Uji Coba Pembukaan Makam Bung Karno, PeduliLindungi Tetap Digunakan meski Tak Semua Peziarah Miliki Gawai

Kompas.com - 17/09/2021, 11:14 WIB
Wali Kota Blitar Santoso di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANIWali Kota Blitar Santoso di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Satgas Covid-19 Kota Blitar memastikan diterapkannya aplikasi PeduliLindungi pada uji coba pembukaan Makam Presiden Soekarno bagi masyarakat umum.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, Satgas Covid-19 akan tetap menerapkan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat bagi pengunjung yang hendak memasuki Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar.

Terlepas dari segala kekurangan dari aplikasi pengecekan status vaksinasi seseorang itu, Santoso mengatakan, pihaknya tidak mau menabrak aturan yang telah ditetapkan Satgas Covid-19 pusat.

"Dengan kami level 3 (PPKM) ini ada beberapa kelonggaran, dengan catatan harus tetap prokes dan memakai konsep PeduliLindungi," ujar Santoso saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2021).

Santoso menyadari bahwa penerapan aplikasi PeduliLindungi akan menghalangi banyak peziarah Makam Bung Karno yang memiliki keterbatasan akses pada telepon pintar di mana aplikasi PeduliLindungi bisa digunakan.

Baca juga: Surabaya Berstatus Level 1 Berdasarkan Asesmen Kemenkes, Eri Cahyadi: Ayo Kita Jaga

"Ya, itu konsekuensinya. Kami harus mematuhi ketentuan pusat," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uji coba pembukaan Makam Bung Karno, lanjut dia, di satu sisi memberikan kesempatan untuk dapat kembali mencari nafkah dari adanya kunjungan masyarakat.

"Tapi kemudian kami juga tidak 'nabrak' aturan yang digariskan oleh pusat," tambah dia.

Santoso menyadari, penutupan Makam Bung Karno selama pandemi Covid-19 terutama selama pemberlakuan PPKM mengakibatkan kebuntuan ekonomi bagi banyak warga.

Mereka adalah ratusan keluarga di Kota Blitar yang selama ini menggantungkan hidupnya dari destinasi wisata, khususnya Makam Bung Karno, seperti pedagang suvenir, penarik becak, dan pemilik homestay.

Hanya status hijau boleh masuk

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tri Iman Prasetyono mengatakan, hanya pengunjung yang status aplikasi PeduliLindungi-nya berwarna hijau atau sudah divaksin dua dosis yang diperkenankan masuk ke area pusara Makam Bung Karno.

Namun, pihaknya juga mengusulkan kepada Satgas Covid-19 agar pengunjung yang tidak dapat menggunakan aplikasi PeduliLindungi tetap mendapatkan kesempatan untuk masuk ke Makam Bung Karno.

Sebagai gantinya, pengunjung harus dapat menunjukkan surat bukti telah mendapatkan suntikan vaksin sebanyak dua dosis.

"Alternatifnya selain aplikasi PeduliLindungi kami usulkan pengunjung membawa bukti kartu vaksin dua dosis. Kalau disetujui, kami akan sosialisasikan ke perusahaan travel agar pengunjung membawa bukti tersebut," ujar dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.