Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta, 2 CCTV Rusak, Tetangga Tak Dengar Suara Keributan

Kompas.com - 19/09/2021, 10:40 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Teror bom molotov terjadi di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarata, Sabtu (18/9/2021).

Teror tersebut baru diketahui Rp 05.00 WIB. Saat itu pegawai melihat bagian depan kantor sudah dalam keadaan gosong.

"Jadi kejadiannya itu, perkiraan kejadian di atas jam 01.00 dini hari sampai sebelum jam 05.00 pagi,” ujar Direktur LBH Yogyakarta Yogi Zul Fadhil saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Teror bom molotov tersebut baru pertama kali dialami LBH Yogyakarta.

Baca juga: Kantornya Dilempar Molotov, LBH Yogyakarta: Kami Tak Takut

“Memang ada beberapa kali ancaman tapi tidak dalam bentuk serangan molotov ini,” ungkap Yogi.

Ia mengatakan saat ini LBH Yogyakarta sedang melakukan pendampingan berbagai kasus struktural. Tak hanya di Yogyakarta, tapi juga melakukan pendampingan beberapa kasus di Jawa Tengah.

“Seperti pendampingan para petani yang ada di Wadas jawa Tengah, pembelaan terhadap dosen UP 45, lalu mendampingi masyarakat sipil soal larangan demo di Malioboro, dan pendampingan terhadap warga terdampak PLTU di Cilacap,” ungkap dia.

Baca juga: Polisi Temukan Pecahan Botol, Diduga dari Molotov yang Dilempar ke Kantor LBH Yogyakarta

Rencananya pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke Polresta Yogyakarta karena aksi teror tersebut masuk dalam ranah pidana.

“Rencana kami akan melaporkan peristiwa ini Polresta Yogyakarta. Karena saya rasa ini tindak pidana yang melanggar KUHP. Teror terhadap pembela hak asasi manusia dan organisasi bantuan hukum,” tegas Yogi.

Dua CCTV rusak, ditemukan pecahan botol

Kondisi kantor LBH Yogyakarta setelah mendapatkan aksi teror pelemparan molotov, Sabtu (18/9/2021)IST Kondisi kantor LBH Yogyakarta setelah mendapatkan aksi teror pelemparan molotov, Sabtu (18/9/2021)
Yogi mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan waktu pelemparan molotov karena dua kamera CCTV yang terpasang sudah lama tak berfungsi.

"Jadi kejadiannya itu, perkiraan kejadian di atas jam 01.00 dini hari sampai sebelum jam 05.00 pagi,” ujar Yogi saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Ia menegaskan pihaknya tidak takut untuk terus melakukan upaya-upaya pendampingan kepada masyarakat.

“Kami sama sekali tidak takut kejadian ini justru menambah semangat kami untuk maju membela masyarakat miskin korban ketidakadilan,” tegas Yogi.

Baca juga: Kantor LBH Yogyakarta Diteror dengan Bom Molotov

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Kotagede Iptu Mardiyanto mengatakan dugaan pelemparan molotov tersebut dilakukan saat kantor sepi.

Polisi masih terus melakukan pendalaman dengan cara meminta keterangan kepada warga yang ada di sekitar kantor LBH Yogyakarta.

Di sekitar kantor, terdapat dua CCTV yang terpasang. Namun, kedua CCTV tersebut dalam keadaan rusak.

“Ada dua CCTV tapi mati. Dari keterangan para tetangga juga tidak mendengar suara lemparan atau keributan,” ujar Mardiyanto, Sabtu.

Baca juga: Rumah Dinas Kadivpas Kemenkumham Riau Dilempar Bom Molotov

Selain itu dari pengcekan lokasi, polisi menemukan pecahan kaca bekas botol.

“Ada bekas botol bensin, lalu ada bekas terbakar oleh sebab itu cat temboknya mengelupas. Kalau dilihat dari bekasnya kemungkinan satu botol,” ungkap Iptu Mardiyanto.

