Pelajar SMP Diduga Dianiaya Oknum Polisi hingga Patah Kaki, Ini Penjelasan Polda Bali

Kompas.com - 30/09/2021, 13:25 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali Kombes Syamsi KOMPAS.com/Ach. FawaidiKepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali Kombes Syamsi

BALI, KOMPAS.com - Seorang pelajar SMP di Bali berinisial MR (14) diduga menjadi korban penganiayaan dengan cara disetrum dan diinjak oleh oknum kepolisian hingga mengalami patah kaki.

Peristiwa penganiayaan itu diduga terjadi saat polisi melakukan penertiban balap liar di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur, Denpasar Selatan, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

MR kemudian menjalani operasi patah kaki di sebuah rumah sakit swasta di Denpasar.

Baca juga: Mengaku Anggota Militer dan Terlibat Penipuan Antarnegara, 2 WNA di Bali Dideportasi

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali Kombes Syamsi menyatakan, pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali. 

"Saya kurang tahu tanggal berapa (pelaporannya), tapi yang jelas setelah kejadian itu mereka melaporkan (ke Propam)," ujar Syamsi saat ditemui di Polda Bali, Kamis (30/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Syamsi belum memastikan siapa pelaku penganiayaan tersebut.

Pasalnya, pada saat kejadian, pelaku tak mengenakan seragam kepolisian. Sementara saat korban terjatuh ditolong oleh polisi berseragam.

 

Baca juga: Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Pesan Gubernur Koster bagi Warga Bali

Atas dasar itu, lanjut Syamsi, pihak Propam Polda Bali masih menyelidiki lebih lanjut.

"Terkait dengan (pelaku) yang diduga polisi, belum tentu polisi, karena yang melapor juga belum pastikan itu polisi. Jadi belum ada kepastian, tapi Propam tetap melakukan penyelidikan," kata dia.

Kendati begitu, Syamsi memastikan akan mengusut tuntas peristiwa tersebut jika penganiayaan itu terbukti dilakukan oleh anggota polisi. 

Ia juga memastikan penjatuhan sanksi terhadap pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Kalau dia (pelaku) memang anggota polisi (diproses) sesuai undang-undang yang berlaku," pungkasnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Serda Putra Rahadi yang Gugur di Papua Segera Diterbangkan ke Aceh

Jenazah Serda Putra Rahadi yang Gugur di Papua Segera Diterbangkan ke Aceh

Regional
Pihak Unsri Bantah Coret Nama Korban Pelecehan Seksual Dosen dari Daftar Yudisium: Diikutkan Sesi Kedua

Pihak Unsri Bantah Coret Nama Korban Pelecehan Seksual Dosen dari Daftar Yudisium: Diikutkan Sesi Kedua

Regional
Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar, Eks Ketua DPC Gerindra: Ketua Umum yang Menandatangani Pemecatan Saya

Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar, Eks Ketua DPC Gerindra: Ketua Umum yang Menandatangani Pemecatan Saya

Regional
Eks Ketua DPC Gerindra Ungkap Alasan Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar

Eks Ketua DPC Gerindra Ungkap Alasan Gugat Prabowo Subianto Rp 501 Miliar

Regional
Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Dari Karo ke Jakarta, Ini Alasan Masyarakat Liang Melas Kirim 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi di Istana Negera

Regional
Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Pilpres 2024, Nasdem Minta Ridwan Kamil Tegaskan Sikap dan Daftar Jadi Kader

Regional
Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Menjaga Rusa Timor, NTT dari Kepunahan Melalui Penangkaran

Regional
Terbongkar dari Cuitan Twitter, Mahasiswi Unsri Dilecahkan Oknum Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Terbongkar dari Cuitan Twitter, Mahasiswi Unsri Dilecahkan Oknum Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Regional
Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Punya 4 Anak Balita, Penahanan Wanita Korban Penganiayaan Satpol PP Ditangguhkan

Regional
Sepasang Dokter Selingkuh, Terjaring Razia Satpol PP di Hotel, Kini Dilaporkan Istri ke Polisi

Sepasang Dokter Selingkuh, Terjaring Razia Satpol PP di Hotel, Kini Dilaporkan Istri ke Polisi

Regional
Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Cerita Para Perempuan Positif HIV di Papua, Masih Ingin Hidup dan Melihat Anak Beranjak Dewasa

Regional
Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Istri Kopral TNI Dianiya Perampok, Bermula Pergoki Pelaku yang Hendak Beraksi

Regional
Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Lampiaskan Kemarahan, Oknum Suporter Aniaya Pedagang Angkringan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

[POPULER NUSANTARA] Joko Santoso Alami Kebutaan Usai Vaksin | Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh Penumpangnya

Regional
Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium, Ini Penjelasan Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.