Ibu Guru Nuri dari Sleman Tak Sangka Nadiem Makarim Menginap di Rumahnya: Saya Agak Kena "Prank"

Kompas.com - 15/09/2021, 17:07 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim saat menginap di rumah seorang calon Guru Penggerak bernama Khoiry Nuria Widyaningrum atau Ibu Nuri, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (13/9/2021).  Dok. Kemendikbud Ristek KOMPAS.com/RAHEL NARDAMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim saat menginap di rumah seorang calon Guru Penggerak bernama Khoiry Nuria Widyaningrum atau Ibu Nuri, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (13/9/2021). Dok. Kemendikbud Ristek

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Khoiry Nuria Widyaningrum (36) tak menyangka bahwa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim berkunjung ke rumahnya di Plaosan RT 07 RW 18 Tlogoadi, Mlati, Sleman.

Tak hanya berkunjung, Nadiem Makarim bahkan bermalam di rumah Khoiry Nuria Widyaningrum.

"Awalnya enggak terduga banget, mendadak dan saya itu agak ke-prank gitu ya. Jadi saya enggak tahu kalau seorang menteri yang mau datang, dan menginap lagi," ujar Khoiry Nuria Widyaningrum saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Nadiem Sebut PTM Terbatas Cara Mengatasi Learning Loss pada Anak

Nuri (panggilan Khoiry Nuria Widyaningrum) menceritakan, awalnya dia dihubungi dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika sebagai panitia penyelenggara program guru penggerak.

Saat dihubungi tersebut, Nuri diminta menyampaikan alamat rumahnya, kondisi lingkungan sekitar, mempunyai anak berapa, dan aktif di kegiatan apa saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bapaknya terus mau survei karena dalam waktu dekat ada tim pengembang kurikulum PGP (Pendidikan Guru Penggerak) katanya dari kementerian yang mau datang dan ingin menginap di salah satu guru penggerak," ungkapnya.

Waktu mendengar itu, Nuri sempat merasa heran karena baru kali ini dari kementerian akan menginap di salah satu rumah guru. Setelah komunikasi lewat telepon tersebut, kemudian rumah Nuri disurvei.

"Ya intinya masih banyak kamar kosong karena adik saya kan sudah menikah. Katanya ini baru survei wacana, nanti kalau ada dari pihak kementerian yang mau datang, saya juga tidak berharap lebih karena banyak yang disurvei juga," bebernya.

Usai disurvei, tiba-tiba Nuri yang juga sebagai pengelola Kampung Flory kembali dihubungi. Saat itu, Nuri ditanya apakah Kampung Flory buka.

"Tiba-tiba siangnya telepon saya, sebelumnya saya cerita aktif di komunitas gerakan komunitas sekolah menyenangkan, pengelola Kampung Flory mungkin bapaknya tertarik. Telepon, 'Kampung Flory buka enggak?' Buka Pak, silakan," ungkapnya.

"Ternyata bapak itu sudah makan dengan protokolernya menteri, tapi saya tidak tahu kalau itu protokolernya menteri," kata Nury.

Sorenya, protokoler yang mendengar cerita hasil survei kemudian berkunjung ke rumah Nuri yang tidak jauh dari Kampung Flory. Protokoler kemudian bertemu dengan calon guru penggerak dan mengajukan beberapa pertanyaan.

"Beliau cerita maksud kedatangannya. Cerita tentang pendidikan, terus beliau pamit pulang karena mau koordinasi, nanti mungkin saya kabari Ibu. Beliau juga tanya dan izin ke bapak ibu, kalau menginap boleh atau tidak? Bapak ibu bilang boleh," urainya.

Pagi harinya pihak protokoler menanyakan kepada Nuri apakah di sekitar rumahnya ada tempat atau lokasi untuk olahraga. Kebetulan di dekat Kampung Flory ada lapangan futsal.

"Ditanya, 'Bu Nuri, kalau di rumah Bu Nuri olahraganya di mana? Kayaknya saya lewat ada futsal'. Oh, itu milik tetangga ada futsal, kalau mau futsal bisa. Bayanganku, Masnya mau menginap kesebelasan, kok banyak orang kemarin bilangnya tiga sampai lima orang gitu timnya," ungkapnya.

Baca juga: Nadiem Saat Pantau Belajar Tatap Muka SD di Yogyakarta: Mata Mereka Bersinar Lagi


Setelah itu, sore harinya tim dari PPPPTK Matematika datang membawa tim kebersihan.

Tim tersebut kemudian membersihkan rumah dan menyemprot disinfektan.

"Suami saya yang agak-agak curiga, kok sepertinya pejabat yang akan datang. Tapi saya tidak mikir sampai ke arah Pak Nadiem," tuturnya.

Senin (13/9/2021) malam sekitar pukul 20.30 WIB ada dua mobil datang. Kemudian, mereka yang di dalam mobil turun dan mengucapkan salam kepada semua penghuni rumah.

