Pemkot Yogyakarta Akui Kesulitan Terapkan One Gate System untuk Saring Wisatawan Masuk

Kompas.com - 15/09/2021, 19:30 WIB
Heroe Poerwadi saat ditemui di Bali Kota Yogyakarta, Kamis (2/8/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOHeroe Poerwadi saat ditemui di Bali Kota Yogyakarta, Kamis (2/8/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengaku kesulitan dalam menerapkan one gate system di wilayahnya, sehingga dibutuhkan partisipasi dari seluruh kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengungkapkan sejak minggu lalu bus-bus pariwisata telah masuk ke Kota Yogyakarta.

Tercatat ada sebanyak 43 bus masuk ke Kota Yogyakarta pada hari Sabtu (11/9/2021) lalu.

Kemudian, sehari setelahnya kunjungan bus wisata melonjak menjadi 135.

"One gate system tetap akan kita berlakukan, cuma saya rasa itu tidak bisa kalau hanya dilakukan di Kota Yogyakarta. Secara teknis kita siap, tapi kalau sendirian tidak mampu," kata dia, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Akhirnya Pemenang Lomba Mural Gejayan Memanggil Diumumkan, Karya di Jembatan Kewek Yogya Dapat Penghargaan

Menurutnya meskipun rombongan atau kendaraan dari luar daerah berhasil dihalau mereka tetap bersikeras untuk memasuki Kota Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini Malioboro masih menjadi tujuan utamanya mengingat destinasi wisata lain belum dibuka kecuali Gembira Loka (GL) Zoo.

"Kemarin kita lihat bus-bus itu tidak ada yang masuk ke Kota Yogyakarta. Tetapi parkir di luar Kota Yogyakarta seperti di Jalan Magelang, mereka masuk ke Yogyakarta dengan menggunakan angkutan online, jadi tidak terskrining," kata Heroe.

Menurut dia, jika wisatawan yang masuk tidak terskrining maka wisatawan tidak bisa dipastikan telah memiliki hasil negatif pada tes antigen atau PCR.

"Kalau wisatawan itu tidak terskrining, tidak dipastikan apakah sudah vaksin, negatif antigen, atau PCR, siapa yang tidak risau? Jangan-jangan setelah ini (kasus Covid-19) di Kota Yogyakarta naik lagi," ungkap dia.

Baca juga: Yogyakarta Disesaki Wisatawan di Akhir Pekan, Sultan HB X Pertanyakan Biro Travel: Kepentingannya Apa

Heroe yang juga sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu mengaku telah melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten lain.

Dengan harapan. skema one gate system dapat diterapkan bersama.

Ditambah lagi, sekarang ini sudah ada tiga destinasi wisata di DIY yang sudah melakukan uji coba beroperasi kembali.

Sehingga dibutuhkan sinergi antardaerah, tamu yang masuk ke DIY dipastikan terbebas dari paparan Covid-19 selain itu juga untuk memastikan wisatawan sudah mendapatkan vaksinasi.

"Karena itu, kami berharap, teman-teman di Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulon Progo, juga ikut menerapkan (one gate system), untuk menjaga warganya. Supaya, misalnya, ada (turis) yang belum lengkap persyaratannya bisa kita hindarkan, jangan diperbolehkan masuk," kata dia.

Untuk diketahui, dengan menggunakan one gate system wisatawan yang masuk ke Kota Yogyakarta diwajibkan singgah dulu ke Terminal Giwangan untuk melakukan skrining menyeluruh.

Dalam skrining itu dilakukan pengecekan sertifikat vaksin, surat bebas Covid-19 bisa berupa hasil negatif rapid tes antigen atau PCR.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Regional
Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Regional
Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Oktober 2021

Regional
Sehari Usai Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Gubernur Riau Tunjuk Pelaksana Tugas

Sehari Usai Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Gubernur Riau Tunjuk Pelaksana Tugas

Regional
Pria Pengidap Gangguan Jiwa Mengamuk Tikam 4 Warga di Kalbar, Dua Orang Tewas

Pria Pengidap Gangguan Jiwa Mengamuk Tikam 4 Warga di Kalbar, Dua Orang Tewas

Regional
Pamit Belajar Kelompok, Remaja 14 Tahun Disekap di Hotel dan Diperkosa Berkali-kali, Ini Kronologinya

Pamit Belajar Kelompok, Remaja 14 Tahun Disekap di Hotel dan Diperkosa Berkali-kali, Ini Kronologinya

Regional
Pelajar SMP Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ayah: Sempat Sulit Urus Akta Kelahiran karena Dikira Bercanda

Pelajar SMP Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ayah: Sempat Sulit Urus Akta Kelahiran karena Dikira Bercanda

Regional
Warga Korban Pinjol di Kota Tegal Diminta Lapor ke Polisi, Kapolres: Pasti Kita Tindak Lanjuti

Warga Korban Pinjol di Kota Tegal Diminta Lapor ke Polisi, Kapolres: Pasti Kita Tindak Lanjuti

Regional
Polisi Sita 23 Kg Sabu dan 1 Senpi, 8 Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap, Salah Satunya Perempuan

Polisi Sita 23 Kg Sabu dan 1 Senpi, 8 Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap, Salah Satunya Perempuan

Regional
Video 2 Pelajar SMA Mesum di WC Rumah Kosong Viral, Perekam dan Pemeran Pria Jadi Tersangka

Video 2 Pelajar SMA Mesum di WC Rumah Kosong Viral, Perekam dan Pemeran Pria Jadi Tersangka

Regional
Lakukan Teror dan Edit Foto Vulgar, Jadi Senjata “Debt Collector” Pinjol Ilegal Tagih Korban

Lakukan Teror dan Edit Foto Vulgar, Jadi Senjata “Debt Collector” Pinjol Ilegal Tagih Korban

Regional
Memeras dengan Modus Kencan Online, 2 Pemuda di Banyumas Diringkus Polisi

Memeras dengan Modus Kencan Online, 2 Pemuda di Banyumas Diringkus Polisi

Regional
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pencemaran Limbah di Saluran Irigasi Klaten

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pencemaran Limbah di Saluran Irigasi Klaten

Regional
Magetan Masih Terapkan PPKM Level 3 meski Warga Tervaksin Capai 56 Persen, Ini Penyebabnya

Magetan Masih Terapkan PPKM Level 3 meski Warga Tervaksin Capai 56 Persen, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.