Kesaksian Saat Puting Beliung Landa Madiun, Atap Rumah sampai Terbang, Warga Lari Berhamburan

Kompas.com - 16/09/2021, 10:19 WIB
AMBRUK—Atap rumah warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun ambruk setelah angin puting beliung menerjang, wilayah itu.. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIAMBRUK—Atap rumah warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun ambruk setelah angin puting beliung menerjang, wilayah itu..


MADIUN, KOMPAS.com - Dua rumah milik warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, rusak setelah hujan disertai angin kencang melanda Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (14/9/2021).

Sapuan hujan disertai angin kencang membuat atap dua rumah warga rusak parah.

Tak hanya atap rusak, dinding rumah milik Pardi (50) ambruk setelah hujan disertai angin kencang melanda desa itu.

Padahal, hujan disertai angin kencang hanya berlangsung sebentar.

Baca juga: 2 Nakes yang Hilang Lompat ke Jurang akibat Serangan KKB Ditemukan, Salah Satunya Tewas

“Kemarin (Selasa) angin puting beliung datang di sini. Pertama yang diangkat itu atapnya dulu. Setelah itu tembok ikut roboh,” kata Pardi, Rabu (15/9/2021).

Beruntung pada saat kejadian ia berada di luar rumah. Hanya saja, ia mendengar bunyi keras atap rumahnya yang lepas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pardi menyebut, anggota keluarga yang tinggal di rumah sebanyak enam orang.

Ia merasa bersyukur enam anggota keluarganya selamat meski atap rumah tercabut terbang disapu angin puting beliung.

Kabur berhamburan

Senada dengan Pardi, Susilo (53) mengaku, saat puting beliung menyapu atap rumahnya ia berada di teras bersama 10 warga lainnya.

Mengetahui atap rumahnya terbang disapu angin puting beliung, Susilo bersama 10 warga lainnya berhamburan kabur keluar rumah menyelamatkan diri.

Susilo menyebut, angin puting datang saat kondisi mendung gelap di wilayah desanya.

“Tiba-tiba saat kami duduk di teras angin kencang datang dan membawa atap rumah bagian depan,” kata Susilo.

Susilo menuturkan, rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak dua buah. Sementara rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan.

Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi yang dikonfirmasi terpisah membenarkan angin puting beliung yang melanda rumah warga.

Baca juga: Pasca-kunjungan Presiden Jokowi di Madiun, Benih Porang Banyak Diborong Petani Luar Daerah

“Iya ada puting beliung menjelang masa pancaroba,” kata Zahrowi.

Zahrowi mengatakan, pergantian musim berdampak terjadinya angin besar dan hujan lebat di beberapa titik. Namun, hujan yang terjadi tidak berlangsung lama.

Untuk itu seluruh relawan tingkat desa diminta siap siaga dan waspada menjelang pergantian musim kemarau ke musim penghujan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Regional
10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

Regional
Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Regional
Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Regional
'ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah'

"ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah"

Regional
Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Regional
Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Regional
Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 November 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 November 2021

Regional
Banjir Bandang di Garut Terjang 2 Kecamatan

Banjir Bandang di Garut Terjang 2 Kecamatan

Regional
Perjalanan Wisata Berubah Duka, 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Kediri

Perjalanan Wisata Berubah Duka, 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Kediri

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 November 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 November 2021

Regional
Pergerakan Tanah Merusak Jalan Penghubung 2 Kabupaten di Pulau Seram Maluku

Pergerakan Tanah Merusak Jalan Penghubung 2 Kabupaten di Pulau Seram Maluku

Regional
Residivis Jambret Tas Jaksa Kejari Surabaya, Pelaku Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Residivis Jambret Tas Jaksa Kejari Surabaya, Pelaku Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Regional
Kelompok Pemuda Bersitegang, 2 Pelajar di Bandung Ditusuk, Satu Tewas

Kelompok Pemuda Bersitegang, 2 Pelajar di Bandung Ditusuk, Satu Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.