Mulai Jumat, Tarif Antigen di Stasiun Daop 5 Purwokerto Turun Jadi Rp 45.000

Kompas.com - 23/09/2021, 10:21 WIB
Tes antigen di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/DOK KAI DAOP 5 PURWOKERTOTes antigen di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Tarif tes antigen di stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah, diturunkan dari Rp 85.000 menjadi Rp 45.000 mulai Jumat (24/9/2021).

Manager Humas Daop 5 Purwokerto Ayep Hanapi mengatakan, penyesuaian tarif tersebut merupakan wujud komitmen KAI untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

"Ini tentunya juga diharapkan menjadi angin segar bagi calon pelanggan yang akan menggunakan jasa layanan KA, karena penyesuaian tarif ini semakin ekonomis dan terjangkau," kata Ayep melalui keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Kereta Api Lokal di Daop 9 Jember Beroperasi Kembali, Ini Syaratnya...

Adapun stasiun yang melayani pemeriksaan tes antigen di wilayah Daop 5 Purwokerto, yaitu di Stasiun Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo dan Stasiun Sidareja.

Sementara itu, KAI juga menghimbau para calon pelanggan kereta api agar mengecek kembali syarat naik kereta jarak jauh.

Selama penerapan PPKM, KAI masih menerapkan persyaratan yang mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 17 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 dan SE Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu persyaratan tersebut adalah larangan anak usia di bawah 12 tahun untuk naik kereta jarak jauh sejak 29 Juli 2021. Peraturan ini berlaku untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

Baca juga: Hari Pertama Pembukaan Bioskop di Purwokerto, Penonton Masih Sepi

Sedangkan untuk pelanggan di atas 12 tahun, masih berlaku seperti persyaratan sebelumnya yaitu wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau tes antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Pengecualian berlaku bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin.

"Tapi mereka wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19," jelas Ayep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Regional
Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Regional
Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Regional
Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Regional
Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Regional
Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Regional
Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Terluka

Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Terluka

Regional
Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Regional
Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Regional
Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Regional
Jerat Pinjol, 'Racun' di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Jerat Pinjol, "Racun" di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Regional
8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

Regional
Kisah Keluarga Koruptor Jadi Begal Proyek di Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Kisah Keluarga Koruptor Jadi Begal Proyek di Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.