Timbulkan Kerumunan, Acara Musik Campursari di Ponorogo Dibubarkan Polisi

Kompas.com - 16/09/2021, 14:35 WIB
BUBARKAN--Aparat Polsek Ngrayun membubarkan acara musik elekton yang digelar OL (41),  seorang warga di Dukuh Manggis,  Desa Selur , Kecamatam Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (15/09/2021).  KOMPAS.COM/Dokumentasi Polsek Ngrayuno-PonorogoBUBARKAN--Aparat Polsek Ngrayun membubarkan acara musik elekton yang digelar OL (41),  seorang warga di Dukuh Manggis,  Desa Selur , Kecamatam Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (15/09/2021). 

PONOROGO, KOMPAS.com - Polisi membubarkan acara musik elekton yang digelar seorang warga berinisial OL (41) di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso mengatakan, acara musik campursari itu dibubarkan karena menimbulkan kerumunan.

Baca juga: Ponorogo Masih PPKM Level 4, Bupati: Kematian Tinggi, Rata-rata 6 Setiap Hari

Selain itu, polisi tidak pernah mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Joko menambahkan, kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu dilarang selama penerapan pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Ponorogo.

"Penindakan pembubaran kegiatan musik elekton campursai dilakukan secara humanis," kata Joko saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Polisi juga meminta penyelenggara membuat surat pernyataan untuk tidak melanjutkan kegiatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petugas juga meminta peralatan musik yang terpsang dilepas dan diturunkan dari panggung.

Joko menambahkan pembubaran kegiatan musik elekton mengacu pada Inpres No 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Landasan lain berdasar dan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 42 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2.

Baca juga: Bendungan Bendo yang Diresmikan Jokowi Suplai Empat Bendungan di Ponorogo dan Madiun

Joko berharap kejadian itu dapat menjadi pelajaran bagi warga lainnya.

Sehingga, tidak ada lagi warga yang nekat melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Namai Putra Pertama ABCD EFGHIJK, Zulfahmi Ingin Berikan Nama Anak Ke-2 NOPQ RSTUV dan Anak Ke-3 XYZ

Usai Namai Putra Pertama ABCD EFGHIJK, Zulfahmi Ingin Berikan Nama Anak Ke-2 NOPQ RSTUV dan Anak Ke-3 XYZ

Regional
Saat Segelas Racun Tikus Renggut Nyawa Mahasiswi di Yogyakarta…

Saat Segelas Racun Tikus Renggut Nyawa Mahasiswi di Yogyakarta…

Regional
Kecelakaan Beruntun Libatkan 9 Kendaraan di Magelang, 1 Orang Tewas

Kecelakaan Beruntun Libatkan 9 Kendaraan di Magelang, 1 Orang Tewas

Regional
Diduga Tembak dan Aniaya Buronan, Kasat Reskrim Luwu Utara Dicopot, lalu Bakal Diperiksa dan Disidang

Diduga Tembak dan Aniaya Buronan, Kasat Reskrim Luwu Utara Dicopot, lalu Bakal Diperiksa dan Disidang

Regional
Pelajar NTT: Bapak Jokowi Tolong Lihat Kami di Sini, Kami Butuh Internet

Pelajar NTT: Bapak Jokowi Tolong Lihat Kami di Sini, Kami Butuh Internet

Regional
Pernah Dibully, Bocah Bernama ABCD EFGHIJK Kini Bangga dengan Namanya Setelah Tahu Hal Ini

Pernah Dibully, Bocah Bernama ABCD EFGHIJK Kini Bangga dengan Namanya Setelah Tahu Hal Ini

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

[POPULER NUSANTARA] Cerita TM, Korban Pinjol yang Diteror hingga Depresi | Sunardi Susun Pecahan Batu Jadi Serupa Candi

Regional
Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Mengaku Dihamili Polisi, Warga Trenggalek Lapor Ke Propam Polda Jatim

Regional
Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.