Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Video Dugaan Pungli Rp 50.000 di Pos Polisi Mamuju Tengah, Sopir Truk Protes hingga Sebabkan Macet Panjang

Kompas.com - 18/09/2021, 12:01 WIB
Junaedi,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

MAMUJU TENGAH, KOMPAS.com - Sebuah video amatir beredar di media sosial, memperlihatkan deretan truk ekspedisi di depan sebuah pos polisi di Mamuju Tengah (Mateng). Deretan truk tersebut memicu kemacetan panjang di lajur jalan tersebut.

Video amatir itu direkam oleh akun inisial W dan kemudian viral di media sosial (medsos).

Dalam video tersebut, saat perekam melintas, tampak sejumlah sopir truk tampak berkumpul di salah satu sisi jalan.

Baca juga: Minta Uang ke Pengendara yang Mau Lewat Jembatan, Preman Ditangkap Polisi, Korban Diminta Melapor

Mereka terlihat berteriak, mengumpat oknum petugas yang menyita kunci truknya lantaran menolak membayar Rp 50.000 per truk, seperti diminta petugas.

Diduga, mereka protes pada aksi petugas yang meminta pungutan Rp 50.000 per truk. Sehingga sengaja memarkirkan kendarannya di sekitar pos dan memicu kemacetan panjang.

Namun sepanjang rekaman video tersebut, tak ada bukti petugas meminta uang ke sopir truk.

Menyikapi beredarnya video pungli polisi di media sosial, Polres Mamuju Tengah pun bertindak.

Baca juga: Tarik Pungli Rp 800.000 ke Pasien Operasi, Dokter Bedah RSUD Klungkung Bali Disanksi Turun Pangkat

Perekam video dicari polisi

Kapolres Mateng AKBP M Zaky mengaku kini tengah mencari tahu kebenaran video sopir yang mengaku jadi korban pungli oknum aparat polisi.

Kapolres telah memerintahkan Propam untuk memeriksa para saksi, baik sopir yang terdapat di video viral maupun petugas yang saat itu bertugas di pos lantas Mateng.

"Jika terbukti ada anggota kami yang melakukan pungli seperti imformasi dalam video tersebut, kami tentu akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum polisi yang bersangkutan sesua ketentuan yang ada,” tegas Kapolres Mateng AKBP M. Zaky, Sabtu (18/9/2021).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nasib Pilu Nakes Diperkosa 3 Pria di Simalungun, 5 Bulan Pelaku Baru Berhasil Ditangkap

Nasib Pilu Nakes Diperkosa 3 Pria di Simalungun, 5 Bulan Pelaku Baru Berhasil Ditangkap

Regional
Kepsek SMK di Nias Bantah Aniaya Siswanya sampai Tewas, Sebut Hanya Membina

Kepsek SMK di Nias Bantah Aniaya Siswanya sampai Tewas, Sebut Hanya Membina

Regional
30 Ibu Muda di Serang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

30 Ibu Muda di Serang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Regional
Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Regional
Pimpinan Ponpes Cabul di Semarang Divonis 15 Tahun Penjara

Pimpinan Ponpes Cabul di Semarang Divonis 15 Tahun Penjara

Regional
Viral, Video Penggerebekan Judi di Kawasan Elit Semarang, Ini Penjelasan Polisi

Viral, Video Penggerebekan Judi di Kawasan Elit Semarang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pj Wali Kota Tanjungpinang Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah

Pj Wali Kota Tanjungpinang Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah

Regional
Polisi Aniaya Istri Gunakan Palu Belum Jadi Tersangka, Pelaku Diminta Mengaku

Polisi Aniaya Istri Gunakan Palu Belum Jadi Tersangka, Pelaku Diminta Mengaku

Regional
Ngrembel Asri di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Ngrembel Asri di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Gunung Ruang Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu 400 Meter, Status Masih Awas

Gunung Ruang Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu 400 Meter, Status Masih Awas

Regional
Lansia Terseret Banjir Bandang, Jasad Tersangkut di Rumpun Bambu

Lansia Terseret Banjir Bandang, Jasad Tersangkut di Rumpun Bambu

Regional
Polda Jateng: 506 Kasus Kecelakaan dan 23 Orang Meninggal Selama Mudik Lebaran 2024

Polda Jateng: 506 Kasus Kecelakaan dan 23 Orang Meninggal Selama Mudik Lebaran 2024

Regional
Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Sudirman Said: Cukup Sekali Saja

Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Sudirman Said: Cukup Sekali Saja

Regional
Bupati dan Wali Kota Diminta Buat Rekening Kas Daerah di Bank Banten

Bupati dan Wali Kota Diminta Buat Rekening Kas Daerah di Bank Banten

Regional
Pengusaha Katering Jadi Korban Order Fiktif Sahur Bersama di Masjid Sheikh Zayed Solo, Kerugian Rp 960 Juta

Pengusaha Katering Jadi Korban Order Fiktif Sahur Bersama di Masjid Sheikh Zayed Solo, Kerugian Rp 960 Juta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com