Kekecewaan Yoris, Anak Korban Pembunuhan Subang, "Kami Semua Tahlilan Mendoakan Mama dan Adik, Papa Malah Main Golf..."

Kompas.com - 26/09/2021, 13:26 WIB

KOMPAS.com - Yoris, anak tertua almarhum Tuti (55), korban pembunuhan di Subang, serta kakak Amalia Mustika Ratu (23) yang juga korban, mengaku kecewa dengan sikap sang ayah, Yosef, yang enggan datang tahlilan mendoakan ibu dan adiknya.

Seperti diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan tewas mengenaskan di bagasi Toyota Alphard yang terparkir di pekarangan rumah mereka pada 18 Agustus 2021 lalu.

Sebulan kasus berjalan, belum ada hasil yang dipaparkan oleh polisi. Dari pemeriksaan polisi, dipastikan pembunuh keduanya adalah orang dekat karena tak ada barang berharga yang hilang, kecuali ponsel Amalia.

Baca juga: Yosef dan Istri Muda Tak Lagi Berkomunikasi Setelah Jasad Ibu dan Anak Korban Pembunuhan di Subang Ditemukan

Kepada wartawan, Yoris menyayangkan sikap ayahnya, Yosef, yang tidak pernah mengikuti pengajian rutin yang digelar oleh keluarga Tuti Suhartini (55), ibunya.

Menurut Yoris, semua keluarga dari ibunya pun turut kecewa atas tindakan Yosef tersebut yang tidak ada rasa simpati kepada kedua korban.

"Ya, kecewa ya jelas, papah (Yosef) tidak pernah datang di pengajian rutin, semua keluarga mamah (Tuti) juga kecewa," ujar Yoris di Dusun Jalancagak, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jumat (24/9/2021), seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef Diperiksa untuk Ke-12 Kalinya

Bahkan, Yoris bersama keluarga Tuti semakin kecewa lantaran Yosef masih mementingkan bermain golf saat keluarga semua sedang berduka karena kasus Subang.

"Enggak tahu, papah (Yosef) bisa sempetnya main golf dibandingin mendoakan mamah sama adik saya. Kayak kami semua tahlilan, dia main golf," kata Yoris.

Ia juga mengatakan kecewa pada sang ayah soal penggunaan pengacara dibanding dengan menggunakan hal-hak yang lebih bermanfaat.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef dan Istri Muda Jalani Tes Kebohongan, Ini Jawaban Keduanya

"Jadi begini, waktu awal tuh saya dikejar-kejar diminta tanda tangan untuk menggunakan pengacara, tapi menurut saya itu memang tidak perlu, sih, kita sekarang hanya sebagai saksi saja," ujar Yoris.

Padahal, untuk orang yang tidak bersalah, tidak perlu bertindak lebih jauh seperti menggunakan jasa pengacara.

"Ya, lagian buat apa gitu, kita, kan, tidak salah, mending dipakai buat yang lebih bermanfaat. Ini juga seperti uang tahlilan dari saya sama istri saja," ucap Yoris.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Atlet Karate Gorontalo Dikirim ke Kejurnas Forki di Padang

12 Atlet Karate Gorontalo Dikirim ke Kejurnas Forki di Padang

Regional
Sedang Cuci Motor di Depan Rumah, Bocah di Kalsel Terseret Arus Banjir hingga Tewas, Tubuh Tersangkut di Pohon

Sedang Cuci Motor di Depan Rumah, Bocah di Kalsel Terseret Arus Banjir hingga Tewas, Tubuh Tersangkut di Pohon

Regional
Aspikom Aceh Desak Pemerintah Angkat Dosen Non ASN Jadi PPPK Tanpa Tes

Aspikom Aceh Desak Pemerintah Angkat Dosen Non ASN Jadi PPPK Tanpa Tes

Regional
Pria Tanpa Identitas yang Tenggelam di Sungai Bogowonto Diduga Idap Gangguan Jiwa

Pria Tanpa Identitas yang Tenggelam di Sungai Bogowonto Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Targetkan 1 Juta Wirausaha di 2024, Pemerintah Sasar Mahasiswa dan Masyarakat Umum

Targetkan 1 Juta Wirausaha di 2024, Pemerintah Sasar Mahasiswa dan Masyarakat Umum

Regional
Asal Usul Nama Teh Obeng, Minuman Menyegarkan Khas Batam

Asal Usul Nama Teh Obeng, Minuman Menyegarkan Khas Batam

Regional
Ular Piton Raksasa Sepanjang 7 Meter  Seberat 130 Kg Ditangkap Warga Muna Barat, Daging Dipotong dan Dijual Rp 680.000

Ular Piton Raksasa Sepanjang 7 Meter Seberat 130 Kg Ditangkap Warga Muna Barat, Daging Dipotong dan Dijual Rp 680.000

Regional
Soal Pungli BLT BBM, Pengamat: Bobroknya Moral hingga Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Soal Pungli BLT BBM, Pengamat: Bobroknya Moral hingga Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Regional
Pikap Bermuatan Durian Terjun ke Jurang Sedalam 50 Meter, Sopir Tewas, 1 Orang Hilang

Pikap Bermuatan Durian Terjun ke Jurang Sedalam 50 Meter, Sopir Tewas, 1 Orang Hilang

Regional
Situs Web PPID Pemkab Pemalang Diretas, Kali Kedua di Bulan September

Situs Web PPID Pemkab Pemalang Diretas, Kali Kedua di Bulan September

Regional
2 Balita di Pati Tewas Terbakar Saat Ditinggal Orangtua Bekerja, Api Diduga Berasal dari Obat Nyamuk

2 Balita di Pati Tewas Terbakar Saat Ditinggal Orangtua Bekerja, Api Diduga Berasal dari Obat Nyamuk

Regional
Polemik Maxim Vs Sopir Angkot Nunukan, 3 Mobil Mitra Maxim Diserahkan Ke Satlantas

Polemik Maxim Vs Sopir Angkot Nunukan, 3 Mobil Mitra Maxim Diserahkan Ke Satlantas

Regional
Kamar Kontrakan di Pati Terbakar, 2 Balita Kakak Beradik Ditemukan Tewas

Kamar Kontrakan di Pati Terbakar, 2 Balita Kakak Beradik Ditemukan Tewas

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Bawen-Ungaran Bertambah Jadi 6 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Bawen-Ungaran Bertambah Jadi 6 Orang

Regional
Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Bawen-Ungaran Masih Diselidiki, Polisi Gunakan Teknologi TAA

Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Bawen-Ungaran Masih Diselidiki, Polisi Gunakan Teknologi TAA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.