Saat Aiptu Rozi Beri Uang Rp 50.000 untuk Bujuk Siswa yang Menangis karena Takut Jarum Suntik

Kompas.com - 24/09/2021, 20:10 WIB
Kanit Binmas Polsek Manyar Aiptu Rozi (kiri), menyiapkan uang tunai Rp50 ribu bagi Tri Luwes Prasetya yang phobia jarum suntik sebagai hadiah saat menjalani vaksinasi, Jumat (24/9/2021). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKanit Binmas Polsek Manyar Aiptu Rozi (kiri), menyiapkan uang tunai Rp50 ribu bagi Tri Luwes Prasetya yang phobia jarum suntik sebagai hadiah saat menjalani vaksinasi, Jumat (24/9/2021).

GRESIK, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gresik terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 kepada pelajar berusia 12tahun ke atas. Vaksinasi dikebut untuk mendukung penyelenggaraan belajar tatap muka.

Salah satu vaksinasi Covid-19 digelar di SMK Nurul Islam, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik, Jumat (24/9/2021).

Ada pemandangan unik saat vaksinasi yang digelar di SMK Nurul Islam itu. Salah seorang siswa menangis histeris saat hendak menjalani vaksinasi.

Melihat pemandangan itu, Kanit Binmas Polsek Manyar Aiptu Rozi yang sedang meninjau vaksinasi, berinisiatif mengeluarkan uang dari sakunya untuk menyemangati siswi tersebut.

Rozi berjanji memberikan uang Rp 50.000 kepada siswi bernama Tri Luwes Prasetya itu jika berani disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama.

"Ayo, pokoknya kamu berani saya kasih Rp 50.000," ucap Rozi memberi tantangan kepada Tri, Jumat.

Baca juga: Dinas Pendidikan Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di Gresik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tri pun menyanggupi tantangan itu. Meski memegang kuat tangan guru pendamping sambil menangis menahan rasa takut, Tri akhirnya disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama.

Ia pun mendapat uang sebesar Rp 50.000 yang dijanjikan Rozi. Tri pun mendapat ucapan selamat dari polisi tersebut.

Tri mengaku takut jarum suntik sejak kecil. Namun, ia memberanikan diri karena mendapat iming-iming uang.

"Sejak kecil, saya memang takut jarum suntik. Tapi kalau ada hadiah uang tunai, ya nggak apa-apa, rasa takutnya hilang (bisa ditahan)," ujar Tri sambil menggenggam uang Rp 50.000 yang didapat dari Aiptu Rozi.

Tri mengaku, menggunakan uang itu untuk membeli keperluan sekolah. Ia bersyukur akhirnya bisa menjalani vaksinasi dosis pertama, meski sempat takut jarum suntik.

Kepala SMK Nurul Islam Abdul Jalal mengatakan, dalam agenda vaksinasi yang dilaksanakan kali ini, total ada sebanyak 507 siswa dan siswi yang telah menjalani vaksinasi.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

Regional
Polisi dan ASN Jadi Dalang Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolres Bandar Lampung: Mereka Sengaja Keliling Cari Target

Polisi dan ASN Jadi Dalang Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolres Bandar Lampung: Mereka Sengaja Keliling Cari Target

Regional
Tersisa 4 Daerah di Pekanbaru Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota: Jangan Abaikan Prokes

Tersisa 4 Daerah di Pekanbaru Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota: Jangan Abaikan Prokes

Regional
Di Tanah Bumbu Kalsel, Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Pertama di Kalimantan

Di Tanah Bumbu Kalsel, Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Pertama di Kalimantan

Regional
Warga Serang Adang Truk Sampah dari Tangsel, Protes: 'Baunya Luar Biasa 24 Jam, Sampai Enggak Nafsu Makan...'

Warga Serang Adang Truk Sampah dari Tangsel, Protes: "Baunya Luar Biasa 24 Jam, Sampai Enggak Nafsu Makan..."

Regional
Kisah dari Dapur Umum Jamu Penambah Imun di Jombang, Gotong Royong Warga dan Relawan

Kisah dari Dapur Umum Jamu Penambah Imun di Jombang, Gotong Royong Warga dan Relawan

Regional
Atap Serambi Masjid di Sukoharjo Roboh, Diduga Salah Konstruksi

Atap Serambi Masjid di Sukoharjo Roboh, Diduga Salah Konstruksi

Regional
Tradisi Rebutan Telur Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Polewali Mandar

Tradisi Rebutan Telur Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Polewali Mandar

Regional
Temuan Polisi: Pinjol Ilegal Terapkan Bunga hingga 10 Persen Per Hari, Misal Utang Rp 5 Juta Sebulan Bisa Jadi Rp 80 Juta

Temuan Polisi: Pinjol Ilegal Terapkan Bunga hingga 10 Persen Per Hari, Misal Utang Rp 5 Juta Sebulan Bisa Jadi Rp 80 Juta

Regional
PPKM Banyumas Turun ke Level 2, Car Free Day di Alun-alun Purwokerto Bisa Digelar Lagi

PPKM Banyumas Turun ke Level 2, Car Free Day di Alun-alun Purwokerto Bisa Digelar Lagi

Regional
29 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Positif Covid-19, Masuk Lewat Pos Lintas Batas

29 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Positif Covid-19, Masuk Lewat Pos Lintas Batas

Regional
Kasus Covid-19 di Jombang Turun Drastis, Relawan Tetap Produksi Jamu Penambah Imun

Kasus Covid-19 di Jombang Turun Drastis, Relawan Tetap Produksi Jamu Penambah Imun

Regional
Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Regional
Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Regional
Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.