Kompas.com - 16/09/2021, 15:45 WIB
Rumah nenek Paini di Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar habis dilalap api pada Rabu tengah malam (15/9/2021) Dok. Polres BlitarRumah nenek Paini di Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar habis dilalap api pada Rabu tengah malam (15/9/2021)

BLITAR, KOMPAS.com - Seorang nenek yang sudah pikun selamat dari api yang membakar habis rumahnya di Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Rabu (15/9/2021) tengah malam.

Paini, perempuan yang berusia lebih dari 70 tahun itu, sempat berteriak saat rumahnya terbakar pada Rabu malam.

Tetangganya, Dwi Mulyono (42) langsung berlari setelah mendengar teriakan itu. Saat itu, api sudah membakar sebagian besar rumah Paini.

Kapolsek Selorejo AKP Eddy Sumartono mengatakan, berkat aksi heroik Mulyono, nenek Paini yang tinggal seorang diri itu selamat dari maut.

"Korban ini janda, tinggal seorang diri dan sudah agak pikun," ujar Eddy saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: TNI Klaim Komandan Operasi KKB Tewas Saat Kontak Senjata di Kiwirok, Papua

Eddy menjelaskan, teriakan itu berulang kali didengar Mulyono sekitar pukul 23.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulyono pun mencoba masuk melalui pintu depan rumah yang terkunci dari dalam. Mulyono seorang diri mendobrak pintu itu.

Saat berhasil masuk, api sudah berkobar di ruang tengah dan ruang tamu rumah Paini. Sementara Paini berada di dapur.

Akhirnya Mulyono kembali keluar melalui pintu depan, memutar ke belakang dan mendobrak pintu dapur.

"Jadi api sudah berkobar dan proses penyelamatan nenek Paini ini cukup makan waktu," ujar Eddy.

Di dapur yang sudah mulai terbakar, Mulyono mendapati Paini panik. Mulyono lalu menggendong Paini keluar.

Tidak berselang lama setelah Paini berhasil diselamatkan, dapur yang terbuat dari bilik bambu itu habis dilalap api.

 

Ketika pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar dua jam kemudian, kata Eddy, api sudah melumat habis rumah Paini.

"Ya yang tersisa tinggal temboknya saja. Atap rumah dan dapur tidak tersisa," katanya.

Menumpuk sampah plastik di ruang tamu

Kobaran api, kata Eddy, sulit dipadamkan karena Paini selama ini gemar mengumpulkan sampah plastik di ruang tamu rumahnya.

Baca juga: Blitar Satu-satunya Daerah Zona Oranye di Jatim, Wali Kota: Banyak Warga Enggan Dites meski Kontak Erat

Kegemaran itu, ujar Eddy, kemungkinan karena faktor kepikunan Paini.

"Bukan, dia bukan pemulung. Gak tahu, tapi cerita tetangganya itu suka mengumpulkan sampah plastik di ruang tamu sampai menggunung," tuturnya.

Mengenai penyebab kebakaran, lanjut Eddy, pihaknya sementara menduga akibat percikan api dari efek arus pendek aliran listrik di kabel rumah korban.

Polisi menaksir kebakaran itu menyebabkan kerugian hingga Rp 80 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan yang Terjebak Banjir di Kawasan Senggigi Berhasil Dievakuasi

Wisatawan yang Terjebak Banjir di Kawasan Senggigi Berhasil Dievakuasi

Regional
Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja di Bandung Ternyata Curi Data dari Situs BPJS Ketenagakerjaan

Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja di Bandung Ternyata Curi Data dari Situs BPJS Ketenagakerjaan

Regional
Kadis ESDM Sultra Jadi Tersangka Korupsi Izin Pertambangan

Kadis ESDM Sultra Jadi Tersangka Korupsi Izin Pertambangan

Regional
Jembatan Gladak Perak Putus akibat Erupsi Semeru, Khofifah Sebut Kemungkinan Bangun Jembatan Gantung Sementara

Jembatan Gladak Perak Putus akibat Erupsi Semeru, Khofifah Sebut Kemungkinan Bangun Jembatan Gantung Sementara

Regional
Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Regional
Pengirim 2 Peti Mati dan Salib di Dairi Akhirnya Terungkap

Pengirim 2 Peti Mati dan Salib di Dairi Akhirnya Terungkap

Regional
Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga, Mahasiswa Blitar Tuntut Polri Terbuka Ungkap Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB

Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga, Mahasiswa Blitar Tuntut Polri Terbuka Ungkap Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB

Regional
Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Regional
Jelang PPKM Level 3 Serentak, Lampu PJU di Kota Tegal Dipadamkan

Jelang PPKM Level 3 Serentak, Lampu PJU di Kota Tegal Dipadamkan

Regional
Rekomendasi Kementerian ESDM dan PVMBG, Pengungsian Ditempatkan Berdasarkan Peta KRB

Rekomendasi Kementerian ESDM dan PVMBG, Pengungsian Ditempatkan Berdasarkan Peta KRB

Regional
Lelang Moge untuk Korban Banjir Bandang dan Erupsi Semeru, YouTuber Doni Salmanan Kumpulkan Rp 2 Miliar

Lelang Moge untuk Korban Banjir Bandang dan Erupsi Semeru, YouTuber Doni Salmanan Kumpulkan Rp 2 Miliar

Regional
Dosen Unsri Jadi Tersangka Pelecehan Mahasiswi, Terancam 9 Tahun Penjara

Dosen Unsri Jadi Tersangka Pelecehan Mahasiswi, Terancam 9 Tahun Penjara

Regional
Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Regional
3 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

3 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

Regional
Ganjar Peringatkan Penambang di Lereng Gunung Merapi: Minggir Dulu, Bahaya

Ganjar Peringatkan Penambang di Lereng Gunung Merapi: Minggir Dulu, Bahaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.