Sedang Bangun Masjid, Warga Indramayu Temukan Struktur Bangunan Kuno, Diduga Dinding Makam Era 1800-an

Kompas.com - 01/10/2021, 19:19 WIB
Warga Blok Krasak Pulo Desa Krasak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu menemukan struktur diduga bangunan kuno tahun 1800-an. 
DOK. TribunJabar.id/Handhika RahmanWarga Blok Krasak Pulo Desa Krasak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu menemukan struktur diduga bangunan kuno tahun 1800-an.

KOMPAS.com - Sedang membangun masjid, sejumlah warga menemukan struktur bangunan kuno, yang diduga dari tahun 1800-an. 

Temuan itu ada di Blok Krasak Pulo, Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Lokasi penemuan struktur bangunan kuno itu, masih satu kawasan dengan hutan desa setempat, dekat Sungai Cimanuk.

Baca juga: 5 Fakta di Bangunan Kuno di Lamongan, Erat dengan Raja Airlangga hingga Terkenal Angker

Sebelumnya di lokasi sekitarnya juga pernah muncul temuan makam kuno.

Hal itu disampaikan salah satu warga bernama Ipin (36), yang merupakan orang yang menemukan struktur bangunan kuno itu. 

"Struktur bangunan di bawah tanah ini 2 hari lalu, sebelumnya muncul juga makam kuno di sini," Ipin, seperti dikutip dari Tribuncirebon.com, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Tanah Tergerus Air Irigasi, Struktur Diduga Bangunan Kuno Muncul di Persawahan

Muncul saat gali pondasi masjid

Ipin menyampaikan, struktur bangunan kuno tersebut ditemukan saat dia sedang menggali tanah untuk keperluan membangun masjid.

Warga tidak sengaja menemukan banyak susunan batu bata dengan ukuran panjang 15 centimeter, lebar 10 centimeter, dan tinggi 5 centimeter.

Diperkirakan di bawah tanah tersebut masih terdapat banyak struktur susunan batu bata lainnya.

Baca juga: Warga Sleman Temukan Batu Tersusun Rapi, Diduga Bangunan Kuno

 

Diduga dinding makam kuno yang runtuh

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan, setelah diukur panjang dari struktur bangunan kuno ini ada sekitar 6-7 meter.

Belum diketahui secara pasti fungsi dari bangunan tersebut dan berasal dari zaman mana.

Hanya saja, secara kasat mata, TACB menduga struktur bata tersebut merupakan dinding bangunan makam yang runtuh.

Mengingat, lokasinya persis di kawasan komplek makam kuno yang baru saja ditemukan.

"Kalau dilihat secara kasat mata, itu diperkirakan dari abad ke-19 (200 tahun lalu sekira tahun 1800-an)," ujar dia.

Untuk memastikan temuan tersebut disampaikan Dedy S Musashi, harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Warga Indramayu Temukan Struktur Bangunan Kuno Diduga Dibangun 200 Tahun Lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Pemerkosaan Wanita Boyolali, Polda Jateng Masih Periksa Bukti

Dugaan Pemerkosaan Wanita Boyolali, Polda Jateng Masih Periksa Bukti

Regional
Kasus Ayah Curi Getah Karet demi Sekolah Anak Dihentikan, Kejari Tulang Bawang: Restorative Justice

Kasus Ayah Curi Getah Karet demi Sekolah Anak Dihentikan, Kejari Tulang Bawang: Restorative Justice

Regional
Penadah Mobil Rampasan Debt Collector yang Seret Polisi 1 Kilometer Ditangkap, Sudah Jadi Tersangka

Penadah Mobil Rampasan Debt Collector yang Seret Polisi 1 Kilometer Ditangkap, Sudah Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2022

Regional
Diduga Jalankan Praktik Prostitusi, Puluhan Warung Remang-remang di Mojokerto Ditutup Paksa

Diduga Jalankan Praktik Prostitusi, Puluhan Warung Remang-remang di Mojokerto Ditutup Paksa

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Dalam Sehari 283 Warga Asal Kabupaten Bogor Terpapar

Kasus Covid-19 Melonjak, Dalam Sehari 283 Warga Asal Kabupaten Bogor Terpapar

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2022

Regional
3 Tersangka Kasus Mafia Tanah Pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa Ditahan

3 Tersangka Kasus Mafia Tanah Pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa Ditahan

Regional
Ledakan di Rumah Grobogan, Polisi Sebut Penyebabnya Bahan Petasan untuk Mengusir Kelelawar

Ledakan di Rumah Grobogan, Polisi Sebut Penyebabnya Bahan Petasan untuk Mengusir Kelelawar

Regional
Polisi Periksa Kejiwaan Pelajar SMP di Kupang yang Terjatuh ke Jembatan Liliba

Polisi Periksa Kejiwaan Pelajar SMP di Kupang yang Terjatuh ke Jembatan Liliba

Regional
Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan, KPK Periksa 11 Pejabat Pemkab Buru Selatan

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan, KPK Periksa 11 Pejabat Pemkab Buru Selatan

Regional
Detik-detik Mobil Angkutan Desa Terbalik di NTT, Ban Meletus, 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Mobil Angkutan Desa Terbalik di NTT, Ban Meletus, 1 Penumpang Tewas

Regional
Kapolda Maluku: Apa Pun Alasannya, Masyarakat Tidak Boleh Pegang Senjata, Ini Sangat Berbahaya

Kapolda Maluku: Apa Pun Alasannya, Masyarakat Tidak Boleh Pegang Senjata, Ini Sangat Berbahaya

Regional
Polisi Buru Otak Pelaku Pemerkosaan Penyandang Disabilitas di Bogor

Polisi Buru Otak Pelaku Pemerkosaan Penyandang Disabilitas di Bogor

Regional
3 Prajurit Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI Bantah Ada Upaya Provokasi: Kami Diserang

3 Prajurit Gugur Ditembak KKB, Panglima TNI Bantah Ada Upaya Provokasi: Kami Diserang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.