Kompas.com - Diperbarui 26/06/2022, 10:21 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejak 2 minggu terakhir, Kota Blitar, Jawa Timur menjadi sorotan setelah Suroto, peternak ayam petelur diamankan polisi usai membentangkan poster ke arah Presiden Jokowi.

Saat itu Kepala Negara sedang melinta di Jalan Moh Hatta Kota Blitar pada Selasa (7/9/2021).

Setelah kejadian tersebut, Suroto diundang Jokowi ke Istana Kepresidenan pada Rabu (15/9/2021). Ia diundang untuk berdialog bersama para peternak ayam lainnya,

Baca juga: Bertemu Jokowi, Suroto Mengatakan Peternak Ingin Harga Jagung yang Wajar, Presiden Mengiyakan

Profil Kota Blitar

Kota Blitar yang juga dikenal dengan sebutan Kota Patria, Kota Lahar dan Kota Proklamator secara legal-formal didirikan pada tanggal 1 April 1906.

Dikutip dari blitarkota.go.id, Kota Blitar merupakan wilayah terkecil kedua di Propinsi Jawa Timur setelah Kota Mojokerto.

Wilayah Kota Blitar dikelilingi oleh Kabupaten Blitar dengan batas:

  • Sebelah Utara : Kecamatan Garum dan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar
  • Sebelah Timur: Kecamatan Kanigoro dan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Sanankulon dan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar
  • Sebelah Barat : Kecamatan Sanankulon dan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.

Kota Blitar memiliki udara yang cukup sejuk karena berada di kaki Gunung Kelud yang berjarak sekitar 160 km ke arah tenggara dari Ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Kota Blitar dengan luas wilayah kurang lebih 32,58 km2.

Kota tersebut terbagi menjadi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Kepanjenkidul, dan Kecamatan Sananwetan dengan total 21 kelurahan.

Baca juga: Usai Bentangkan Poster, Suroto Diperiksa 4 Jam di Kantor Polisi, Ketakutan Saat Pulang Seorang Diri

Sejarah Kota Blitar

Foto keluarga Smith di Blitar yang diambil tahun 1912digitalcollections.universiteitleiden Foto keluarga Smith di Blitar yang diambil tahun 1912
Sejarah menceritakan di masa lalu, bangsa Tartar dari Asia Timur sempat menguasai sebuah wilayah yang saat ini bernama Blitar.

Kerajaan Majapahit kemudian membebaskan wilayah tersebut dengan mengirim utusan yang berna,a Nilasuwarna.

Akhirnya Nilasuwarna berhasil memukul mundur bangsa Tartar. Atas jasanya, ia kemudian dianugrahi gelar sebagai Adipati Aryo Blitar I.

Ia pun memimpin kawasan yang berhasil ia rebut dari bangsa Tartar. Tanah yang ia bebaskan kemudian ia beri nama Blitar yang berarti kembali pulangnya bangsa Tartar.

Baca juga: 30 Persen Warga Blitar Tak Hadiri Vaksinasi Dosis Kedua, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan

Setelah itu terjadi konflik saat sang patih, Ki Sengguruh Kinareja ingin mempersunting istri Adipati Aryo Blitar I yang bernama Dewi Rayung Wulan.

Singkat kata Adipati Aryo Blitar I lengser dan digantikan Sengguruh yang bergelar Adipati Aryo Blitar II.

Lalu terjadi pemberontakan. Aryo Blitar II dipaksa turun oleh Joko Kandung, anak dari Aryo Blitar I. Joko Kandung bergelar Adipati Aryo Blitar III.

Namun kepemimpinan Joko Kandung dihentikan oleh kedatangan bangsa Belanda. Pada tahun 1723 di bawah Kerajaan Kartasura Hadiningrat pimpinan Raja Amangkurat, Blitar jatuh ke tangan penjajah Belanda.

Baca juga: Blitar Satu-satunya Daerah Zona Oranye di Jatim, Wali Kota: Banyak Warga Enggan Dites meski Kontak Erat

Foto keluarga Eropa di rumahnya yang ada di Blitar diambil oleh forografer Sie Sioe Lin tahun 1903.digitalcollections.universiteitleiden Foto keluarga Eropa di rumahnya yang ada di Blitar diambil oleh forografer Sie Sioe Lin tahun 1903.
Kala itu Raja Amangkurat menghadiahkan Blitar sebagai daerah kekuasaan pada Belanda yang dianggap berjasa membantu Amangkurat menyelesaikan perang saudara termasuk perang dengan Aryo Blitar III yang berupaa\ya merebut kekuasaannya.

Blitar pun beralih ke genggaman kekuasaan Belanda dan mengakhiri eksistensi Kadipaten Blitar sebagai daerah perdikan.

Pada tanggal 1 April 1906, Kota Blitar berstatus gemeente (kota praja) berdasarkan peraturan Staatsblad van Nederlandsche Indie no 150/1906.

