Ini Jadwal Belajar Tatap Muka Terbatas untuk SMP dan SMA di Kepri

Kompas.com - 13/09/2021, 15:59 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau vaksinasi remaja berusia 12 tahun hingga 17 tahun HUMAS PEMPROV KEPRIGubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau vaksinasi remaja berusia 12 tahun hingga 17 tahun

BATAM, KOMPAS.com - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad optimistis pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kepri sudah bisa dimulai pada 1 Oktober 2021.

Mulai saat ini, Pemprov Kepri sedang mengatur segala bentuk persiapan, agar kebijakan ini tidak menimbulkan penambahan kasus Covid-19 di Kepri.

Mengingat salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah vaksinasi, maka PTM terbatas di Kepri diprioritaskan bagi pelajar dengan jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.

Baca juga: Update, Tersisa 3 Daerah Zona Oranye di Kepri

“Remaja yang sudah divaksin adalah remaja dengan batas usia 12 sampai dengan 17 tahun. Usia tersebut merupakan usia anak SMP dan SMA sederajat, mereka yang kita prioritaskan untuk bisa ikut PTM terbatas,” kata Ansar melalui telepon, Senin (13/9/2021).

Untuk vaksinasi dosis pertama bagi remaja 12-17 tahun, saat ini sudah mencapai 73 persen lebih.

Sedangkan untuk dosis kedua baru mencapai 27 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya jika dilihat dari pencapaian target vaksinasi, persentase tersebut sudah memadai untuk diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah. Tapi minimal dosis pertama lah yang kami wajibkan," kata Ansar.

Baca juga: Sekolah di Kepri Boleh Gelar PTM Oktober, Gubernur: Kalau Kasus Covid-19 Melandai

Selain vaksinasi, salah satu syaratnya adalah Kepri harus menerapkan minimal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Adapun, saat ini Kepri sudah menerapkan PPKM level 3.

Gubernur Kepri juga memperhatikan jaminan keamanan siswa mulai dari datang ke sekolah, belajar di kelas, hingga pulang dari sekolah.

"Nanti kami lihat beberapa sekolah dulu, dengan beberapa persyaratan anak-anak itu sudah vaksianasi dua dosis. Kemudian guru-gurunya juga sudah divaksin," kata Ansar.

Baca juga: Kepri Akan Dapat 100.000 Dosis Sinopharm dari Singapura

Kemudian, pada masing-masing sekolah nantinya akan dibentuk satgas Covid-19, baik dari kalangan anak didik maupun tenaga pengajar.

“Kami semua memahami bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua hal yang sama-sama penting. Maka dari itu, mengingat masih dalam kondisi Covid, jadi kebijakan PTM kami ambil. Namun dengan pembatasan-pembatasan tertentu, agar kesehatan juga bisa terjaga,” kata Ansar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Truk Kontainer Terbalik di Tol Cipularang yang Tewaskan Bos Indomaret

Detik-detik Truk Kontainer Terbalik di Tol Cipularang yang Tewaskan Bos Indomaret

Regional
NTB Masuk 10 Besar PON XX, Kedatangan Atlet Diarak Keliling Kota

NTB Masuk 10 Besar PON XX, Kedatangan Atlet Diarak Keliling Kota

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur NTT dan 5 Bupati Kerja Keras Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Wapres Ma'ruf Amin Minta Gubernur NTT dan 5 Bupati Kerja Keras Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Regional
Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Direktur Indomaret Yan Bastian di Tol Cipularang

Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Direktur Indomaret Yan Bastian di Tol Cipularang

Regional
Mendes PDTT: Dampak Pandemi Lebih Terasa di Kota, tapi Kemiskinan Lebih Banyak di Desa

Mendes PDTT: Dampak Pandemi Lebih Terasa di Kota, tapi Kemiskinan Lebih Banyak di Desa

Regional
Angin Kencang Timbulkan Kepanikan di Cibinong City Mal, Ini Kata BPBD

Angin Kencang Timbulkan Kepanikan di Cibinong City Mal, Ini Kata BPBD

Regional
Bak Penampungan SPBU di Makassar Bocor, Cemari Drainase

Bak Penampungan SPBU di Makassar Bocor, Cemari Drainase

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Siswa di Pekanbaru Tak Boleh Makan Bersama Saat Jam Istirahat

Cegah Penularan Covid-19, Siswa di Pekanbaru Tak Boleh Makan Bersama Saat Jam Istirahat

Regional
Bencana Angin Kencang Landa Madiun Minggu Sore, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah

Bencana Angin Kencang Landa Madiun Minggu Sore, Jumlah Rumah Rusak Terus Bertambah

Regional
Sopir Truk yang Kontainernya Timpa Mobil Bos Indomaret Melarikan Diri

Sopir Truk yang Kontainernya Timpa Mobil Bos Indomaret Melarikan Diri

Regional
Kenakan Ikat Pinggang Terbuat dari Rangkaian Peluru, Seorang Anak Jalanan Ditangkap

Kenakan Ikat Pinggang Terbuat dari Rangkaian Peluru, Seorang Anak Jalanan Ditangkap

Regional
Cerita Ibu Korban Susur Sungai, Sebelum Kejadian Anaknya Sempat 'Video Call' tapi Tak Bicara, Hanya Senyum

Cerita Ibu Korban Susur Sungai, Sebelum Kejadian Anaknya Sempat "Video Call" tapi Tak Bicara, Hanya Senyum

Regional
Seekor Harimau Sumatera Mati Setelah Terkena Jerat di Riau

Seekor Harimau Sumatera Mati Setelah Terkena Jerat di Riau

Regional
Bendera Partainya Bertebaran di Surabaya, Golkar Minta Maaf

Bendera Partainya Bertebaran di Surabaya, Golkar Minta Maaf

Regional
Kronologi Bocah 12 Tahun Tewas Tersetrum Kabel Lampu Saat Menghampiri Temannya yang Main Voli

Kronologi Bocah 12 Tahun Tewas Tersetrum Kabel Lampu Saat Menghampiri Temannya yang Main Voli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.