Kompas.com - 24/09/2021, 15:32 WIB
Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto menunjukkan buronan tersangka pembunuhan dengan motif cemburu yang selama sebulan melarikan diri di Mapolres Ciamis, Jumat (24/9/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto menunjukkan buronan tersangka pembunuhan dengan motif cemburu yang selama sebulan melarikan diri di Mapolres Ciamis, Jumat (24/9/2021).

CIAMIS, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis akhirnya menangkap buronan berinisial MW (24) dengan kasus pembunuhan kepada seorang pria teman wanitanya pakai botol di Kalipucang, Pangandaran.

Pemuda itu ditangkap di Cirebon, Jawa Barat, setelah satu bulan melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran polisi usai kejadian pembunuhan.

"Setelah sebulan tersangka melarikan diri di tempat persembunyiannya di wilayah Cirebon, akhirnya kita bisa amankan pada 11 September lalu. Kita proses selanjutnya kasus ini setelah kejadiannya sebulan yang lalu," jelas Kepala Polres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi, saat konferensi Pers di kantornya, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Kesal Dimaki-maki Usai Tak Diberi Uang, Seorang Pria Aniaya Tetangga hingga Tewas Pakai Cangkul

Wahyu menambahkan, kasus ini bermula saat tersangka sedang menunggu teman wanitanya di sebuah warung kopi pada Selasa, (24/8/2021).

Saat menunggu itu, pelaku sudah dalam keadaan mabuk akibat minuman keras.

Hingga akhirnya, teman wanitanya ternyata datang bersama dengan dua orang pria sekaligus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gara-gara Cemburu, Suami Aniaya Istrinya hingga Babak Belur, Pelaku lalu Kabur Selama 2 Bulan

Karena tersangka mengaku cemburu, salah satu korban berinisial NN langsung dianiaya menggunakan botol bir hingga terluka.

Sementara korban lain berinisial NR pun mencoba melerai, namun ia juga dipukul dengan botol bir dan ditendang bagian tubuhnya oleh tersangka hingga tewas.

"Kedua korban saat itu sempat dibawa ke Puskesmas terdekat, tapi salah satu korban atas nama NR langsung meninggal dunia," tambah Wahyu.

 

Kabur ke beberapa daerah

Seusai kejadian, lanjut Wahyu, korban langsung melarikan diri ke berbagai wilayah luar kota

Seperti ke daerah Subang, Jakarta, sampai akhirnya pelaku ditangkap di Cirebon.

Tersangka pun mengaku ke petugas kepolisian tak memiliki niat menghilangkan nyawa salah satu korban.

Ia mengaku perbuatannya akibat kondisi mabuk dan spontan melakukan kekerasan karena didasari rasa cemburu.

"Tersangka motifnya murni cemburu dan tak ada unsur direncanakan dalam kasus kekerasan yang menyebabkan salah satu korban meninggal dunia ini," tambah Wahyu didampingi Kasat Reskrim AKP Afrizal Wahyudi Achmad dan Kasi Humas Iptu Magdalena.

Kini pelaku sudah mendekam di sel tehanan Polres Ciamis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku diancam pasal 351 ayat 3 KUH Pidana tentang kekerasan menyebabkan meninggal dunia.

"Ancaman hukuman yang dikenakan ke tersangka yaitu 7 tahun penjara," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Regional
Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Regional
Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Regional
3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

Regional
Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Regional
Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Regional
Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Regional
Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Regional
10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

Regional
Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Regional
Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Regional
'ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah'

"ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah"

Regional
Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Regional
Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Regional
Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.