Baca juga: Gelar Latihan Pemadaman Kebakaran, Lapas Blitar Tak Libatkan Napi, Ini Alasannya

Di tahun yang sama juga terbentuk kota lain di Pulau Jawa antara lain Batavia, Buitenzorg, Bandoeng, Cheribon, Magelang, Samarang, Salatiga, Madioen, Malang, Soerrabaja dan Pasoeroean.

Setelah menjadi kotapraja, dibentuklah Dewan Kotapraja Blitar yang beranggotakan 13 orang dan mendapatkan subsidi 11.850 gulden dari Pemerintah Hindia Belanda.

Untuk jabatan burgemeester (wali kota) dirangkap oleh Residen Kediri.

Baca juga: Peternak Ayam Blitar Geruduk Bank, Bentangkan Poster Pailit Serempak, Ini Tuntutan Mereka

Foto orang-orang Eropa yang diambil tahun 1932digitalcollections.universiteitleiden Foto orang-orang Eropa yang diambil tahun 1932
Pada zaman kependudukan Jepang, berdasarkan Osamu Siorei, pada tahun 1042 Kota Blitar disebut sebagai Blitar-shi dan dipimpin oleh seorang shi-ch.

Blitar juga tak bisa dilepas dari dari sosok Soedancho Suprijadi.

Pada 14 Februari 1945, Soedancho Suprijadi memimpin pemberontakan yang menjadi perlawanan paling dahsyat atas kependudukan Jepang di Indonesia.

Setelah pemberontakan tersebut, untuk kali pertamanya di bumi pertiwi ini Sang Saka Merah Putih berkibar.

Adalah Partohardjono, salah seorang anggota pasukan Suprijadi yang mengibarkan Sang Merah Putih di tiang bendera yang berada di seberang asrama PETA.

Baca juga: Kejar Target Testing, Kota Blitar Sediakan Layanan Tes Antigen Gratis, Ini Lokasinya...

Kini tiang bendera itu berada di dalam kompleks TMP Raden Widjaya, yang dikenal pula sebagai Monumen Potlot.

Beberapa bulan setelah pemberontakan tersebut, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Rakyat Kota Blitar pun menyambutnya dengan gembira dan segera mengikrarkan diri berada di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai bukti keabsahan keberadaan Kota Blitar dalam Republik Indonesia, pemerintah mengeluarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1945 tentang perubahan nama “Blitar Shi” menjadi "Kota Blitar".

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Kebakaran Cari Emas yang Hilang, Rumah dan Usaha Hangus, Sisakan Baju di Badan

Korban Kebakaran Cari Emas yang Hilang, Rumah dan Usaha Hangus, Sisakan Baju di Badan

Regional
Rekam Persetubuhan dengan Perempuan Muda, Kepala Dusun di Jambi Ditangkap

Rekam Persetubuhan dengan Perempuan Muda, Kepala Dusun di Jambi Ditangkap

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sumba Timur NTT

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sumba Timur NTT

Regional
Mahasiswa UHO Kendari Dibusur OTK, Mata Kiri Terluka

Mahasiswa UHO Kendari Dibusur OTK, Mata Kiri Terluka

Regional
Tak Sengaja Pasang Bendera Terbalik, Nenek di Riau Ini Berkali-kali Minta Maaf ke Polisi dan Nyanyi Indonesia Raya

Tak Sengaja Pasang Bendera Terbalik, Nenek di Riau Ini Berkali-kali Minta Maaf ke Polisi dan Nyanyi Indonesia Raya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bripka RR di Mata Tetangga | Kisah Cinta Mahasiswa KKN dan Anak Kades

[POPULER NUSANTARA] Bripka RR di Mata Tetangga | Kisah Cinta Mahasiswa KKN dan Anak Kades

Regional
Pemberontakan DI/TI di Aceh: Penyebab, Tokoh, dan Akhir

Pemberontakan DI/TI di Aceh: Penyebab, Tokoh, dan Akhir

Regional
Pipa Minyak Pertamina Kembali Bocor di Blora, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup

Pipa Minyak Pertamina Kembali Bocor di Blora, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup

Regional
Akhir Tragis Kisah Cinta Sang Guru TK, Tewas Dibunuh Kekasihnya

Akhir Tragis Kisah Cinta Sang Guru TK, Tewas Dibunuh Kekasihnya

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 13 Agustus 2022: Cerah Berawan pada Malam Hari

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 13 Agustus 2022: Cerah Berawan pada Malam Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 13 Agustus 2022: Cerah di Siang hingga Sore Hari

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 13 Agustus 2022: Cerah di Siang hingga Sore Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 13 Agustus 2022: Pagi Berawan, Sore Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 13 Agustus 2022: Pagi Berawan, Sore Cerah Berawan

Regional
Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Regional
Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Regional
DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.