Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 23/09/2021, 05:35 WIB
Salah satu batu nisan di pemakaman muslim Polokarto, Sukoharjo terlepas dari makam dan kondisinya rusak, Rabu (22/9/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANISalah satu batu nisan di pemakaman muslim Polokarto, Sukoharjo terlepas dari makam dan kondisinya rusak, Rabu (22/9/2021).

KOMPAS.com - Aksi perusakan sejumlah batu nisan di lokasi pemakaman muslim di Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, sempat menuai protes sejumlah keluarga ahli waris.

Menurut Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho, pihaknya telah mempertemukan antara pengelola makam, Forum Komunikasi Masjid Mushala Mojo (FKMMM), dengan keluarga ahli waris.

Baca juga: Ibu Dibunuh Anak Kandung di Jepara, Korban Sempat Minta Tersangka Berbohong ke Polisi, Ini Katanya

"Itu sebenarnya sudah disampaikan dan merupakan salah satu aturan-aturan yang dijelaskan. Seharusnya ketika warga atau keluarga menginginkan dimakamkan di situ ya mengikuti apa yang sudah diatur yayasan tersebut," katanya, Rabu (22/9/2021).

Dari hasil pertemuan itu, kata Wahyu, kedua belah pihak sudah saling mengerti soal aturan di kompleks pemakaman itu.

Baca juga: Heboh, Sejumlah Makam Dirusak, Polisi Sebut karena Salah Paham

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentu kita dorong untuk penerapan restorative justice. Karena ini masalah mungkin perjanjian dari pihak keluarga belum paham akan hal itu. Tapi sebenarnya itu sudah menjadi aturan untuk dimakamkan di tempat itu," katanya.

Baca juga: Kisah Pilu Ibu Dibunuh Anak Kandung di Jepara, Ini Permintaan Terakhir Korban yang Menyentuh Hati

Kondisi sejumlah nisan

Menurut kesaksian salah satu penggali makam, Marikun (59), perusakan batu nisan di pemakaman muslim sudah terjadi sekitar tiga bulan.

Marikun mengaku tak tahu siapa dan mengapa pelaku merusak batu-batu nisan di makam tersebut.

"Tahu-tahu sudah hancur seperti itu. Jadi yang merusak malam atau apa tidak tahu. Padahal, tiap hari gali makam di sini," katanya di sela-sela menggali makam di pemakaman itu. 

 

Baca juga: Sejumlah Batu Nisan di Pemakaman Muslim Sukoharjo Diduga Dirusak

Marikun mengungkapkan, selama ini makam-makam di pemakaman muslim hanya diberikan tanda berupa nomor urut.

"Dari dulu hanya dikasih tenger (tanda) seperti ini (nomor urut). Ada warga (ahli waris) kepengin dikasih yang bagus seperti itu (batu nisan). Mungkin ada warga lain yang tidak suka," ungkap dia.

(Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Dony Aprian)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi Pemotongan Upah THL PDAM Madiun, Dirut Teknik PDAM Magetan Ditahan

Dugaan Korupsi Pemotongan Upah THL PDAM Madiun, Dirut Teknik PDAM Magetan Ditahan

Regional
PT INKA dan Bukit Asam Sepakat Kembangkan Kendaraan Tambang Berbasis Listrik, Target Lulus Sertifikasi Akhir 2022

PT INKA dan Bukit Asam Sepakat Kembangkan Kendaraan Tambang Berbasis Listrik, Target Lulus Sertifikasi Akhir 2022

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 11 Kali Lava Pijar dalam 6 Jam

Gunung Merapi Keluarkan 11 Kali Lava Pijar dalam 6 Jam

Regional
Cari Korban Erupsi Gunung Semeru, Tim SAR Gali Kedalaman 1 Meter dari Awan Panas Guguran

Cari Korban Erupsi Gunung Semeru, Tim SAR Gali Kedalaman 1 Meter dari Awan Panas Guguran

Regional
Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya, Kapolres Palu: Saya Minta Maaf

Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya, Kapolres Palu: Saya Minta Maaf

Regional
Temukan Makanan Berformalin Saat Sidak Pasar, Nakes di Sulsel Malah Didenda Rp 2 Miliar

Temukan Makanan Berformalin Saat Sidak Pasar, Nakes di Sulsel Malah Didenda Rp 2 Miliar

Regional
BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Sulawesi

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Sulawesi

Regional
Kronologi Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya

Kronologi Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya

Regional
4 Tips OJK jika Warga Terpaksa Pinjam Duit ke Pinjol

4 Tips OJK jika Warga Terpaksa Pinjam Duit ke Pinjol

Regional
Trauma Letusan Gunung Semeru, Darmuji Pilih Mengungsi ke Jember: Kami Bingung dan Ketakutan

Trauma Letusan Gunung Semeru, Darmuji Pilih Mengungsi ke Jember: Kami Bingung dan Ketakutan

Regional
Tiga Kepsek SMA dan SMK Berprestasi di Tasikmalaya Kaget Diberhentikan Tanpa Alasan Jelas, Kini Bingung Bertugas di Mana

Tiga Kepsek SMA dan SMK Berprestasi di Tasikmalaya Kaget Diberhentikan Tanpa Alasan Jelas, Kini Bingung Bertugas di Mana

Regional
Kominfo Bilang Tak Usah Bayar Utang Pinjol Ilegal, Ini Kata OJK

Kominfo Bilang Tak Usah Bayar Utang Pinjol Ilegal, Ini Kata OJK

Regional
Memilukan, Pengakuan Bocah R: Diusir Mamak Aku, Kalau Tidak Pergi, Mau Dipotong Aku...

Memilukan, Pengakuan Bocah R: Diusir Mamak Aku, Kalau Tidak Pergi, Mau Dipotong Aku...

Regional
Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP di Kupang Alami Trauma Berat

Dicabuli Ayah Kandung, Siswi SMP di Kupang Alami Trauma Berat

Regional
Mayat di Kebun Bambu Ternyata Pelajar SMK yang 2 Hari Tak Pulang, Keluarga Sebut Korban Dijemput Teman

Mayat di Kebun Bambu Ternyata Pelajar SMK yang 2 Hari Tak Pulang, Keluarga Sebut Korban Dijemput Teman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.