Kompas.com - 12/09/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi ayam. PIXABAY/DANGANHFOTOIlustrasi ayam.

KOMPAS.com- 'Pak Jokowi, Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar".

Tulisan dalam selembar poster tersebut seolah mewakili jerit para peternak ayam di Indonesia, belakangan ini.

Mereka dihadapkan pada situasi pahit mahalnya pakan dan anjloknya harga telur.

Baca juga: Penjelasan Asosiasi Peternak soal Makna Poster yang Dibentangkan ke Arah Jokowi

Insiden pembentangan poster

Polisi mengamankan pria pembentang poster ke arah Jokowi di Jalan Moh Hatta, Kota Blitar, Selasa (7/9/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Polisi mengamankan pria pembentang poster ke arah Jokowi di Jalan Moh Hatta, Kota Blitar, Selasa (7/9/2021)

Poster berisi permohonan bantuan pada Jokowi itu dibentangkan oleh seorang peternak berinisial S ke arah presiden.

S membentangkan poster persis saat mobil Presiden Jokowi melintas perlahan di Jalan Moh Hatta, ketika sedang mengunjungi Blitar pada Selasa (7/9/2021) lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, jendela pintu belakang mobil presiden terbuka dan Jokowi sedang melambaikan tangan ke arah warga.

Aksi pembentangan poster itu tidak berlangsung lama, sebab S tiba-tiba dipegangi oleh pria lain yang berdiri di sebelahnya.

"Saya kaget kok tiba-tiba ada yang mengacungkan poster di sebelah saya, langsung saya pegang dia," kata Kukuh, pria yang memegangi dan merebut poster S.

Melihat hal tersebut, aparat kemudian membawa S ke mobil polisi.

Baca juga: Polisi Bantah Tangkap Peternak yang Bentangkan Poster di Blitar, Kapolres: Ini Pengamanan...

Polisi bantah menangkap

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan dan Komandan Kodim 0808 Blitar Letkol Inf. Didin Nasruddin Darsono memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (8/9/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan dan Komandan Kodim 0808 Blitar Letkol Inf. Didin Nasruddin Darsono memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (8/9/2021)

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan membantah telah melakukan penangkapan terhadap S.

"Kalau penangkapan itu harus ada surat penangkapan dan penahanannya. Ini pengamanan bukan penangkapan," kata Yudhi.

Polisi menjelaskan, pria pembentang poster itu dibawa ke kantor polisi lantaran muncul tiba-tiba ketika Presiden Jokowi berkunjung.

"Kenapa kita amankan, pertama kita ingin tahu identitas yang bersangkutan," ujarnya.

Polisi juga mengaku membawa pria tersebut karena tak ingin ada kerumunan di sekitar lokasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan.

Setelah memastikan bahwa S merupakan anggota asosiasi peternak, polisi kemudian mengantarnya pulang.

"Sekitar 30 menitan kemudian kita lepaskan. Nyatanya setelah kita tanya identitasnya di kantor, kita tanya tujuannya, ya sudah, kita antar pulang," kata dia.

Baca juga: Kontras Kritik Langkah Polisi Amankan Warga yang Bentangkan Poster ke Jokowi

 

Komandan Kodim 0808 Blitar Letkol Inf Didin Nasruddin Darsono menjelaskan, tindakan membentangkan poster yang dilakukan S tidak termasuk tindakan yang membahayakan keamanan presiden.

Dalam konteks standar prosedur pengamanan Presiden, ujarnya, aparat keamanan akan menindak tegas seseorang hika membawa senjata dan hal-hal lain yang dinilai membahayakan keamanan presiden.

Meski begitu, Didin dapat memaklumi tindakan polisi membawa pria pembentang poster itu.

"Masalahnya, kemarin itu dia munculnya tiba-tiba," ujarnya.

Baca juga: Polisi Ternyata Bujuk Peternak Ayam Jangan Aksi Bentang Poster ke Jokowi, Mengapa?

Poster dan jerit peternak

Polisi meringkus pria yang membentangkan poster ke arah Jokowi di Kota Blitar, Selasa (7/9/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Polisi meringkus pria yang membentangkan poster ke arah Jokowi di Kota Blitar, Selasa (7/9/2021)

Koperasi PUTERA Blitar yang merupakan asosiasi peternak ayam petelur angkat bicara.

