Kompas.com - 13/09/2021, 00:00 WIB
Ilustrasi CPNS 2021. KOMPAS.com/ABBA GABRILLINIlustrasi CPNS 2021.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang bakal menggelar ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) selama 18 hari pada 19 September hingga 6 Oktober 2021.

Berdasarkan keterangan yang diterima, tercatat sebanyak 20.330 peserta akan mengikuti ujian SKD untuk 1.241 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Baca juga: SKD CPNS DIY Digelar pada September 2021, Difokuskan di GOR Amongrogo

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan pelaksanaan SKD bagi calon ASN di Kota Semarang telah mendapatkan rekomendasi Satgas Covid-19.

Untuk itu, Hendi meminta agar protokol kesehatan diterapkan di seluruh lokasi pelaksanaan seleksi calon ASN Pemerintah Kota Semarang.

Baca juga: Jadwal, Lokasi, dan Syarat SKD CPNS Pemprov Bangka Belitung 2021

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di wilayah Kota Semarang terdapat di empat titik lokasi yang dijadikan tempat penyelenggaraan seleksi penerimaan CASN. Antara lain UNNES, UDINUS, Hotel UTC dan Balai Merapi PRPP. Semuanya harus tertib protokol kesehatannya," kata Hendi dalam keterangan tertulis, Minggu (12/9/2021).

Sementara itu, Plt Kepala BKPP Kota Semarang, Masdiana Safitri menambahkan, pihaknya telah menyusun sejumlah prosedur protokol kesehatan yang ketat yakni dengan membatasi jumlah peserta ujian per harinya menjadi tiga sesi.

“Setiap hari ada tiga sesi, masing-masing sesi pesertanya 400 orang, jadi butuh 18 hari untuk memfasilitasi dua puluh ribu lebih peserta tersebut. Jadwalnya ada di portal bkpp.semarangkota.go.id," terangnya.

Adapun bagi peserta seleksi dianjurkan untuk dapat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum waktu pelaksanaan SKD.

Hal ini untuk memastikan peserta seleksi dalam keadaan sehat yang dibuktikan dengan mencetak surat deklarasi pernyataan sehat.

Selain itu, untuk peserta diwajibkan sudah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama.

"Kalau untuk peserta seleksi yang tidak dapat divaksin karena dalam kondisi hamil, menyusui, memiliki komorbid atau penyintas Covid kurang dari 3 bulan, wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter pemerintah yang menyatakan peserta tidak dapat divaksin," imbuhnya.

Tak hanya itu bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu pasca melahirkan diharuskan melapor ke help desk untuk mempermudah memberikan fasilitas kelancaran seperti diutamakannya akses antrean tersendiri.

Secara khusus, peserta seleksi diwajibkan melakukan swab PCR maksimal 2x24 jam, atau 1x24 jam untuk Antigen yang menyatakan hasil negatif sebelum jadwal SKD.

Apabila hasilnya positif atau sedang isolasi mandiri, maka paling lambat 1 hari sebelum pelaksanaan seleksi yang bersangkutan wajib menginformasikan kepada panitia.

Panitia sendiri menyediakan saluran informasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp di nomor 083836048222.

Peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui saluran tersebut dapat mengirimkan hasil keterangan dokter, hasil tes swab RT PCR, serta keterangan menjalani isolasi dari pejabat yang berwenang untuk dapat dilakukan penjadwalan ulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan Warga di Maluku Tengah Terlibat Bentrok, Sejumlah Orang Terluka

Polisi dan Warga di Maluku Tengah Terlibat Bentrok, Sejumlah Orang Terluka

Regional
Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 di Bangka Belitung Akan Kedaluwarsa

Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 di Bangka Belitung Akan Kedaluwarsa

Regional
4 Mobil Polres Maluku Tengah Rusak Imbas Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow

4 Mobil Polres Maluku Tengah Rusak Imbas Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow

Regional
12 Ruko di Sintang Kalbar Terbakar, Satu Orang Terjebak dan Tewas

12 Ruko di Sintang Kalbar Terbakar, Satu Orang Terjebak dan Tewas

Regional
Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Regional
Jokowi: Rakyat Indonesia Berduka atas Meninggalnya Korban akibat Letusan Gunung Semeru

Jokowi: Rakyat Indonesia Berduka atas Meninggalnya Korban akibat Letusan Gunung Semeru

Regional
Banjir Rob Masih Berpotensi Landa Banyuwangi Sampai 9 Desember

Banjir Rob Masih Berpotensi Landa Banyuwangi Sampai 9 Desember

Regional
Sistem Drainase, Pompa, dan Kondisi Kanal Jadi sebab Makassar Banjir

Sistem Drainase, Pompa, dan Kondisi Kanal Jadi sebab Makassar Banjir

Regional
Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Bambu, Ada Luka Bacok di Punggung

Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Bambu, Ada Luka Bacok di Punggung

Regional
Menyamar Jadi Laki-laki, Seorang Perempuan Mencabuli Remaja SMP

Menyamar Jadi Laki-laki, Seorang Perempuan Mencabuli Remaja SMP

Regional
Mengaku Istri Tentara hingga Polisi, Wanita Ini Tipu Sejumlah Orang hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya

Mengaku Istri Tentara hingga Polisi, Wanita Ini Tipu Sejumlah Orang hingga Rp 750 Juta, Begini Modusnya

Regional
Presiden Jokowi Tinjau Gladak Perak dan Lokasi Pengungsian Terdampak Erupsi Semeru

Presiden Jokowi Tinjau Gladak Perak dan Lokasi Pengungsian Terdampak Erupsi Semeru

Regional
Pria yang Bakar Rumah Orangtuanya karena Sakit Hati Tak Dapat Warisan Positif Konsumsi Sabu

Pria yang Bakar Rumah Orangtuanya karena Sakit Hati Tak Dapat Warisan Positif Konsumsi Sabu

Regional
Raup Cuan dari Hobi 'Thrifting', Beli Produk Bekas Berkualitas, Harga Miring tapi 'Branded'

Raup Cuan dari Hobi "Thrifting", Beli Produk Bekas Berkualitas, Harga Miring tapi "Branded"

Regional
Menyamar Jadi Petugas Covid-19, Komplotan Penipu Gasak Uang hingga Perhiasan Milik Warga

Menyamar Jadi Petugas Covid-19, Komplotan Penipu Gasak Uang hingga Perhiasan Milik Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.