Gibran Akan Relokasi Rutan Kelas I Kota Solo, Ini Alasannya

Kompas.com - 16/09/2021, 05:15 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

KOMPAS.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berencana memindahkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Solo.

Alasannya, menurut Wali Kota Gibran, kondisi rutan yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, itu sudah overload alias melebihi kapasitas.

"Kita berencana harus direlokasi yang lebih luas dan layak. Sudah overcapacity soalnya," ucapnya usai meninjau rutan tersebut, Selasa (15/9/2021).

Baca juga: Gelar Latihan Pemadaman Kebakaran, Lapas Blitar Tak Libatkan Napi, Ini Alasannya

Dilansir dari TribunJateng.com, Gibran berencana berkoordinasi dengan kepala daerah sekitar terkait pemindahan itu.

"Nanti akan kita carikan tempat kayaknya di luar wilayah Solo. Tadi Pak Urip (Karutan Kelas I Solo) menyarankan di wilayah Karanganyar atau Sukoharjo," jelasnya.

Baca juga: Cegah Kebakaran Seperti Lapas Tangerang, Ini yang Dilakukan Rutan Gresik

"Nanti coba saya komunikasikan kembali, tempat dan wilayah mananya yang akan dibangun," tambahnya.

Seperti diketahui, Rutan Kelas 1 A Solo saat ini sudah melebihi kapasitas hingga 200 persen.

 

Pengawasan berkala

Rutan Kelas I Solo di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Rutan Kelas I Solo di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah.

 

Kepala Rutan Kelas 1 Solo Urip Dharma Yoga menjelaskan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PLN dan Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo untuk mengecek secara rutin instalasi listrik.

"Jadi kami tetap melakukan pengecekan kelistrikan secara berkala, sudah terjadwal dengan PLN, tiga bulan sekali. Selain itu, dua jam sekali petugas kami juga melakukan kontrol," terangnya.

"Kami juga berkooordinasi dengan petugas pemadam kebakaran Solo dan mendapatkan delapan alat pemadam setiap sudut kita kasih seperti blok dan tempat masak," tambahnya.

Pada Maret 2021, dikutip dari Kompas.com, Urip sempat menjelaskan, jumlah warga binaan di Rutan kelas I Solo saat itu ada sebanyak 535 orang. Sedangkan kapasitasnya sendiri hanya 289 orang.

"Rutan Kelas I Solo ini menampung tiga wilayah hukum, yakni Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar. Semua pelaku tindak pidana masuk Solo," kata dia.

Urip mengatakan, rencana pemindahan Rutan Solo sudah sejak lama. Namun, sampai sekarang belum terealisasi.

(Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul: Napi Penghuni Rutan Solo Over Kapasitas, Wali Kota Gibran Rencanakan Relokasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Januari 2022

Regional
5 Mercusuar Bersejarah di Indonesia, Ada yang Dibangun di Aceh, tapi Gunakan Tenaga Ratusan Warga Ambon

5 Mercusuar Bersejarah di Indonesia, Ada yang Dibangun di Aceh, tapi Gunakan Tenaga Ratusan Warga Ambon

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2022

Regional
Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Dua Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Ini Kata Polisi

Regional
Dua Tersangka Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Korban Hamil

Dua Tersangka Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental Dibebaskan, Korban Hamil

Regional
Sopir Ekspedisi Ditahan di Polsek Tanpa Status Hukum Jelas, Kapolda Lampung Cari Pelapornya

Sopir Ekspedisi Ditahan di Polsek Tanpa Status Hukum Jelas, Kapolda Lampung Cari Pelapornya

Regional
Vaksinasi Booster di NTB Dimulai 19 Januari, Lansia Jadi Prioritas

Vaksinasi Booster di NTB Dimulai 19 Januari, Lansia Jadi Prioritas

Regional
7 Kilang Minyak Milik Indonesia, dari yang Tertua hingga Terbesar

7 Kilang Minyak Milik Indonesia, dari yang Tertua hingga Terbesar

Regional
Mengenal Garis Pemisah Fauna di Nusantara: Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker

Mengenal Garis Pemisah Fauna di Nusantara: Garis Wallace, Garis Weber, dan Garis Lydekker

Regional
Sejarah Pesawat Pertama buatan Indonesia, Mimpi BJ Habibie yang Terhalang Krisis Moneter

Sejarah Pesawat Pertama buatan Indonesia, Mimpi BJ Habibie yang Terhalang Krisis Moneter

Regional
Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh, Pangdam IM: Kami Berkomitmen Penegakan Hukum

Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Aceh, Pangdam IM: Kami Berkomitmen Penegakan Hukum

Regional
5 Remaja yang Lempar Mobil Demi Konten Dibebaskan Polisi, Ini Alasannya

5 Remaja yang Lempar Mobil Demi Konten Dibebaskan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Dijanjikan Jadi Veteran, 52 Lansia di NTT Diduga Tertipu Miliaran Rupiah

Dijanjikan Jadi Veteran, 52 Lansia di NTT Diduga Tertipu Miliaran Rupiah

Regional
Digugat Warganya Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Blora: Kita Hadapi

Digugat Warganya Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Blora: Kita Hadapi

Regional
Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan yang Diduga Tewas Dianiaya Temannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.