38 Satwa Endemik Indonesia Timur yang Akan Diselundupkan Akhirnya Mati

Kompas.com - 05/10/2021, 16:40 WIB
Burung kakaktua raja asal Jayapura yang akan diselundupkan berhasil diamankan oleh petugas gabungan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Polda Sumatera Selatan. Satwa endemik Jayapura itu akan dilepaskan kembali di wilayah timur Indonesia melalui Kargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (5/10/2021). KOMPAS.com / AJI YK PUTRABurung kakaktua raja asal Jayapura yang akan diselundupkan berhasil diamankan oleh petugas gabungan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Polda Sumatera Selatan. Satwa endemik Jayapura itu akan dilepaskan kembali di wilayah timur Indonesia melalui Kargo Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (5/10/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 38 satwa dilindungi yang akan diselundupkan ke luar negeri akhirnya mati.

Padahal, satwa jenis burung tersebut merupakan satwa endemik dari Indonesia Timur.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata mengatakan, Polda Sumsel sebelumnya menemukan sebuah minibus yang membawa sebanyak 114 satwa dilindungi pada 7 Oktober 2021 di Palembang.

Seluruh satwa itu lalu dibawa untuk menjalani perawatan.

Namun, sebanyak 38 ekor mati karena mengalami sakit.

Baca juga: 31 Satwa Dilindungi Mati di Dalam Kerangkeng Saat Diselundupkan

“Selain itu ada 11 burung jenis nuri ara besar dimusnahkan karena positif flu burung. Sehingga, total satwa yang layak untuk translokasi adalah 65 ekor,” kata Ujang kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Ujang mengatakan, 65 ekor satwa akan dikirim ke tiga wilayah di timur Indonesia.

Masing-masing yakni di Jayapura sebanyak 2 ekor ayam mambruk victoria; 3 ekor kasturi kepala hitam; 2 ekor kakaktua raja; 17 ekor soa payung; dan 9 ekor kadal panama.

Selanjutnya, wilayah Sorong Papua Barat sebanyak 4 ekor nuri hitam.

Kemudian, pengiriman ke Maluku sebanyak 13 ekor kasturi ternate; 6 ekor kakaktua maluku; dan 9 ekor kadal panama.

“Kita mempercepat pengembalian satwa ini karena khawatir akan stres jika semakin lama. Untuk satwa yang terinfeksi flu burung telah dimusnahkan dan surat berita acaranya sudah dilengkapi,” ujar Ujang.

Baca juga: Ratusan Satwa Endemik Ditemukan di Dalam Mobil Tak Bertuan, Diduga Akan Diselundupkan ke Luar Negeri

Menurut Ujang, total kerugian negara atas penyelundupan satwa itu mencapai Rp 1,3 miliar.

Sebab, penyelundupan itu merugikan banyak pihak, termasuk terganggunya habitat asli satwa yang kini telah nyaris punah itu.

“Dari survei pasar gelap, bila dijual dalam negeri satwa ini mencapai Rp 300 juta. Namun, untuk di luar negeri mencapai Rp 1,3 miliar,” kata Ujang.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel AKBP Rahmat Sihotang menjelaskan, mereka belum mengetahui siapa pelaku yang menyelundupkan satwa tersebut.

Sebab, polisi hanya mendapatkan laporan masyarakat mengenai sebuah mobil yang membawa satwa dilindungi.

“Dari awal pelakunya tidak ada, karena orangnya tidak ditemukan. Tetapi proses penyelidikan masih tetap berlanjut. Pelat mobil itu juga berasal dari Jakarta,” ujar Rahmat.

Mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob, Rahmat mengatakan, informasi itu belum diketahui kebenarannya.

“Informasinya dapat dari mana? Kalau ada informasi terkait ini silakan diberikan ke kami, sehingga tidak ada simpang siur,” kata Rahmat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Partai Tertua di Indonesia, dari Indische Partij hingga Golkar

9 Partai Tertua di Indonesia, dari Indische Partij hingga Golkar

Regional
Seorang ASN Ditemukan Tewas Dalam Ruang Tamu Rumahnya, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Seorang ASN Ditemukan Tewas Dalam Ruang Tamu Rumahnya, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Regional
Kekurangan 35.000 Dosis Vaksin Anak, Pemkot Mataram Dipasok Jatah Kabupaten

Kekurangan 35.000 Dosis Vaksin Anak, Pemkot Mataram Dipasok Jatah Kabupaten

Regional
Kapolda Papua Barat Pastikan 18 Korban Tewas akibat Bentrokan di Sorong

Kapolda Papua Barat Pastikan 18 Korban Tewas akibat Bentrokan di Sorong

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang di Karanganyar, Rumah Makan Ambruk hingga Pohon Tumbang Halangi Jalan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Karanganyar, Rumah Makan Ambruk hingga Pohon Tumbang Halangi Jalan

Regional
2 Nelayan Lombok Timur Hilang Diterjang Angin Kencang Saat Melaut

2 Nelayan Lombok Timur Hilang Diterjang Angin Kencang Saat Melaut

Regional
Sudah Lama Diincar, 4 Pengedar Narkoba di Baubau Ditangkap Polisi

Sudah Lama Diincar, 4 Pengedar Narkoba di Baubau Ditangkap Polisi

Regional
Pekerja PLTU Timor Kupang yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 72 Orang

Pekerja PLTU Timor Kupang yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 72 Orang

Regional
Oknum ASN di Rembang Korupsi Rp 113 Juta, Begini Respons Bupati

Oknum ASN di Rembang Korupsi Rp 113 Juta, Begini Respons Bupati

Regional
Cekcok, Ayah dan Anak Bacok Tetangga hingga Tewas dengan 13 Luka

Cekcok, Ayah dan Anak Bacok Tetangga hingga Tewas dengan 13 Luka

Regional
Nyatakan Perang dengan Geng Motor di Jambi, Polisi Amankan 54 Orang

Nyatakan Perang dengan Geng Motor di Jambi, Polisi Amankan 54 Orang

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa Rp 3 Miliar, Staf Desa di Ambon Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa Rp 3 Miliar, Staf Desa di Ambon Ditahan

Regional
Menteri PPPA: Presiden Serius terhadap Perlindungan Anak

Menteri PPPA: Presiden Serius terhadap Perlindungan Anak

Regional
Tak Menyangka Terjadi Bentrokan yang Tewaskan 18 Orang, Wali Kota Sorong Minta Warga Tahan Diri

Tak Menyangka Terjadi Bentrokan yang Tewaskan 18 Orang, Wali Kota Sorong Minta Warga Tahan Diri

Regional
PLTSa Putri Cempo Solo Tak Kunjung Beroperasi, Menteri ESDM Berikan Penjelasan

PLTSa Putri Cempo Solo Tak Kunjung Beroperasi, Menteri ESDM Berikan Penjelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.