Ketua Koperasi PUTERA Blitar, Sukarman mengungkapkan, tulisan poster tersebut mewakili jerit para peternak ayam di Blitar yang terimpit kondisi serba sulit.

Di satu sisi, mereka dihadapkan pada harga jagung sebagai pakan yang melambung.

Di sisi lain, harga telur ayam, kini anjlok dalam beberapa pekan terakhir.

Sukarman menyebutkan, harga jagung berada di kisaran Rp 5.700 hingga Rp 5.900. Padahal harga yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan, lanjut dia Rp 4.500 per kilogram.

Dengan harga pakan itu, seharusnya harga jual telur di kandang peternak sekitar Rp 20.000 sampai Rp 20.500 per kilogram.

Namun, kenyataannya, sekitar dua bulan terakhir harga telur hanya Rp 16.000 per kilogram bahkan ada yang di bawah itu.

"Jadi isi posternya Pak Suroto itu sudah benar, minta bantuan Pak Jokowi agar peternak bisa membeli jagung dengan harga wajar," ungkap dia.

Baca juga: Harga Telur Anjlok di Pasaran, Apa Penyebabnya?

Blitar penghasil telur terbesar, aspirasi dianggap wajar

ilustrasi telurPIXABAY/COULEUR ilustrasi telur

Dia mengatakan, sudah sewajarnya aspirasi yang dihadapi peternak ayam itu disampaikan oleh para peternak di Blitar pada presiden.

Apalagi, menurut dia, Kabupaten dan Kota Blitar adalah penghasil telur terbesar yang memasok sekitar 30 persen kebutuhan telur nasional.

Tercatat ada 4.500 peternak ayam mandiri di Blitar dengan beragam skala usaha, mulai dari kategori rumah tangga hingga skala sedang dan besar.

Jumlah populasi ayam, lanjutnya, mencapai 28 juta ekor dengan produktivas mencapai 1.100 ton per hari.

"Jadi wajar jika kami peternak di Blitar sangat ingin menyampaikan aspirasi ini langsung ke Pak Jokowi," tuturnya.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Jakarta, Terendah Rp 19.000 Per Kilogram

 

Warga di sekitar kandang milik Hardi, terlihat antusias dalam mengambil telur yang disedekahkan.KOMPAS.COM/istimewa Warga di sekitar kandang milik Hardi, terlihat antusias dalam mengambil telur yang disedekahkan.
Peternak di Lamongan sampai bagikan telur gratis

Murahnya harga jual telur juga membuat peternak di Lamongan meradang.

Sebab, harga jual telur kini tidak sebanding dengan biaya perawatan yang mereka keluarkan.

Dari yang semula Rp 20.000 kini bahkan hanya Rp 14.000 per kilogram.

Menyikapi hal ini, beberapa peternak bahkan terpaksa menjual ayam petelur yang dimiliki untuk menghemat biaya operasional.

"Saya terpaksa menjual ayam-ayam di kandang meski umurnya masih produktif karena harga jual telur sudah murah sekali, tidak lagi sebanding dengan biaya pakan yang harus dikeluarkan," kata peternak ayam telur di Kecamatan Mantup, Lamongan, Hardi.

Baca juga: Harga Telur Anjlok, Peternak Bagikan Telur Gratis ke Warga: Silakan Ambil Sendiri di Kandang

Hardi juga membagi-bagikan telurnya secara gratis kepada warga.

Dia bahkan mempersilakan warga mengambil telur itu sendiri di kandang.

"Tadi saya undang beberapa warga sekitar kandang, saya persilakan ambil telur-telur itu sendiri di kandang. Hitung-hitung membantu warga terdampak pandemi, daripada saya buang karena harga telur terus menurun," ucap Hardi.

Dia berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. Salah satunya dengan menetapka Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sumber: Kompas.com (Penulis: Asip Agus Hasani, Hamzah Arfah | Editor: Robertus Belarminus, Dheri Agriesta, Pythag Kurniati, Priska Sari Pratiwi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Regional
Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Regional
Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Regional
Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Regional
Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Regional
Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Regional
Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Regional
Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Regional
Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Regional
Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Regional
Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Regional
Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Regional
Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Regional
Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.