Kompas.com - 14/09/2021, 12:32 WIB
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat meninjau Pelabuhan Pangandaran di Bojongsalawe, Senin (10/2/2020). KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHABupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat meninjau Pelabuhan Pangandaran di Bojongsalawe, Senin (10/2/2020).

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Bupati Pangandara Jeje Wiradinata menanggapi informasi soal jumlah wisatawan yang membeludak di Pantai Pangandaran.

Jeje mengatakan, jumlah wisatawan sebenarnya sudah sesuai, yakni 25 persen dari kapasitas maksimal.

Namun, yang terjadi pada Minggu (5/9/2021), mayoritas wisatawan berkumpul di Pantai Barat Pangandaran.

Panjang bibir Pantai Barat, menurut Jeje, hanya beberapa kilometer saja.

Sedangkan, pada waktu yang sama, semua wisatawan terfokus ke Pantai Barat.

Baca juga: Bupati Pangandaran Beri Batas Waktu Pelaku Usaha Wisata untuk Vaksinasi

"Persoalannya hanya di Pantai Barat saja. Kalau 5.000 wisatawan di Pantai Barat saja, sudah penuh. Padahal kapasitas kita (Pantai Pangandaran), sampai 13.000," kata Jeje saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Supaya wisatawan tidak kembali menumpuk di Pantai Barat, menurut Jeje, akan dilakukan penyekatan untuk mengurai wisatawan.

Misalnya, Minggu jam 05.00 WIB, Pantai Barat akan ditutup. Kemudian dibuka lagi jam 10.00 WIB.

"Akan kita sekat," ucap Jeje.

Baca juga: Cegah Wisatawan Membeludak Seperti di Pantai Pangandaran, akan Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Sementara itu, terkait sanksi bagi wisatawan yang melanggar protokol kesehatan, Jeje mengatakan, pihaknya sedang melakukan pertimbangan.

"Akan dikaji apa ada tindakan berupa ketentuan denda dana sebagainya, akan dikaji," kata Jeje.

Baca juga: Jumat Ini, Tempat Wisata Pangandaran Kembali Dibuka untuk Masyarakat, Ini Ketentuannya

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyampaikan bahwa terjadi peningkatan mobilitas yang masif di Pantai Pangandaran.

Obyek wisata ini dipenuhi pengunjung dari Bandung Raya, Tasikmalaya hingga Jabodetabek.

Luhut khawatir hal ini berpotensi menyebarkan Covid-19, karena lemahnya protokol kesehatan.

Dia pun mendorong pemerintah daerah untuk melakukan tindakan tegas bagi pihak yang mengabaikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.