Tren Kasus Positif Covid-19 di Banten Menurun, Jokowi: Bagus, tapi Kewaspadaan Jangan Berkurang

Kompas.com - 21/09/2021, 17:10 WIB
Presiden Joko Widodo dihadapan para Kepala Daerah se-Provinsi Banten mengingatkan agar waspada walaupun tren kasus positif Covid-19 sudah menurun drastis. KOMPAS.COM/RASYID RIDHOPresiden Joko Widodo dihadapan para Kepala Daerah se-Provinsi Banten mengingatkan agar waspada walaupun tren kasus positif Covid-19 sudah menurun drastis.

SERANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dihadapan para Kepala Daerah se-Provinsi Banten mengingatkan agar lebih waspada walaupun tren kasus positif Covid-19 sudah menurun drastis.

Berdasarkan data yang diperolehnya, Banten pada tanggal 27 Juli 2021 lalu memiliki jumlah kasus aktif positif Covid-19 menembus puncaknya sebanyak 43.898 kasus.

Namun, pada 20 September 2021 jumlah kasus positif menurun drastis hingga 1.057 kasus.

Baca juga: Disorot Jokowi, Ini 3 Daerah di Banten yang Capaian Vaksinasinya Tak Sampai 20 Persen

"Banten ini bagus sekali tapi jangan diartikan menjadikan kewaspadaan saudara (kepala daera) semua berkurang. Ini adalah sebuah data kasus aktif turun 97 persen. Kita ingat di Banten ada 43 ribu kasus. Kemarin saya cek datanya tinggal 1.057 kasus ini bagus sekali," kata Jokowi saat memimpin rapat di Pendopo Gubernur Banten. Selasa (21/9/2021).

Untuk itu, Jokowi meminta bupati dan wali kota di Provinsi Banten untuk fokus dan berhati-hati menanggulangi pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun meminta jangan sampai kasus Covid-19 kembali meningkat di Banten.

Baca juga: Jokowi Kunjungi Banten untuk Cek Vaksinasi, Disdik: 57 Persen Pelajar di Banten Sudah Divaksin

"Pertahankan terus (jumlah) kasus kecil ini dengan jangka waktu yang lama. Sehingga barang itu (Covid-19) hilang dari Banten," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar ketersediaan obat-obatan, oksigen juga dikontrol.

Kemudian, program vaksinasi agar terus digencarkan sehingga masyarakat Banten terbentuk herd immunity.

"Terus menekan BOR (bed occupancy rate), cek kesiapan obat, cek kesiapan nakes kita, prokesnya dan percepatan vaksinasi, terutama prioritas lansia," tandas Jokowi.

Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, meski kasus positif sudah turun, pihaknya tetap waspada dan mengikuti arahan Presiden untuk menjalankan PPKM dalam rangka penanganan Covid-19.

"Akan kami lakukan (PPKM) sebagaimama perintah yang disampaikan (pemerintah pusat)," kata Wahidin.

Diungkapkan Wahidin, saat ini BOR atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Banten yang sebelumnya menembus angka 98 persen, kini sudah turun menjadi 4,2 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Regional
Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Regional
Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Regional
Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Regional
Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Regional
Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Regional
Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Regional
Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Regional
Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Regional
Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Regional
Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Regional
Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Regional
Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Regional
Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.