Kalapas Tanjung Gusta Bantah Petugas Pukuli Napi karena Tak Diberikan Rp 40 Juta: Itu Mengada-ada

Kompas.com - 19/09/2021, 11:57 WIB
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1A Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno 

TRIBUN MEDAN/GITAKepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1A Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno

MEDAN, KOMPAS.com- Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan Erwedi Supriyatno membantah tudingan dalam video viral yang menyebutkan penganiayaan seorang napi dilakukan karena para warga binaan tidak mau memberi uang kepada pegawai lapas sebesar Rp 30 juta-Rp 40 juta.

Erwedi menyebut, tak mungkin para petugas sembarangan meminta uang kepada para napi. 

Baca juga: Viral, Video Napi Lapas Tanjung Gusta Medan Ngaku Dianiaya, Dipukuli jika Tak Bayar Rp 40 Juta ke Petugas

"Itu mengada-ada, karena tempat itu dihuni oleh warga binaan dengan risiko tinggi termasuk napi teroris. Tidak mungkin kita sembarang minta uang terus memindahkan mereka," ucap Erwedi, melalui sambungan telepon, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Ini Tindakan Pegawai Lapas Medan, Kami Bukan Binatang, Dimintai Rp 40 Juta, Dipukuli kalau Tak Dikasih

 

Namun, untuk kasus dugaan penganiayaan itu, sudah ada enam orang yang diperiksa secara maraton sejak Sabtu kemarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erwedi mengatakan, kemungkinan besar pihak terkait yang akan diperiksa lebih dari enam orang.

Dia memastikan, video viral itu direkam di Lapas Tanjung Gusta. Namun sampai saat ini belum bisa dipastikan siapa yang melakukan penganiayaan.

Erwedi tak akan menoleransi para pelaku jika terbukti melakukan penganiayaan. Sanksi tegas akan diberikan kepada pelaku.

Begitu juga jika penganiayaan dilakukan oleh sesama warga binaan.

"Nanti kita akan tindak sesuai dengan aturan yang ada," kata dia.

Terduga korban dan perekam

Erwedi menjelaskan, pria yang ada dalam video yang diduga dianiaya merupakan narapidana kasus narkoba berinisial S.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Seorang Warga Dibakar karena Rebutan Lahan, Camat Akan Diperiksa Polisi

Regional
Bupati Garut dan Pejabat RSU ke Lombok Diduga Bukan Rapat Evaluasi Covid-19

Bupati Garut dan Pejabat RSU ke Lombok Diduga Bukan Rapat Evaluasi Covid-19

Regional
Eks Kadishub Cilegon Sebut Uang Suap Pengelolaan Parkir Senilai Rp 530 Juta Diterima Sejumlah Pejabat

Eks Kadishub Cilegon Sebut Uang Suap Pengelolaan Parkir Senilai Rp 530 Juta Diterima Sejumlah Pejabat

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sorong, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan 1 Motor

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Sorong, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Trauma, Korban Pencabulan Guru Pesantren Tutup Telinga dan Menjerit Tak Tahan Dengar Suara Terdakwa

Trauma, Korban Pencabulan Guru Pesantren Tutup Telinga dan Menjerit Tak Tahan Dengar Suara Terdakwa

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Desember 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Desember 2021

Regional
Polisi Selidiki Kasus Hilangnya Pemuda asal Demak yang Hilang di Semarang

Polisi Selidiki Kasus Hilangnya Pemuda asal Demak yang Hilang di Semarang

Regional
Ditinggal Kunker, Suami Anggota DPRD Tuban Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Dilaporkan ke Polisi

Ditinggal Kunker, Suami Anggota DPRD Tuban Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Dilaporkan ke Polisi

Regional
30 Menit Terjebak Lahar Dingin, Lina Ajak Anak dan Ibunya Berlari Selamatkan Diri, Ini Ceritanya

30 Menit Terjebak Lahar Dingin, Lina Ajak Anak dan Ibunya Berlari Selamatkan Diri, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.