Jelang Musim Hujan, Begini Upaya Wali Kota Eri Cahyadi Hadapi Ancaman Banjir di Surabaya

Kompas.com - 21/09/2021, 22:10 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan peninjauan ke lokasi pelebaran saluran air serta naturalisasi box culvert di Kecamatan Tandes dan Benowo, Selasa (21/9/2021). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat melakukan peninjauan ke lokasi pelebaran saluran air serta naturalisasi box culvert di Kecamatan Tandes dan Benowo, Selasa (21/9/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Menjelang musim hujan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peninjauan ke lokasi pelebaran saluran air serta naturalisasi box culvert.

Lokasi yang ditinjau berada di kawasan Surabaya Barat, tepatnya di wilayah Kecamatan Tandes dan Benowo.

Menggunakan motor kesayangannya, awalnya Eri meninjau pengerjaan pelebaran saluran di Jalan Raya Darmo Indah Surabaya.

Kemudian, dilanjutkan menuju Jalan Tubanan Baru, tepatnya di lokasi pembuatan bozem atau tempat penampungan air.

Saat berada di kedua lokasi itu, Eri Cahyadi terlihat melakukan rapat terbatas dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati dan jajarannya.

Baca juga: Pasien Covid-19 Melahirkan Bayi Laki-laki Saat Dirawat di RS Lapangan Surabaya

"Hari ini sama Kepala Dinas PU Bina Marga, kita melihat saluran-saluran yang sudah kita lakukan perbaikan. Jadi Insya Allah, dari daerah ini dibuatkan bozem, nanti ada pintu air," kata Eri di lokasi pengerjaan bozem di Jalan Tubanan Baru, Selasa (21/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, mengatasi genangan atau banjir tidak bisa dilakukan di satu titik lokasi, tapi dengan melihat kawasan.

Makanya, sebelum melakukan pelebaran saluran di Jalan Raya Darmo Indah, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan bozem untuk menampung air.

"Airnya ditampung di bozem, setelah itu saluran di sana baru diperlebar," ucap Eri.

Ia menyebut, setelah di kawasan ini sudah tidak terjadi genangan saat turun hujan, maka pengerjaan selanjutnya dapat difokuskan ke lokasi lain. Terutama, kawasan yang masih terjadi genangan air ketika turun hujan.

"Jadi kita baru kemudian ke kawasan lain yang masih ada genangan airnya. Yang posisinya ada di daerah Ketintang, Margodadi. Jadi penyelesaiannya tidak bisa per spot-spot, tapi harus berdasarkan zona," kata dia.

Di samping itu, Eri juga menjelaskan permasalahan genangan atau banjir, penyelesaiannya harus dilakukan dengan skala prioritas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Visum Anak Autis Tewas Dibunuh Orangtua, Polisi: Alat Vital Luka Lebam Ditendangi Ibu

Hasil Visum Anak Autis Tewas Dibunuh Orangtua, Polisi: Alat Vital Luka Lebam Ditendangi Ibu

Regional
Pendatang ke Banyumas Selama Libur Natal dan Tahun Baru Akan Dites Swab Acak

Pendatang ke Banyumas Selama Libur Natal dan Tahun Baru Akan Dites Swab Acak

Regional
Program Rutilahu 2022, Pemkot Surabaya Targetkan Perbaiki 800 Rumah

Program Rutilahu 2022, Pemkot Surabaya Targetkan Perbaiki 800 Rumah

Regional
Penyelundupan 100 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan di Aceh, Tiga Orang Ditangkap

Penyelundupan 100 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan di Aceh, Tiga Orang Ditangkap

Regional
Pesisir Brebes Diterjang Banjir Rob, Rumah Warga Tergenang Air Setinggi 50 Sentimeter

Pesisir Brebes Diterjang Banjir Rob, Rumah Warga Tergenang Air Setinggi 50 Sentimeter

Regional
Wisata di Kawasan Gunung Bromo Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Wisata di Kawasan Gunung Bromo Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Regional
Seorang Nelayan dengan Gejala Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Laut

Seorang Nelayan dengan Gejala Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Laut

Regional
BMKG: Perairan Talaud Berpeluang Terjadi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

BMKG: Perairan Talaud Berpeluang Terjadi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Regional
Edy Rahmayadi Klaim Serapan Anggaran Sumut Lebih Tinggi dari 2020

Edy Rahmayadi Klaim Serapan Anggaran Sumut Lebih Tinggi dari 2020

Regional
3.600 Aparat Gabungan Kawal Demo Buruh di Gedung Grahadi Surabaya

3.600 Aparat Gabungan Kawal Demo Buruh di Gedung Grahadi Surabaya

Regional
Gedung Sekolah Bantuan Pembaca Kompas di Majene Diresmikan

Gedung Sekolah Bantuan Pembaca Kompas di Majene Diresmikan

Regional
Rumah Dinasnya Diserang Preman, Wakil Ketua DPRD Riau: Saya Ada yang Kenal

Rumah Dinasnya Diserang Preman, Wakil Ketua DPRD Riau: Saya Ada yang Kenal

Regional
Seorang Warga Afghanistan Bakar Diri di Depan Kantor UNHCR Medan

Seorang Warga Afghanistan Bakar Diri di Depan Kantor UNHCR Medan

Regional
Video Viral Pasangan Mesum di Depan TK, Ini Kata Polisi dan Satpol PP

Video Viral Pasangan Mesum di Depan TK, Ini Kata Polisi dan Satpol PP

Regional
Reka Ulang Perampokan Gudang Rokok di Solo, Pelaku Membunuh dengan Tangan Kosong

Reka Ulang Perampokan Gudang Rokok di Solo, Pelaku Membunuh dengan Tangan Kosong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.