"Surprise banget, saya tidak berpikir sekelas menteri mau tidur di rumah saya. Datang dua mobil, turun anak-anak muda itu, pakai kaus hitam-hitam," tuturnya.

Nuri yang merupakan guru sekolah dasar (SD) Negeri Jetisharjo, Sleman, ini mengungkapkan, ada seorang pria yang waktu itu turun dari mobil paling terakhir.

Orang tersebut mengenakan sepatu pantofel, celana jins, dan kaus.

"Ada satu orang turun dari mobil terus menurunkan kopernya. Assalamualaikum Bu Nuri, gitu. Suami saya (bilang) itu Pak Menteri, Pak Nadiem. Beneran? Saya masih tidak percaya. Akhirnya Pak Nadiem membuka masker, baru saya percaya," ujarnya.

Saat di depan rumah, Nadiem Makarim sempat kembali bertanya kepadanya apakah diperbolehkan untuk menginap.

"Ini boleh tidak saya menginap? (Mengulang ucapan Nadiem). Oh boleh, silakan masuk, nginap, Pak? Terus bawa kopernya masuk," ucapnya.

Nuri, suami, mertua, dan Nadiem Makarim kemudian berbincang santai di ruang tamu.

Perbincangan secara santai dan kekeluargaan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

"Satu jam lebihlah ya kita ngobrol. Setelah itu tidur," tuturnya.

Nuri mengaku telah menyiapkan kamar yang dulu digunakan oleh adiknya untuk tidur Nadiem Makarim. Kamar tersebut posisinya tidak jauh dari ruang tamu.

"Ini kamar adik saya, ya seadanya kondisinya kayak gini," ucapnya.

Di kamar tersebut terdapat AC. Selain itu, ada satu tempat tidur dan satu lemari. Di kamar tersebut terdapat satu jendela kaca. Disediakan pula selimut, bantal dan handuk, sajadah, dan air mineral.

"Katanya senang (kamar tidur) dekat dengan kaca (jendela). Terus di seberang kan ada ayam itu, ya mendengar suara ayam. Kalau tim dan ajudan tidurnya di sebelah, tim humas tidur di depan," bebernya.

Nuri menuturkan, pada pagi harinya dia sempat bertanya kepada Nadiem Makarim mengenai pengalamannya tidur di rumah guru yang tinggal dikampung.

"Di sini tak tanya tidurnya gimana? Katanya senang banget, di sini adem, tidurnya nyenyak," ujar Nuri mengulang jawaban Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim menanam pohon

Selain sebagai guru, Khoiry Nuria Widyaningrum juga merupakan pengelola desa wisata Kampung Flory. Sebagai seorang guru, Nuri tidak menyangka bahwa Nadiem Makarim berkunjung dan bermalam di rumahnya.

Nuri mengungkapkan sempat bercerita kepada Nadiem Makarim tentang konsep Kampung Flory yang dikelolanya. Konsep yang diusung adalah menggabungkan pendidikan dengan pariwisata.

"Saya kan cerita sinergi antara dunia pendidikan dan wisata, ternyata bisa saya sinergikan dengan teman-teman," jelasnya.

Baca juga: PTM Terbatas di Wilayah PPKM Level 1-3, Nadiem Makarim: Satu Kelas Diisi 18 Siswa

Kemudian, Nuri mengajak Nadiem untuk melihat Kampung Flory sekaligus jalan-jalan menikmati suasana pagi di kampung.

"Rencananya mau olahraga, cuma waktunya sudah tidak memungkinkan. Saya ajak ke Kampung Flory, mau karena tahu saya pengelola di sini (Kampung Flory) juga," tegasnya.

Di Kampung Flory, lanjutnya, Nadiem Makarim sempat menanam satu pohon yang dinamai Makarim.

"Sempat menanam pohon juga Pak Menteri. Dinamai pohon Makarim permintaannya, itu pohon duwet," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usut Video Porno Seorang Wanita di Bandara YIA, Tim Siber Polda DIY Dilibatkan

Usut Video Porno Seorang Wanita di Bandara YIA, Tim Siber Polda DIY Dilibatkan

Regional
Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Brantas Sidoarjo

Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Brantas Sidoarjo

Regional
'Saya Kerja Setengah Mati, kalau Masyarakat NTT Tidak Mau Lagi, Saya Akan Berhenti Jadi Gubernur'

"Saya Kerja Setengah Mati, kalau Masyarakat NTT Tidak Mau Lagi, Saya Akan Berhenti Jadi Gubernur"

Regional
4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

Regional
Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Regional
Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Regional
Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Regional
Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Regional
Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang 'Framing'

Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang "Framing"

Regional
Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar Ke-34 NU

Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar Ke-34 NU

Regional
Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Regional
Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Regional
Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Regional
2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.