Polisi menduga pelaku pelemparan kemungkinan dua orang satu mengendarai kendaraan dan satu orang bertugas untuk melempar molotov ke kantor LBH Yogyakarta.

"Jadi begitu lempar kemudian pergi. Dimungkinkan dua orang, satu pengendara satunya yang melempar," pungkasnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

170 Sapi di Brebes Jadi Suspek Penyakit Mulut dan Kuku

170 Sapi di Brebes Jadi Suspek Penyakit Mulut dan Kuku

Regional
Aksi Palang Jalan Berbuntut Anarkis di Kabupaten Sarmi Papua, Sekda dan Polisi Jadi Korban, 6 Pelaku Ditembak

Aksi Palang Jalan Berbuntut Anarkis di Kabupaten Sarmi Papua, Sekda dan Polisi Jadi Korban, 6 Pelaku Ditembak

Regional
Kisah Pilu Siswi MA di Demak, Diperkosa dan Dibunuh Kakak Ipar, Pelaku Mengaku Mencintai Korban

Kisah Pilu Siswi MA di Demak, Diperkosa dan Dibunuh Kakak Ipar, Pelaku Mengaku Mencintai Korban

Regional
Nagari Pariangan, Cikal Bakal Masyarakat Minangkabau yang Jadi Desa Terindah di Dunia

Nagari Pariangan, Cikal Bakal Masyarakat Minangkabau yang Jadi Desa Terindah di Dunia

Regional
Selamat Jalan Sang Guru Bangsa, Buya Syafi'i Maarif...

Selamat Jalan Sang Guru Bangsa, Buya Syafi'i Maarif...

Regional
Bukit Wairinding, Sumba: Lokasi, Rute, dan Daya Tarik

Bukit Wairinding, Sumba: Lokasi, Rute, dan Daya Tarik

Regional
Bukan dari Pemerintah, Warga Tahu Lahannya Masuk Wilayah IKN Justru dari Tetangga

Bukan dari Pemerintah, Warga Tahu Lahannya Masuk Wilayah IKN Justru dari Tetangga

Regional
Kisah Difabel yang Sukses Bangun Toko Mainan Ternama di Kota Semarang

Kisah Difabel yang Sukses Bangun Toko Mainan Ternama di Kota Semarang

Regional
Dilantik Jadi Penjabat Bupati Mappi, Ini Karier Michael Gomar di Pemkab Mimika

Dilantik Jadi Penjabat Bupati Mappi, Ini Karier Michael Gomar di Pemkab Mimika

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Sulung Ridwan Kamil Hilang Saat Berenang di Swiss | Dokter Faisal Ditemukan di Penginapan

[POPULER NUSANTARA] Anak Sulung Ridwan Kamil Hilang Saat Berenang di Swiss | Dokter Faisal Ditemukan di Penginapan

Regional
Cerita di Balik Ditemukannya Dokter Faisal, Ternyata Ada Masalah dengan Istri hingga Ditemukan KTP Palsu

Cerita di Balik Ditemukannya Dokter Faisal, Ternyata Ada Masalah dengan Istri hingga Ditemukan KTP Palsu

Regional
Belum Penuhi Undangan Jokowi ke Jakarta, FX Rudy Tunggu Waktu yang Tepat

Belum Penuhi Undangan Jokowi ke Jakarta, FX Rudy Tunggu Waktu yang Tepat

Regional
Menghilang 20 Hari, Dokter Faisal Bikin KK Palsu dan Jadikan Teman Wanitanya Berstatus Istri

Menghilang 20 Hari, Dokter Faisal Bikin KK Palsu dan Jadikan Teman Wanitanya Berstatus Istri

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 28 Mei 2022, Pagi Berawan Tebal, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 28 Mei 2022, Pagi Berawan Tebal, Sore Hujan Ringan

Regional
Warga IKN Minta Kompensasi Menguntungkan: Bila Tidak, Saya Akan Bertahan!

Warga IKN Minta Kompensasi Menguntungkan: Bila Tidak, Saya Akan Bertahan!

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.