Kompas.com - 30/09/2021, 17:39 WIB
Ilustrasi kebun kelapa sawit AFP PHOTO / ROMEO GACADIlustrasi kebun kelapa sawit

PONTIANAK, KOMPAS.com – Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap dan mengeksekusi Direktur PT Kaliau Mas Perkasa, Maman Suherman.  

Sebelumnya, Maman dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 92K/Pid.Sus.LH/2017.

Maman dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana kehutanan dan divonis pidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 750 juta.

Baca juga: Kebakaran Hutan Lindung di Riau Diduga Disengaja, Ini Temuan Polisi

Jika denda tak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Kajati Kalbar Masyhudi mengatakan, ihwal pengungkapan bermula saat adanya permohonan bantuan pencarian terhadap Maman oleh Kejaksaan Negeri Sambas dan kemudian diteruskan ke Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung.

“Berbekal surat perintah, Tim Tabur Kejati kalbar mulai menelusuri keberadaan DPO di sekitar wilayah Jakarta dan Banten,” kata Masyhudi kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap dan mengeksekusi Direktur PT Kaliau Mas Perkasa Maman Suherman. Sebelumnya, Maman dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 92K/Pid.Sus.LH/2017.KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap dan mengeksekusi Direktur PT Kaliau Mas Perkasa Maman Suherman. Sebelumnya, Maman dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 92K/Pid.Sus.LH/2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pada Senin (27/9/2021), Tim Tabur mendapat informasi keberadaan Maman di daerah Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Setelah melakukan pengintaian, sekitar pukul 22.15 WIB DPO berhasil diamankan dan dibawa untuk dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Pontianak,” ujar Masyhudi.

Baca juga: Polisi Tangkap Penambang Hutan Lindung di Bangka Belitung

Latar belakang perkara

Direktur Jenderal Peneggakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani mengatakan, perkara tersebut bermula 22 September 2011.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sahnan, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas di Lombok Tengah: Terima Kasih Pembaca Kompas.com...

Sahnan, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas di Lombok Tengah: Terima Kasih Pembaca Kompas.com...

Regional
Heboh Warga Bubarkan Acara Kontes Kecantikan Transgender di Polewali Mandar, Ini Faktanya

Heboh Warga Bubarkan Acara Kontes Kecantikan Transgender di Polewali Mandar, Ini Faktanya

Regional
Bertemu Khofifah, Pembalap Moto3 Mario Aji: Saya Berharap Pembalap Liar Difasilitasi Bakatnya...

Bertemu Khofifah, Pembalap Moto3 Mario Aji: Saya Berharap Pembalap Liar Difasilitasi Bakatnya...

Regional
Tinjau Program Pengembangan Sepak Bola Surabaya-Liverpool, Ini Kata Dubes Inggris

Tinjau Program Pengembangan Sepak Bola Surabaya-Liverpool, Ini Kata Dubes Inggris

Regional
24.563 Petani di Situbondo Dapat Pupuk Urea Gratis, Masing-masing Terima 50 Kilogram

24.563 Petani di Situbondo Dapat Pupuk Urea Gratis, Masing-masing Terima 50 Kilogram

Regional
Cerita Office Boy Dapat Hadiah BMW Seharga Rp 700 Jutaan, Gara-gara Jauh ke ATM

Cerita Office Boy Dapat Hadiah BMW Seharga Rp 700 Jutaan, Gara-gara Jauh ke ATM

Regional
Penderita HIV/AIDS di Jatim Capai 2.526 Orang, Surabaya Tertinggi dengan 323 Kasus

Penderita HIV/AIDS di Jatim Capai 2.526 Orang, Surabaya Tertinggi dengan 323 Kasus

Regional
Kronologi Pencuri Jambret Kalung Emas Warga dan Tinggalkan Motor karena Terjebak Gang Buntu

Kronologi Pencuri Jambret Kalung Emas Warga dan Tinggalkan Motor karena Terjebak Gang Buntu

Regional
Protes Buruh Perkebunan Jember: Penuhi Hak-hak Kami, Gaji Kami Sesuai UMK

Protes Buruh Perkebunan Jember: Penuhi Hak-hak Kami, Gaji Kami Sesuai UMK

Regional
Kecewa soal Pernyataan Dana Rp 12 Triliun Mengendap di Bank, Gubernur Papua Minta Menkeu Sri Mulyani Klarifikasi

Kecewa soal Pernyataan Dana Rp 12 Triliun Mengendap di Bank, Gubernur Papua Minta Menkeu Sri Mulyani Klarifikasi

Regional
Pelaku Bunuh Diri di Lapas, Ini Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu Mertua Bupati Lamongan

Pelaku Bunuh Diri di Lapas, Ini Perjalanan Kasus Pembunuhan Ibu Mertua Bupati Lamongan

Regional
[POPULER NUASNTARA] Panitia Pembangunan Musala Dapat Sumbangan Uang Mainan | Remaja 16 Tahun Bunuh Perempuan di Jalan

[POPULER NUASNTARA] Panitia Pembangunan Musala Dapat Sumbangan Uang Mainan | Remaja 16 Tahun Bunuh Perempuan di Jalan

Regional
Panti Pijat 'Plus-plus' di Tangerang Digerebek, Ternyata Jual Wanita ke Pria Hidung Belang

Panti Pijat "Plus-plus" di Tangerang Digerebek, Ternyata Jual Wanita ke Pria Hidung Belang

Regional
Serang Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba di Pinrang Sulsel Ditembak

Serang Polisi Saat Ditangkap, Bandar Narkoba di Pinrang Sulsel Ditembak

Regional
Anggota Dewan yang Tepergok Selingkuh Dilaporkan ke Badan Kehormatan DRPD Lembata

Anggota Dewan yang Tepergok Selingkuh Dilaporkan ke Badan Kehormatan DRPD Lembata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.