Kompas.com - 27/09/2021, 18:46 WIB
Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Kota Ambon memperbaiki ruas jalan yang rusak di kawasan Benteng Karang, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (27/9/2021). Perbaikan jalan itu dilakukan setelah warga setempat memblokade ruas jalan tersebut KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYDinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Kota Ambon memperbaiki ruas jalan yang rusak di kawasan Benteng Karang, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (27/9/2021). Perbaikan jalan itu dilakukan setelah warga setempat memblokade ruas jalan tersebut

AMBON, KOMPAS.com - Warga Benteng Karang, Desa Passo, memblokade ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Baguala dengan Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Senin (27/9/2021).

Warga membentangkan kayu di badan jalan tersebut. Aksi itu dilakukan warga karena kesal kerusakan ruas jalan tersebut tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Akibat aksi itu, arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total. Kendaraan dari Leihitu menuju Ambon dan sebaliknya tertahan karena tak diizinkan lewat.

Selain angkot, belasan truk pengangkut sampah juga sempat tertahan di kawasan itu.

“Kita semua tahu jalan di sini sudah sangat rusak parah tapi tidak pernah diperbaiki,” kata Rudi salah satu warga setempat kepada Kompas.com via telepon seluler, Senin (27/9/2021).

Baca juga: PPKM di Ambon Sudah Level 2 tetapi PTM Belum Diterapkan, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Warga telah berulang kali melaporkan perihal kerusakan itu kepada Pemkot Ambon. Laporan dibuat dengan harapan jalan itu segera diperbaiki. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, warga selalu mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan dari Pemkot Ambon. Kekecewaan warga memuncak karena jalan itu selalu ramai dilewati dan sangat berisiko bagi pengguna jalan jika tak kunjung diperbaiki.

Warga di kawasan Benteng Karang, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon memblokade jalan penghubung Ambon- Lehitu, Maluku Tengah karena tak terima jalan rusak di kawasan itu tak juga diperbaiki, Senin (27/9/2021). Akibat aksi itu arus lalu lintas macet totalKOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Warga di kawasan Benteng Karang, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon memblokade jalan penghubung Ambon- Lehitu, Maluku Tengah karena tak terima jalan rusak di kawasan itu tak juga diperbaiki, Senin (27/9/2021). Akibat aksi itu arus lalu lintas macet total

“Padahal keinginan kita itu agar penguna jalan ini selamat, karena kalau dibiarkan begitu terus akan berbahaya. Makanya karena semua lepas tangan kita tutup saja, ini sebagai protes,” ujarnya.

Terkait aksi warga itu, Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon langsung turun memperbaiki ruas jalan yang rusak parah itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja di Bandung Ternyata Curi Data dari Situs BPJS Ketenagakerjaan

Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja di Bandung Ternyata Curi Data dari Situs BPJS Ketenagakerjaan

Regional
Kadis ESDM Sultra Jadi Tersangka Korupsi Izin Pertambangan

Kadis ESDM Sultra Jadi Tersangka Korupsi Izin Pertambangan

Regional
Jembatan Gladak Perak Putus akibat Erupsi Semeru, Khofifah Sebut Kemungkinan Bangun Jembatan Gantung Sementara

Jembatan Gladak Perak Putus akibat Erupsi Semeru, Khofifah Sebut Kemungkinan Bangun Jembatan Gantung Sementara

Regional
Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Regional
Pengirim 2 Peti Mati dan Salib di Dairi Akhirnya Terungkap

Pengirim 2 Peti Mati dan Salib di Dairi Akhirnya Terungkap

Regional
Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga, Mahasiswa Blitar Tuntut Polri Terbuka Ungkap Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB

Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga, Mahasiswa Blitar Tuntut Polri Terbuka Ungkap Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB

Regional
Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Regional
Jelang PPKM Level 3 Serentak, Lampu PJU di Kota Tegal Dipadamkan

Jelang PPKM Level 3 Serentak, Lampu PJU di Kota Tegal Dipadamkan

Regional
Rekomendasi Kementerian ESDM dan PVMBG, Pengungsian Ditempatkan Berdasarkan Peta KRB

Rekomendasi Kementerian ESDM dan PVMBG, Pengungsian Ditempatkan Berdasarkan Peta KRB

Regional
Lelang Moge untuk Korban Banjir Bandang dan Erupsi Semeru, YouTuber Doni Salmanan Kumpulkan Rp 2 Miliar

Lelang Moge untuk Korban Banjir Bandang dan Erupsi Semeru, YouTuber Doni Salmanan Kumpulkan Rp 2 Miliar

Regional
Dosen Unsri Jadi Tersangka Pelecehan Mahasiswi, Terancam 9 Tahun Penjara

Dosen Unsri Jadi Tersangka Pelecehan Mahasiswi, Terancam 9 Tahun Penjara

Regional
Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Regional
3 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

3 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

Regional
Ganjar Peringatkan Penambang di Lereng Gunung Merapi: Minggir Dulu, Bahaya

Ganjar Peringatkan Penambang di Lereng Gunung Merapi: Minggir Dulu, Bahaya

Regional
Belum Ungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang, Ini Alasan Polisi

Belum Ungkap Motif Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang, Ini Alasan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.