Soal Belajar Tatap Muka, Wali Kota Ambon: Kalau Sudah PPKM Level 2, Baru Kita Evaluasi...

Kompas.com - 21/09/2021, 12:44 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy usai meluncurkan Pekan Selebrasi Vaksinasi dalam rangka menyongsong HUT ke446 Kota Ambon di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (27/8/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon Richard Louhenapessy usai meluncurkan Pekan Selebrasi Vaksinasi dalam rangka menyongsong HUT ke446 Kota Ambon di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Jumat (27/8/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Ambon belum menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) meski kasus Covid-19 terus melandai.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, belajar tatap muka baru akan digelar saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2.

Baca juga: Internet Telkomsel Gangguan, Siswa SMA di Ambon Tak Bisa Belajar Daring

Saat ini PPKM di Kota Ambon masih menerapkan PPKM level 3 dan terus diperpanjang.

“Nanti kalau sudah level 2 baru kita evaluasi untuk PTM, itu yang strategis,” kata Richard saat dikonfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Ia mengaku, Pemkot Ambon masih berusaha mengendalikan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, Pemkot Ambon tak ingin mengambil risiko sekecil apa pun.

Menurut Richard, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan anjuran agar daerah PPKM level 3 menggelar sekolah tatap muka. Namun, Pemkot Ambon tak mau buru-buru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi ada rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar penerapan PTM bisa dilakukan setelah 80 persen siswa mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Memang ada anjuran dari Kemendikbud bisa dilakukan PTM, tapi kita juga pertimbangkan rekomendasi dari IDI,” ujarnya.

Pemkot Ambon ingin memastikan kasus Covid-19 di daerah itu dikendalikan terlebih dulu.

“Kalau sudah turun ke level 2 berarti kita sudah bisa kendalikan masalah ini, jadi kita tunggu saja saatnya nanti kita akan evaluasi PTM,” katanya.

Jika belajar tatap muka digelar, Pemkot Ambon akan memprioritaskan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan kelas lima serta enam sekolah dasar (SD). Pertimbangannya, tidak semua siswa SD bisa memahami penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Heboh Ular Piton Muncul di Jalan Raya di Ambon, Pengguna Jalan Ketakutan

“Jadi diprioritaskan untuk siswa SMP dan SD kelas lima dan enam dulu,” ujarnya.

Dari data yang diterima Kompas.com, hingga saat ini jumlah siswa di Kota Ambon yang telah mengikuti vaksinasi mencapai 50 persen lebih. Sedangkan jumlah warga yang telah menerima vaksin telah menembus angka 70 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Bocah SD di Surabaya Nyaris Diculik, Berhasil Kabur Saat Pelaku Lengah, Mulut Terluka karena Jatuh

Detik-detik Bocah SD di Surabaya Nyaris Diculik, Berhasil Kabur Saat Pelaku Lengah, Mulut Terluka karena Jatuh

Regional
Unik, Tentara Pink Squid Game Jaga Tes SKD Kemenkumham di Surabaya

Unik, Tentara Pink Squid Game Jaga Tes SKD Kemenkumham di Surabaya

Regional
Pemuda Mabuk Panjat Tower SUTET, Evakuasinya Berlangsung Menegangkan

Pemuda Mabuk Panjat Tower SUTET, Evakuasinya Berlangsung Menegangkan

Regional
Harapan Bupati Ibrahim Ali Usai Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung

Harapan Bupati Ibrahim Ali Usai Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung

Regional
Penjual 14 Kg Sisik Trenggiling Didenda Rp 100 Juta dan Terancam Penjara 5 Tahun

Penjual 14 Kg Sisik Trenggiling Didenda Rp 100 Juta dan Terancam Penjara 5 Tahun

Regional
Urus Sertifikat Tanah lewat Calo, 3 Warga Kampar Kena Tipu

Urus Sertifikat Tanah lewat Calo, 3 Warga Kampar Kena Tipu

Regional
Seorang Polisi di Lampung Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolda: Pasti Saya Pecat!

Seorang Polisi di Lampung Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolda: Pasti Saya Pecat!

Regional
Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Sang Ayah Dibebaskan, Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Sang Ayah Dibebaskan, Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Regional
Jembatan di Melawi Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Transportasi Putus

Jembatan di Melawi Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Transportasi Putus

Regional
Atlet Banyuwangi yang Berlaga di PON Papua Diguyur Bonus Rp 193 Juta

Atlet Banyuwangi yang Berlaga di PON Papua Diguyur Bonus Rp 193 Juta

Regional
Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan, Berhasil Kabur Saat Mobil Pelaku Berhenti di SPBU

Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan, Berhasil Kabur Saat Mobil Pelaku Berhenti di SPBU

Regional
Diduga Hina Rizieq Shihab dalam Video Viral, McDanny Dilaporkan ke Polrestabes Bandung

Diduga Hina Rizieq Shihab dalam Video Viral, McDanny Dilaporkan ke Polrestabes Bandung

Regional
Seorang Polisi dan ASN di Lampung Berkomplot Rampok Mobil Mahasiswa yang Sedang Nongkrong

Seorang Polisi dan ASN di Lampung Berkomplot Rampok Mobil Mahasiswa yang Sedang Nongkrong

Regional
Praktik Perguruan Tinggi Ilegal, 1 Ijazah Dibanderol Rp 7,5 Juta, Rektor Jadi Tersangka

Praktik Perguruan Tinggi Ilegal, 1 Ijazah Dibanderol Rp 7,5 Juta, Rektor Jadi Tersangka

Regional
2 Warga Ditangkap Bawa 14 Kilogram Sisik Trenggiling, KLHK: Itu untuk Pasar Luar Negeri

2 Warga Ditangkap Bawa 14 Kilogram Sisik Trenggiling, KLHK: Itu untuk Pasar Luar Negeri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.