Alasan Garut Sulit Turun ke PPKM Level 1, Dinkes: Warga Antusias, Nakes Siap, tapi Vaksin Sedikit...

Kompas.com - 21/09/2021, 15:05 WIB
Antrian warga yang ingin di vaksin di Sentra Vaksinasi yang dibuka BPBD Provinsi Jabar di Pendopo Garut, Selasa (21/09/2021) yang telah dibuka sejak satu bulan lebih. Sehari bisa 2500 warga Garut di vaksin di tempat ini. KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGAntrian warga yang ingin di vaksin di Sentra Vaksinasi yang dibuka BPBD Provinsi Jabar di Pendopo Garut, Selasa (21/09/2021) yang telah dibuka sejak satu bulan lebih. Sehari bisa 2500 warga Garut di vaksin di tempat ini.

GARUT, KOMPAS.com – Salahsatu syarat bagi pemerintah daerah agar daerahnya bisa turun level pada pemberlakukan PPKM adalah, angka capaian vaksinasi harus diatas 50 persen.

Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 43 tahun 2021 terkait perpanjangan masa PPKM hingga 4 Oktober 2021, dalam dictum kedua mensyaratkan tingkat capaian vaksinasi menjadi salah satu syarat penurunan level PPKM.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengakui, salah satu hal yang membuat Garut sulit turun ke PPKM lebel 1 adalah ketersediaan vaksin.

“Maksudnya itu, antara kesiapan vaksinator dan ketersediaan vaksin tidak berimbang, Nakes siap, vaksinnya sedikit datangnya,” katanya saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Selasa (21/09/2021) pagi.

Baca juga: Ribuan Dosis Vaksin Sinovac Terbuang Sia-sia di Aceh Tenggara gara-gara Warga Enggan Divaksin

Warga antusias divaksin, tapi...

Leli menuturkan, dalam tiap event vaksinasi, yang terjadi adalah antara antusias masyarakat dengan ketersediaan vaksin belum berimbang. Akibatnya, ada masyarakat yang terpaksa tidak bisa di vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tenaga vaksinatornya siap sampai 15 ribu per hari, hanya datang vaksinnya sulit diprediksi,” katanya.

Saat ini, menurut Leli salah satu upaya pemerintah daerah untuk percepatan vaksinasi adalah dengan mengejar jumlah warga yang divaksin dosis pertama yang saat ini jumlahnya baru mencapai 18 persen.

Baca juga: 300.000 Dosis Vaksin Menumpuk di Sumbar, Ada yang Sudah Kedaluwarsa

 

Salahsatu strateginya adalah mempertahankan sentra vaksin yang saat ini ada di Pendopo Garut.

“Sentra vaksin ini sehari bisa 2.500 orang, hari ini selesai karena vaksinnya dari pemerintah provinsi, tapi Bupati sudah komitmen akan mempertahankan sentra vaksin ini, jadi sentra vaksin di pendopo akan tetap dibuka,” katanya.

Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Garut hingga 19 September 2021 pada sasaran lansia dari target sebanyak 167.731 orang, yang telah menjalani vaksin dosis pertama baru mencapai 20.898 atau 12,5 persen.

Sementara, untuk target masyarakat rentan dan umum, dari target sasaran sebanyak 1.420.742 secara keseluruhan baru mencapai target 14,5 persen atau setara dengan 205.505 warga yang terdiri dari remaja, ibu hamil dan disabilitas.

Baca juga: Ini Alasan Warga Aceh Enggan Divaksin hingga Ribuan Dosis Sinovac Terbuang Sia-sia

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian Nelayan yang Menyelam Saat Eksplorasi Kapal Van der Wijck: Lokasinya Angker

Kesaksian Nelayan yang Menyelam Saat Eksplorasi Kapal Van der Wijck: Lokasinya Angker

Regional
Eks Kades Korupsi Rp 695 Juta untuk Biaya 2 Kali Nikah, tapi Langsung Cerai, Sisa Duit Digandakan ke Dukun

Eks Kades Korupsi Rp 695 Juta untuk Biaya 2 Kali Nikah, tapi Langsung Cerai, Sisa Duit Digandakan ke Dukun

Regional
Polisi: Sistem Penagihan Pinjol Ilegal Meresahkan karena Ada Ancaman, Korbannya Depresi hingga Bunuh Diri

Polisi: Sistem Penagihan Pinjol Ilegal Meresahkan karena Ada Ancaman, Korbannya Depresi hingga Bunuh Diri

Regional
Viral, Knalpot Sitaan Dijual di Marketplace, Ini Kata Polrestabes Medan

Viral, Knalpot Sitaan Dijual di Marketplace, Ini Kata Polrestabes Medan

Regional
Pemerintah Berencana Ubah Status Pandemi Jadi Endemi, Gubernur Edy: Itu Harapan Kita

Pemerintah Berencana Ubah Status Pandemi Jadi Endemi, Gubernur Edy: Itu Harapan Kita

Regional
Soal Rp 450 M Dana Bansos yang Belum Cair, Pemprov Bali Bantah Pernyataan Menteri Risma, Ini Penjelasannya

Soal Rp 450 M Dana Bansos yang Belum Cair, Pemprov Bali Bantah Pernyataan Menteri Risma, Ini Penjelasannya

Regional
Akhir Pekan, Bus Pariwisata Masuk Yogya Harus Lewat One Gate System

Akhir Pekan, Bus Pariwisata Masuk Yogya Harus Lewat One Gate System

Regional
Susur Sungai di Ciamis Ternyata Tak Berizin, Awalnya Kegiatan Pungut Sampah, Polisi Selidiki Peran Penanggungjawab

Susur Sungai di Ciamis Ternyata Tak Berizin, Awalnya Kegiatan Pungut Sampah, Polisi Selidiki Peran Penanggungjawab

Regional
Pria Asal Jayapura Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Selokan di Surabaya

Pria Asal Jayapura Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Selokan di Surabaya

Regional
UB Kembangkan Teknologi Budidaya Melon, Menyiram Otomatis Sesuai Kebutuhan Nutrisi

UB Kembangkan Teknologi Budidaya Melon, Menyiram Otomatis Sesuai Kebutuhan Nutrisi

Regional
Sudah 4 Bulan, Atap SDN 015 Kota Bandung yang Ambruk Belum Diperbaiki

Sudah 4 Bulan, Atap SDN 015 Kota Bandung yang Ambruk Belum Diperbaiki

Regional
Terjerat Kasus Korupsi, Kepala Dindagkop Blora Dicopot dari Jabatannya

Terjerat Kasus Korupsi, Kepala Dindagkop Blora Dicopot dari Jabatannya

Regional
WN AS Pembunuh Ibu Dalam Koper di Bali Bebas Murni 29 Oktober 2021, Akan Langsung Dideportasi

WN AS Pembunuh Ibu Dalam Koper di Bali Bebas Murni 29 Oktober 2021, Akan Langsung Dideportasi

Regional
Kisah Kakak Adik di Karawang yang Hidup dengan Kelumpuhan

Kisah Kakak Adik di Karawang yang Hidup dengan Kelumpuhan

Regional
Cerita Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ayah: Dipanggil 'Abjad Alfabet', Setiap Pulang Sekolah Selalu Melapor...

Cerita Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ayah: Dipanggil 'Abjad Alfabet', Setiap Pulang Sekolah Selalu Melapor...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.