Selain Virus Corona, Pemkot Kediri Antisipasi Virus Lain yang Berpotensi Menyerang Anak-anak

Kompas.com - 15/09/2021, 19:55 WIB
Wali Kota Kediri, Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Balai Kota Kediri, Rabu (27/1/2021). Dok.Protokol Pemkot KediriWali Kota Kediri, Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Balai Kota Kediri, Rabu (27/1/2021).

KEDIRI, KOMPAS.com - Selain penanggulangan pandemi virus corona, Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, juga mengantisipasi virus lain yang bisa menyerang anak-anak.

Pemkot Kediri melaksanakan imunisasi Measles Rubella (MR) untuk melindungi anak-anak dari penyakit campak dan rubella.

Imunisasi tersebut diperuntukkan bagi anak usia sekolah dasar dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Targetnya, imunisasi itu tuntas pada akhir September 2021.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, selain penanganan virus Covid-19, keselamatan anak-anak dari ancaman virus lainnya juga menjadi perhatian Pemkot Kediri.

"Dengan adanya BIAS, diharapkan kesehatan anak-anak juga tetap terjamin, tidak hanya terfokus dalam penanganan Covid-19 saja,” ujar Abu Bakar dalam keterangan pers yang dirilis Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Kediri, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Disbudpar Kediri Teliti Arca Kepala Kala yang Ditemukan Warga, Diduga dari Mataram Kuno

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, imunisasi tersebut juga sebagai bentuk kewaspadaan dari ancaman virus yang ada di lingkungan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami tetap melaksanakan imunisasi di masa pandemi, sebagai antisipasi serangan virus polio, campak dan lainnya. Jangan sampai karena terfokus dengan penanganan Covid-19, imunisasi lainnya terabaikan,” ujar Fauzan.

Fauzan menambahkan, vaksinasi itu dilakukan oleh puskesmas dengan cara petugas puskesmas datang ke sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya.

Imunisasi itu telah berlangsung sejak Senin (13/9/2021), dengan sasaran 4.981 siswa kelas satu dari 158 lembaga sekolah dasar.

Pencanangan imunisasi diawali dari wilayah kerja Puskesmas Pesantren 2, di mana terdapat 21 SD. Di wilayah ini targetnya rampung pada Jumat (17/9/2021).

 

Kepala Puskesmas Pesantren 2, Dwi Nugerahini mengungkapkan, sebelum kegiatan berlangsung pihaknya telah mengadakan sosialisasi kepada semua guru UKS agar menghadirkan siswa kelas 1.

Terutama pada sekolah yang belum mengadakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Alhamdulillah selama tiga hari berjalan, capaian lumayan bagus. Hanya kurang 10 persen karena siswa tidak hadir dengan keterangan sakit dan ada yang masih di luar kota,” ujar dr Dwi, dalam keterangan pers yang sama.

Baca juga: PPKM Level 2, Pemkot Kediri Belum Buka Tempat Wisata, Ini Alasannya

Dwi menambahkan, bagi siswa yang berhalangan hadir itu dapat mengikuti imunisasi susulan tiap Rabu di puskesmas. Cakupan target sasaran juga akan diperkuat.

Selain itu, Dwi juga berpesan kepada para orangtua untuk tidak menunda imunisasi agar tak memperbesar potensi terjadinya kasus Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (KLB PD3I).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Hanya Dipecat, Polisi yang Tembak Rekan Sesama Polisi Terancam Hukuman Mati

Tak Hanya Dipecat, Polisi yang Tembak Rekan Sesama Polisi Terancam Hukuman Mati

Regional
Perampokan Minimarket di Madiun, Tembok dan CCTV Dirusak, Uang hingga Ratusan Bungkus Rokok Dibawa Kabur

Perampokan Minimarket di Madiun, Tembok dan CCTV Dirusak, Uang hingga Ratusan Bungkus Rokok Dibawa Kabur

Regional
Mantan Anggota DPRK dan 2 Terdakwa di Aceh Dituntut Hukuman Mati

Mantan Anggota DPRK dan 2 Terdakwa di Aceh Dituntut Hukuman Mati

Regional
Menantu Bupati Jember Minta Sumbangan pada Camat untuk Majukan Sepak Bola, Klaim Sesuai Aturan

Menantu Bupati Jember Minta Sumbangan pada Camat untuk Majukan Sepak Bola, Klaim Sesuai Aturan

Regional
Nama-nama Pejabat Aceh yang Dimintai Keterangan oleh KPK

Nama-nama Pejabat Aceh yang Dimintai Keterangan oleh KPK

Regional
Pensiunan Mantri Buka Praktik Aborsi Ilegal di Tarakan, Pasiennya Rata-rata Punya Hubungan Gelap

Pensiunan Mantri Buka Praktik Aborsi Ilegal di Tarakan, Pasiennya Rata-rata Punya Hubungan Gelap

Regional
Jebol Tembok, Kawanan Pencuri Bobol Minimarket di Madiun, Uang Puluhan Juta Raib

Jebol Tembok, Kawanan Pencuri Bobol Minimarket di Madiun, Uang Puluhan Juta Raib

Regional
Balita Dianiaya Kekasih Ibunya, Alami Luka Bakar, Sang Ibu Enggan Lapor Polisi karena Takut Tak Dinikahi

Balita Dianiaya Kekasih Ibunya, Alami Luka Bakar, Sang Ibu Enggan Lapor Polisi karena Takut Tak Dinikahi

Regional
4 Tahun Jadi Buron, Terpidana Korupsi Genset Bandara Hang Nadim Ditangkap

4 Tahun Jadi Buron, Terpidana Korupsi Genset Bandara Hang Nadim Ditangkap

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus Penyidik Cabuli Istri Tersangka | Fakta Baru Mahasiswa UNS Tewas Saat Diklatsar

[POPULER NUSANTARA] Kasus Penyidik Cabuli Istri Tersangka | Fakta Baru Mahasiswa UNS Tewas Saat Diklatsar

Regional
4 Kelurahan di Kota Madiun Terancam Banjir Kiriman dari Gunung Wilis

4 Kelurahan di Kota Madiun Terancam Banjir Kiriman dari Gunung Wilis

Regional
90 Persen Kantor Pemerintah di Kota Blitar Sudah Pasang QR Code, tetapi Tidak Dipakai dengan Benar

90 Persen Kantor Pemerintah di Kota Blitar Sudah Pasang QR Code, tetapi Tidak Dipakai dengan Benar

Regional
Atap SD di Ngawi Rusak hingga Mengenai Kepala Siswa, Perangkat Desa: Kami Tidak Tahu

Atap SD di Ngawi Rusak hingga Mengenai Kepala Siswa, Perangkat Desa: Kami Tidak Tahu

Regional
2 ABK KM Liberty I Ditemukan di Perairan Bali, 1 di Antaranya Meninggal

2 ABK KM Liberty I Ditemukan di Perairan Bali, 1 di Antaranya Meninggal

Regional
Di Ponpes Ini, Santrinya Mahir Membuat Pesawat Aeromodelling, Harganya Sampai Rp 20 Juta

Di Ponpes Ini, Santrinya Mahir Membuat Pesawat Aeromodelling, Harganya Sampai Rp 20 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.