Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/09/2021, 14:00 WIB

BALI, KOMPAS.com - Pintu pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) rencananya akan dibuka pada Oktober 2021.

Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan sejumlah persiapan termasuk membidik sejumlah negara yang ditargetkan berkunjung ke Pulau Dewata.

“Kami sudah mencatat beberapa negara berdasarkan length of stay di Bali. Ada sekitar empat negara, yaitu Amerika, Inggris, Jerman, dan Rusia yang rata-rata tinggal di Bali dua minggu," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Ini 3 Skema yang Disiapkan Pemprov Bali

Cok Ace menyebut, target empat negara itu akan disesuaikan dengan regulasi yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Pihaknya menegaskan akan lebih selektif dalam memilih wisman yang diperbolehkan masuk ke Bali.

Apalagi, perkembangan kasus Covid-19 mulai kembali meningkat di sejumlah negara.

Kesiapan Bali dalam menyambut wisman, kata dia, juga dapat dilihat dari berbagai capaian Bali dalam menangani Covid-19.

Baca juga: Jelajahi 6 Surga Indonesia, Bali Salah Satunya

Dari segi kesehatan, menurut Cok Ace, Bali telah menjadi salah satu provinsi dengan capaian vaksinasi yang paling tinggi di Indonesia.

Data terakhir, capaian vaksinasi di Bali sudah mencapai hampir 97 persen untuk vaksinasi dosis pertama dan lebih dari 75 persen untuk vaksinasi dosis kedua.

"Kita akan terus genjot agar bisa tuntas bulan ini atau paling lambat awal bulan depan, baik vaksin dosis pertama maupun kedua," kata dia.

Selain itu, kesiapan Bali menyambut wisman juga terlihat dari kesiapan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, terdapat sekitar 62 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 25 laboratorium PCR dengan kemampuan uji lebih dari 4.000 sampel per hari.

Baca juga: Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Di luar itu, tenaga kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen juga sudah sangat memadai.

"Kita juga telah menyiapkan grand design skema wisatawan mancanegara di Bali mulai dari pintu kedatangan, testing, bagi yang positif akan dirujuk ke RS, sementara yang negatif melanjutkan perjalanan ke hotel karantina, skema berwisata hingga keberangkatan ke negara asal,” kata dia.

Selain itu, kesiapan Bali menyambut wisman juga tergambar dari kesiapan pelaku industri pariwisata di Bali.

Menurut Cok Ace, pelaku pariwisata juga telah menyiapkan diri dengan baik apabila pariwisata Bali dibuka untuk wisman.

Baca juga: RSUP Sanglah Denpasar Kremasi 25 Jenazah Telantar

Hingga saat lebih dari 2.000 hotel, restoran, dan destinasi pariwisata sudah mengantongi sertifikat cleanliness health safety and environment sustainability (CHSE) dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Atas dasar itu, pihaknya terus menyiapkan sejumlah skema untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika kasus Covid-19 di Bali kembali meningkat.

“Kita harus siapkan plan A, plan B dan C. Tentu saja kita tidak ingin seperti negara lain seperti Singapura yang awalnya sudah mau berdamai dengan Covid-19 namun sekarang menghadapi situasi buruk lagi,” terangnya.

Baca juga: Bali Bukan Satu-satunya Surga Wisata Indonesia, Jelajahi Juga 5 Surga Destinasi Super Prioritas Ini

Tiga skema yang dimaksud, pertama, jika kasus Covid-19 terus bisa dikendalikan, pembukaan pariwisata untuk wisatawan asing akan dilakukan di seluruh Bali.

Skema itu berdasarkan pertimbangan bahwa program vaksinasi Covid-19 dosis lengkap di Bali.

Skema kedua, jika kasus Covid-19 meningkat, wisatawan asing hanya akan diperbolehkan berkunjung ke kawasan zona hijau Covid-19 di Bali.

Zona hijau yang dimaksud, di antaranya wilayah Sanur di Kota Denpasar, Ubud di Kabupaten Gianyar dan ITDC Nusa Dua di Kabupaten Badung.

