Kompas.com - 16/09/2021, 15:43 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk anak freepikIlustrasi vaksin Covid-19 untuk anak

MADIUN, KOMPAS.com- Sekitar seribu anak yang duduk di bangku kelas enam SD mengikuti vaksinasi covid-19 di gedung SDN 2 Mojorejo Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).

Ribuan anak-anak berumur 12 tahun itu divaksin sebagai syarat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi sekolah dasar yang digelar mulai Senin (20/9/2021).

“Jadi hari ini ada vaksinasi anak SD yang umurnya sudah 12 tahun. Seluruh anak kelas enam yang rata-rata berumur 12 tahun kita vaksin semuanya,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi kepada Kompas.com, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Kesaksian Saat Puting Beliung Landa Madiun, Atap Rumah sampai Terbang, Warga Lari Berhamburan

Maidi menyatakan, vaksinasi Covid-19 bagi seribuan anak SD tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan saat mengikuti PTM terbatas di sekolah.

Apalagi sebelumnya seluruh guru sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dari Pemkot Madiun.

Tak hanya vaksin, Maidi menuturkan, seluruh siswa SD yang akan mengikuti PTM diwajibkan menjalankan tes rapid antigen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuannya, agar siswa yang mengikuti PTM dipastikan tidak terpapar Covid-19.

“Seluruh siswa SD yang akan mengikuti PTM kami rapid antigen semuanya. Bila ditemukan ada yang sakit (reaktif antigen) maka segera dirawat agar cepat sembuh,” kata Maidi.

Baca juga: Warga Temukan Struktur Bata Kuno di Demangan Madiun, BPCB Jatim Ekskavasi di 6 Titik

Ilustrasi rapid test.AP/CECILIA FABIANO/LAPRESSE via ABC INDONESIA Ilustrasi rapid test.
Penyelenggaraan rapid antigen bagi 1000-an siswa dilakukan di 14 laboratorium kesehatan swasta yang sudah resmi bekerja sama dengan Pemkot Madiun.

Bagi Maidi, kondisi siswa, guru dan tenaga kependidikan yang sudah tervaksin covid-19 akan menjadikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka lebih tenang dan nyaman.

Tak hanya itu, orangtua siswa pun tidak khawatir menyekolahkan anak-anak di masa pandemi.

Ia menambahkan untuk sementara anak SD yang divaksin covid-19 minimal berumur 12 tahun. Hal itu sesuai dengan petunjuk dan edara dari Kemenkes RI.

Berdayakan UKS

Untuk mengantisipasi siswa yang sakit saat mengikuti PTM, Maidi meminta setiap sekolah mengaktifkan kembali keberadaan unit kesehatan sekolah (UKS).

Keberadaan UKS penting agar saat ditemukan anak sakit saat mengikuti PTM segera tertangani.

Bahkan Maidi meminta bila ditemukan anak yang sakit ketika mengikuti PTM segera dilakukan rapid antigen untuk memastikan terpapar Covid-19 atau tidak.

“Seluruh UKS harus memiliki alat rapid antigen sendiri. Sehingga saat ada anak sakit dapat dilakukan pengecekan langsung terpapar tidaknya anak tersebut (dari covid-19),” ungkap Maidi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Penjelasan Moeldoko

PPKM Level 3 Batal Diterapkan Saat Nataru, Ini Penjelasan Moeldoko

Regional
Disebut Jual Tengkleng Terlalu Mahal, Harsi Mengaku Tak Buat Daftar Harga karena Tak Bisa Baca Tulis

Disebut Jual Tengkleng Terlalu Mahal, Harsi Mengaku Tak Buat Daftar Harga karena Tak Bisa Baca Tulis

Regional
Ibu Muda Diperkosa Berulang Kali oleh Teman Suami, Mengaku Dicekoki Narkoba dan Bayinya Dianiaya Pelaku

Ibu Muda Diperkosa Berulang Kali oleh Teman Suami, Mengaku Dicekoki Narkoba dan Bayinya Dianiaya Pelaku

Regional
PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Wagub Bali: Terima Kasih...

PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Wagub Bali: Terima Kasih...

Regional
IKA UB Bentuk Tim agar Kasus Hukum Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah Ditangani secara Transparan

IKA UB Bentuk Tim agar Kasus Hukum Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah Ditangani secara Transparan

Regional
Epidemiolog Khawatir Mobilitas Warga Meningkat Saat Natal dan Tahun Baru Setelah PPKM Level 3 Dibatalkan

Epidemiolog Khawatir Mobilitas Warga Meningkat Saat Natal dan Tahun Baru Setelah PPKM Level 3 Dibatalkan

Regional
Kapal Nelayan Karam di Laut Kalbar karena Mesin Rusak dan Gelombang, 4 ABK Selamat

Kapal Nelayan Karam di Laut Kalbar karena Mesin Rusak dan Gelombang, 4 ABK Selamat

Regional
Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Regional
Tengkleng Bu Harsi Solo Viral karena Dianggap Mahal, Pembeli Mengaku Bayar Rp 150.000 untuk 2 Porsi

Tengkleng Bu Harsi Solo Viral karena Dianggap Mahal, Pembeli Mengaku Bayar Rp 150.000 untuk 2 Porsi

Regional
Cerita Ayu, Ibu Hamil 9 Bulan yang Lolos dari Awan Panas Gunung Semeru, Berlari hingga Kaki Terinjak-injak Warga

Cerita Ayu, Ibu Hamil 9 Bulan yang Lolos dari Awan Panas Gunung Semeru, Berlari hingga Kaki Terinjak-injak Warga

Regional
Usai Bentrok dengan Polisi, Warga Desa Tamilow Maluku Tengah Blokade Jalan

Usai Bentrok dengan Polisi, Warga Desa Tamilow Maluku Tengah Blokade Jalan

Regional
Polisi Bersitegang dengan Warga Desa Tamilow, Polda Maluku: Jika Anggota Salah Tak Akan Dibela

Polisi Bersitegang dengan Warga Desa Tamilow, Polda Maluku: Jika Anggota Salah Tak Akan Dibela

Regional
'Ini Jelas Menakut-nakuti Masyarakat, Seperti Terjadi Kerusuhan Besar atau Mau Menangkap Penjahat Negara'

"Ini Jelas Menakut-nakuti Masyarakat, Seperti Terjadi Kerusuhan Besar atau Mau Menangkap Penjahat Negara"

Regional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan, Moeldoko Sebut Tetap Banyak Pembatasan

PPKM Level 3 Batal Diterapkan, Moeldoko Sebut Tetap Banyak Pembatasan

Regional
Diterjang Angin Kencang, 3 Rumah Guru di NTT Ambruk

Diterjang Angin Kencang, 3 Rumah Guru di NTT Ambruk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.