Pria Ini Mengaku Dibegal ke Polisi agar Tidak Ketahuan Gelapkan Uang Perusahaan untuk Berjudi

Kompas.com - 28/09/2021, 13:48 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

MAJENE, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinisial IR (27) di Mamuju, Sulawesi Barat, nekat membuat laporan palsu di kantor polisi dengan menjadi korban begal usai menggelapkan uang perusahaannya.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan bahwa IR mengaku menjadi korban begal untuk menutupi aksi menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 18 juta.

Saat membuat laporan pada Minggu (26/9/2021) siang, IR datang ke Polresta Mamuju dengan luka tikaman di bagian perut dan tangan.

"Luka tusuk di perutnya dan sayat di tangannya, pelaku mengakui kalau memang dia sendiri yang melakukan," kata Pandu saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: 72 Siswa SMA Negeri 2 Cilacap Positif Covid-19, Terdeteksi Saat Akan Ada Kunjungan Jokowi

Kebohongan IR terungkap usai polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi terkait aksi begal tersebut. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pandu menyebutkan, pihaknya menemukan ketidaksinkronan antara keterangan IR dan keterangan saksi-saksi lain. Begitu pun saat olah TKP, polisi tidak menemukan adanya kejadian pencurian dengan kekerasan seperti yang dimaksud IR. 

"Tidak ada kesesuaian makanya kami terus lakukan penyelidikan, cek CCTV dan sebagainya, akhirnya pukul 19.30 Wita, orang yang mengaku korban ini mengaku bahwa dia memang tidak ada tindak pidana curas seperti yang ia sebutkan," ujar Pandu.

Setelah polisi memeriksa IR secara mendalam, akhirnya IR mengaku kalau dia membuat laporan palsu sebagai alibi karena tidak ingin ketahuan telah menggelapkan uang perusahaannya senilai belasan juta tersebut.

Pandu menyebut IR bingung mempertanggungjawabkan uang yang sudah dipakainya untuk judi online itu pada pimpinannya. 

"Yang bersangkutan menggunakan uang perusahaan sebesar Rp 18 juta untuk bermain judi online dan ke tempat hiburan," ucap Pandu. 

Baca juga: Perjuangan Guru dan Siswa SD di Sidrap, Seberangi Sungai Deras dengan Rakit untuk Sekolah

Saat ini, IR yang mengaku bekerja di perusahaan developer itu ditempatkan di rutan Polresta Mamuju.

Dia disangkakan Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam Jabatan serta Pasal 220 KUHP tentang Tindak Pidana Laporan Palsu dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Regional
Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Regional
199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Regional
Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Regional
Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Regional
Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Regional
Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Regional
Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.