98 PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri dalam 9 Bulan, Paling Banyak di Malaysia

Kompas.com - 30/09/2021, 22:12 WIB
ilustrasi meninggal dunia SHUTTERSTOCK/SFM_PHOTOilustrasi meninggal dunia

KUPANG, KOMPAS.com - Dalam rentang waktu sembilan bulan, yakni Januari hingga September 2021, sebanyak 98 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal di luar negeri.

Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kupang Siwa mengatakan, dari 98 PMI tersebut, hanya satu orang yang memiliki dokumen lengkap.

Baca juga: PPKM Level 3 di Kota Kupang Diperpanjang, Sejumlah Kegiatan Masyarakat Masih Dibatasi

"Sebagian besar PMI yang meninggal itu nonprosedural atau tidak memiliki dokumen kerja yang sah," ujar Siwa, kepada Kompas.com, Kamis (30/9/2021).

Siwa memerinci, dari 98 PMI yang meninggal tersebut, 95 di antaranya berkerja di Malaysia.

Sedangkan tiga orang bekerja di Taiwan, Brunei Darussalam, dan Jerman.

"Hanya satu PMI yang memiliki dokumen yang sah, yakni PMI yang bekerja di Jerman," ujar Siwa.

Berdasarkan data yang diperoleh, lanjut Siwa, jumlah PMI yang meninggal paling banyak berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni 17 orang.

Kemudian, Kabupaten Malaka 15 orang, Kabupaten Flores Timur 11 orang, Kabupaten Kupang delapan orang, Kabupaten Ende tujuh orang, Kabupaten Timor Tengah Utara enam orang.

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai dan Belu masing-masing empat orang.

Kemudian, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada,Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Sumba Barat, masing-masing tiga orang.

Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Kabupaten Rote Ndao dan Sumba Timur, Manggarai Timur, masing-masing dua orang.

Kemudian, Kabupaten Sabu Raijua Kabupaten Alor dan Sumba Barat Daya masing-masing satu orang.

"Mereka yang meninggal di Malaysia itu penyebabnya karena sakit dan kecelakaan," kata Siwa.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 30 September 2021

Siwa menyebutkan, sebagian besar PMI yang meninggal adalah laki-laki, dengan jumlah 68 orang. Sedangkan PMI perempuan 30 orang.

"Semua PMI itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya dan difasilitasi oleh BP2MI Kupang," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buat Replika Kuburan Gubernur Sultra Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Buat Replika Kuburan Gubernur Sultra Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Regional
Mobil PJR Pengawal Gubernur Jambi Terlibat Tabrakan Beruntun,Pengendara Motor Terjepit di Pohon

Mobil PJR Pengawal Gubernur Jambi Terlibat Tabrakan Beruntun,Pengendara Motor Terjepit di Pohon

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Pulau Seram, Warga Panik Berhamburan

Gempa M 5,7 Guncang Pulau Seram, Warga Panik Berhamburan

Regional
Kisah Penumpang Feri di Baubau Panik sampai Menjerit Kapal Dihantam Gelombang Tinggi

Kisah Penumpang Feri di Baubau Panik sampai Menjerit Kapal Dihantam Gelombang Tinggi

Regional
Puan Maharani Bagikan Buku Bergambar Dirinya Saat Tinjau Vaksinasi Booster Lansia dan Anak di Sukoharjo

Puan Maharani Bagikan Buku Bergambar Dirinya Saat Tinjau Vaksinasi Booster Lansia dan Anak di Sukoharjo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Januari 2022

Regional
Sejarah, Fungsi, dan Berbagai Jenis Kerajinan Anyaman

Sejarah, Fungsi, dan Berbagai Jenis Kerajinan Anyaman

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Januari 2022

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Januari 2022

Regional
Pria Ini Lempari Kakaknya dengan Batu hingga Tewas, Dipicu Ribut soal Pohon Kopi

Pria Ini Lempari Kakaknya dengan Batu hingga Tewas, Dipicu Ribut soal Pohon Kopi

Regional
Cerita Ayah Upin Ipin Setelah Makam Anaknya di Palu Viral, Minta Doa dari Pengunjung

Cerita Ayah Upin Ipin Setelah Makam Anaknya di Palu Viral, Minta Doa dari Pengunjung

Regional
Polisi Teliti Kembali Pembebasan Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Polisi Teliti Kembali Pembebasan Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Regional
Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ratusan Warga Terdampak

Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ratusan Warga Terdampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.