Kompas.com - 01/10/2021, 13:56 WIB
Direktur Sarana Prasarana dan Komunikasi Basarnas Brigjen Widjang Pranjoto (tengah) bersama Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah dan Kepala Biro Umum Basarnas Slamet Riyadi di Kantor Basarnas Jawa Barat, Jumat (1/10/2021). KOMPAS.com/AAM AMINULLAHDirektur Sarana Prasarana dan Komunikasi Basarnas Brigjen Widjang Pranjoto (tengah) bersama Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah dan Kepala Biro Umum Basarnas Slamet Riyadi di Kantor Basarnas Jawa Barat, Jumat (1/10/2021).

SUMEDANG, KOMPAS.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) meningkatkan kesiapsiagaan memasuki musim hujan pada penghujung 2021 ini.

Direktur Sarana Prasarana dan Komunikasi Basarnas Brigjen Widjang Pranjoto mengatakan, seluruh wilayah Indonesia memiliki kerawanan bencana yang tinggi.

Mulai dari gempa bumi, longsor, banjir hingga angin puting beliung, hingga bencana yang terjadi di wilayah perairan (laut) dan udara.

"Boleh dikatakan semua wilayah di Indonesia ini rawan bencana, karena berada di range fire, berada di pertemuan tiga lempeng dunia. Itu pasti semuanya memiliki kerawanan bencana yang luar biasa," ujar Widjang kepada Kompas.com usai mendampingi kunjungan Komisi V DPR RI di Kantor Basarnas Jawa Barat, Jalan Bandung-Garut, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Awas, Tanah Bergerak!

Widjang menuturkan, seluruh kantor SAR di wilayah Indonesia sudah mulai siaga dalam menghadapi ancaman bencana ini.

"Kita selalu sinergi dengan BMKG dalam rangka meng-update terus informasi ramalan cuaca yang memerlukan kesiapan-kesiapan tentang bencana berkenaan dengan iklim dan cuaca," tutur Widjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Widjang menyebutkan, selain personel di seluruh kantor SAR, peralatan juga telah disiapkan dalam rangka menghadapi musim hujan kali ini.

"Pada musim penghujan ini, pertolongan di air menjadi prioritas utama," sebut Widjang.

Baca juga: 8 Orang Tewas akibat Bencana, Padang Pariaman Berstatus Tanggap Darurat

Masyarakat juga dminta untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana pada musim hujan.

"Kami juga mengimbau warga untuk lebih berhati-hati, terutama menjelang perubahan iklim, hujan, angin, menghindari tempat-tempat yang memang rawan terjadi bencana. Apabila terjadi potensi bencana, warga segera menghubungi kantor SAR, ataupun potensi SAR terdekat sehingga semakin cepat pertolongan, pencarian. Kita berharap semakin banyak nyawa manusia yang bisa terselamatkan," kata Widjang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Pacar Mahasiswi yang Meninggal di Pusara Ayahnya Ditahan, Dijerat Pasal Aborsi

Polisi Pacar Mahasiswi yang Meninggal di Pusara Ayahnya Ditahan, Dijerat Pasal Aborsi

Regional
Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru Dapat 22.184 Paket Bantuan dari Pemprov Jatim

Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru Dapat 22.184 Paket Bantuan dari Pemprov Jatim

Regional
Erupsi Gunung Semeru, 8 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Kantor, Disebut Sempat Kirim Video Minta Tolong

Erupsi Gunung Semeru, 8 Penambang Pasir Diduga Terjebak di Kantor, Disebut Sempat Kirim Video Minta Tolong

Regional
Kesetrum, Penjaga Sekolah di Ambon Tewas Terjatuh dari Plafon Sekolah

Kesetrum, Penjaga Sekolah di Ambon Tewas Terjatuh dari Plafon Sekolah

Regional
Dibantu Alat Berat dan Anjing Pelacak, Pencarian Pengemudi Truk Terseret Banjir Lahar Merapi Belum Berhasil

Dibantu Alat Berat dan Anjing Pelacak, Pencarian Pengemudi Truk Terseret Banjir Lahar Merapi Belum Berhasil

Regional
Dua Mahasiswi Unsri Dipanggil Rektorat, Pelaku Pelecehan Seksual Tak Dihadirkan

Dua Mahasiswi Unsri Dipanggil Rektorat, Pelaku Pelecehan Seksual Tak Dihadirkan

Regional
Erupsi Gunung Semeru, 30 Rumah di Sekitar Jalur Aliran Lahar Ambruk

Erupsi Gunung Semeru, 30 Rumah di Sekitar Jalur Aliran Lahar Ambruk

Regional
Erupsi Semeru, Dinkes Jatim Perkirakan Ada Warga Tertimbun Sulit Dievakuasi, 45 Korban Luka Bakar

Erupsi Semeru, Dinkes Jatim Perkirakan Ada Warga Tertimbun Sulit Dievakuasi, 45 Korban Luka Bakar

Regional
Ahli Sebut Potensi Gunung Semeru yang Paling Berbahaya adalah Awan Panas Guguran

Ahli Sebut Potensi Gunung Semeru yang Paling Berbahaya adalah Awan Panas Guguran

Regional
37 Warga Alami Luka Bakar Dampak Awan Panas Gunung Semeru Dilarikan ke Puskesmas dan RS

37 Warga Alami Luka Bakar Dampak Awan Panas Gunung Semeru Dilarikan ke Puskesmas dan RS

Regional
Gunung Semeru Erupsi: Dari Data, Hikayat, sampai Peta Bencana

Gunung Semeru Erupsi: Dari Data, Hikayat, sampai Peta Bencana

Regional
35 Warga Luka Bakar Akibat Awan Panas Guguran Semeru, 11 Orang Dirujuk ke RS

35 Warga Luka Bakar Akibat Awan Panas Guguran Semeru, 11 Orang Dirujuk ke RS

Regional
Erupsi Semeru Putus Jembatan Penghubung Malang-Lumajang, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas

Erupsi Semeru Putus Jembatan Penghubung Malang-Lumajang, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas

Regional
Abu Vulkanik Gunung Semeru Mengarah ke Barat Daya, Diperkirakan Sampai Besok

Abu Vulkanik Gunung Semeru Mengarah ke Barat Daya, Diperkirakan Sampai Besok

Regional
Polda Jatim Terjunkan 200 Personel Bantu Tangani Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Polda Jatim Terjunkan 200 Personel Bantu Tangani Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.