak Aku, Kalau Tidak Pergi Mau Dipotong Aku..."

Regional
Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP di Kupang Alami Trauma Berat

Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP di Kupang Alami Trauma Berat

Regional
Mayat di Kebun Bambu Ternyata Pelajar SMK yang 2 Hari Tak Pulang, Keluarga Sebut Korban Dijemput Teman

Mayat di Kebun Bambu Ternyata Pelajar SMK yang 2 Hari Tak Pulang, Keluarga Sebut Korban Dijemput Teman

Regional
Truk Kayu Tabrak Bus Siswa Sekolah Polisi, 1 Calon Bintara Asal Papua Tewas, Belasan Luka-luka

Truk Kayu Tabrak Bus Siswa Sekolah Polisi, 1 Calon Bintara Asal Papua Tewas, Belasan Luka-luka

Regional
Harga Cabai di Ambon Melonjak hingga Rp 150.000 Per Kg

Harga Cabai di Ambon Melonjak hingga Rp 150.000 Per Kg

Regional
PPKM Level 3 Nataru Batal, Kegiatan Masyarakat di Sleman Tetap Dibatasi

PPKM Level 3 Nataru Batal, Kegiatan Masyarakat di Sleman Tetap Dibatasi

Regional
Duduk Perkara Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow, Bermula Tangkap Pelaku Pembakaran Kantor Desa

Duduk Perkara Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow, Bermula Tangkap Pelaku Pembakaran Kantor Desa

Regional
Begini Respons Bobby Nasution Saat PKKM Level 3 Libur Nataru Dibatalkan

Begini Respons Bobby Nasution Saat PKKM Level 3 Libur Nataru Dibatalkan

Regional
Rumah Rusak akibat Gelombang Pasang di Kalsel Bertambah, Sebagian Hanya Sisa Puing

Rumah Rusak akibat Gelombang Pasang di Kalsel Bertambah, Sebagian Hanya Sisa Puing

Regional
Siapa Pun Pengganti Jokowi 2024 Mendatang, Diharap Lebih Perhatian ke 8 Juta Diaspora Indonesia

Siapa Pun Pengganti Jokowi 2024 Mendatang, Diharap Lebih Perhatian ke 8 Juta Diaspora Indonesia

Regional
Jaksa Bebaskan Tersangka Pencuri Susu, Kasus Tak Dilanjutkan ke Pengadilan

Jaksa Bebaskan Tersangka Pencuri Susu, Kasus Tak Dilanjutkan ke Pengadilan

Regional
Kasus Dua Anak Dicabuli Satu Keluarga di Padang Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kakek, Paman dan Sepupu Ibu Jadi Tersangka

Kasus Dua Anak Dicabuli Satu Keluarga di Padang Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kakek, Paman dan Sepupu Ibu Jadi Tersangka

Regional
UU HKPD Disahkan, Blora Akhirnya Dapat Dana Bagi Hasil Migas

UU HKPD Disahkan, Blora Akhirnya Dapat Dana Bagi Hasil Migas

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Menganiaya Tahanan hingga Tewas Sudah Ditahan

Oknum Polisi yang Diduga Menganiaya Tahanan hingga Tewas Sudah Ditahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.