Baca juga: Patung Bung Karno Setinggi 8 Meter Dibangun di Buleleng Bali, Bakal Jadi Destinasi Wisata Nasional

Skema ketiga, jika kawasan zona hijau bisa menerima wisatawan asing karena terjadi lonjakan kasus Covid-19, maka pihaknya akan mempersempit cakupan wilayah yang bisa menerima wisman.

"Karena kita tentu tidak ingin pariwisata menjadi klaster baru penyeberan Covid-19," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Camry Pelat Merah Kecelakaan di Jambi, Disopiri Siswa SMA dan Bawa Penumpang Tanpa Busana, Milik Siapa Mobil Itu?

Camry Pelat Merah Kecelakaan di Jambi, Disopiri Siswa SMA dan Bawa Penumpang Tanpa Busana, Milik Siapa Mobil Itu?

Regional
Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung yang Dibobol Pencuri Ternyata Pernah Kemalingan Tahun 2022

Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung yang Dibobol Pencuri Ternyata Pernah Kemalingan Tahun 2022

Regional
Polda Jateng Sebut Banyak Berita Hoaks soal Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Dugaan Motifnya

Polda Jateng Sebut Banyak Berita Hoaks soal Penculikan Anak di Media Sosial, Ini Dugaan Motifnya

Regional
Beroperasi sejak Januari, Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solok, 8 Orang Ditangkap

Beroperasi sejak Januari, Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Solok, 8 Orang Ditangkap

Regional
Jejak Perjalanan Nono dan Sang Ibu ke Jakarta

Jejak Perjalanan Nono dan Sang Ibu ke Jakarta

Regional
Painah Terbangun Kaget Dengar Suara Tangis Bayi, Ditemukan Tergeletak di Teras Rumahnya

Painah Terbangun Kaget Dengar Suara Tangis Bayi, Ditemukan Tergeletak di Teras Rumahnya

Regional
8 Siswa SD Pariaman Diduga Keracunan Makanan, Dinkes: Produknya Memiliki Izin dan Belum Kedaluwarsa

8 Siswa SD Pariaman Diduga Keracunan Makanan, Dinkes: Produknya Memiliki Izin dan Belum Kedaluwarsa

Regional
Harga Bensin Malaysia Terlalu Murah, Pengusaha APMS Pulau Sebatik Mengeluh ke DPRD Nunukan

Harga Bensin Malaysia Terlalu Murah, Pengusaha APMS Pulau Sebatik Mengeluh ke DPRD Nunukan

Regional
Pakai Atribut Partai Saat Hadiri Safari Politik Anies, 4 ASN di Dompu Diperiksa Bawaslu

Pakai Atribut Partai Saat Hadiri Safari Politik Anies, 4 ASN di Dompu Diperiksa Bawaslu

Regional
Sugik Nur dan Bambang Tri Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Presiden Sempat Bertengkar di Rutan, Ini Penyebabnya

Sugik Nur dan Bambang Tri Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Presiden Sempat Bertengkar di Rutan, Ini Penyebabnya

Regional
Sugik Nur Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Jokowi Mengaku Kena Pungli di Rutan Polda Jateng, Polisi: Itu Tidak Ada

Sugik Nur Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Jokowi Mengaku Kena Pungli di Rutan Polda Jateng, Polisi: Itu Tidak Ada

Regional
Cuma Diminta Geser Parkir Mobil, PNS di Lampung Ngamuk Pukul Pedagang Martabak

Cuma Diminta Geser Parkir Mobil, PNS di Lampung Ngamuk Pukul Pedagang Martabak

Regional
Timgab Temukan 25 Batang Kayu di Hutan Boak Sumbawa, Diduga Hasil Pembalakan Liar

Timgab Temukan 25 Batang Kayu di Hutan Boak Sumbawa, Diduga Hasil Pembalakan Liar

Regional
Air Danau Maninjau Berubah Jadi Hijau dan Berbau Belerang

Air Danau Maninjau Berubah Jadi Hijau dan Berbau Belerang

Regional
Sebelum Tewas akibat Dianiaya Pacar, Pemandu Lagu di Purwokerto Sempat Dicabuli di Kamar Hotel

Sebelum Tewas akibat Dianiaya Pacar, Pemandu Lagu di Purwokerto Sempat Dicabuli di Kamar Hotel

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.