Kompas.com - 04/10/2021, 15:07 WIB
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan arahan kepada para tenaga kesehatan di sela-sela peninjauan vaksinasi massal di Tribun Lapngan Merdeka Ambon, Senin (4/10/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYMenteri Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan arahan kepada para tenaga kesehatan di sela-sela peninjauan vaksinasi massal di Tribun Lapngan Merdeka Ambon, Senin (4/10/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Ambon meminta bantuan pemerintah pusat untuk membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang meninjau vaksinasi massal di Tribun Lapangan Merdeka, Ambon, Senin (4/10/2021).

Baca juga: Sekolah di Ambon Diizinkan Gelar PTM, 80 Persen Siswa Harus Sudah Divaksin

“Sampai saat ini kita belum memiliki rumah sakit umum daerah, Pak,” kata Wendy.

Sampai saat ini, terdapat 10 rumah sakit di Kota Ambon. Namun, belum ada rumah sakit yang secara khusus dikelola dan dimiliki Pemkot Ambon.

Wendy mengatakan keberadaan rumah sakit milik Pemkot Ambon sangat penting untuk membantu pelayanan kesehatan bagi warga.

“Mungkin pada tahun-tahun mendatang kita bisa mendapatkan sebuah rumah sakit daerah yang layak untuk masyarakat kota Ambon,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi permintaan tersebut, Menko Airlangga mengaku di Kota Ambon saat ini sudah ada beberapa rumah sakit yang beroperasi termasuk rumah sakit pusat dr J Leimena yang diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dan RSUD dr Haulussy.

Ketua Umum Partai Golkar ini meminta Pemkot Ambon membuat perencanaan pembangunan RSUD agar segera disampaikan ke Kementrian Kesehatan.

“Jadi silakan pemkot membuat rencana dan disampaikan ke Kemenkes,” ujarnya.

Menko Airlangga melakukan kunjungan ke Tribun Lapangan Merdeka Ambon untuk memantau secara langsung vaksinasi massal yang dilakukan Pemkot Ambon di kawasan tersebut.

Baca juga: Tak Setuju RS Lapangan di Ambon Ditutup, Menko Perekonomian: Belum Boleh, Kita Masih Pandemi

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga ikut memberikan bantuan sembako kepada para tenaga kesehatan dan bantuan dana pendidikan kepada anak-anak tenaga kesehatan.

Usai meninjau vaksinasi massal di Kota Ambon, Menko Airlangga melakukan pertemuan dengan para tokoh agama di Pemkot Ambon. Setelah itu Menko Airlangga akan bedialog dengan pelaku usaha dan UMKM di Ambon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.