Kompas.com - 10/09/2021, 19:38 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

KOMPAS.com - RS (23), pemuda asal Cilacap, Jawa Tengah, ditangkap karena tega membunuh ibu kandungnya sendiri, Wasitoh, Rabu (8/9/2021).

Dari hasil penyelidikan sementara, RS mengaku kesal karena sering diomeli oleh korban.

"Luapan emosi karena jarang diajak ngobrol sering diomelin. Walaupun sudah bekerja berjualan bubur tapi tidak dianggap oleh keluarganya," ujar Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi, dilansir dari Tribunnews.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Terbaru, Hasil Labfor Keluar, Polisi Langsung Lakukan Hal Ini

Dikenal pendiam

Sementara itu, dari pengakuan para tetangga, pelaku memang dikenal pendiam.

Korban dan pelaku sebetulnya sering berjualan bubur bersama. Warga juga mengenal korban sebagai warga yang baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka jualan sama-sama, ibunya yang masak dan anaknya yang berdagang. Tapi, anaknya dikenal pendiam," jelas Kusairi, Ketua RT 04 RW 06, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara.

Baca juga: Detik-detik Anak Bunuh Ibu Kandung di Cilacap dengan Parang, Sebelumnya Coba Aniaya dengan Pedang

Suara teriakan korban

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus itu terungkap setelah tetangga mendengar suara teriakan korban.

Lalu salah satu warga mencoba menghampiri rumah korban. Namun, saat itu justru melihat pelaku dan korban terlibat perkelahian.

 

"Saksi mendengar teriakan korban (di kamar kos). Saksi melihat sedang bergumul, ibunya melawan," kata Leganek saat ungkap kasus di Mapolres Cilacap, Kamis (9/9).

Warga tersebut lalu meminta bantuan warga sekitar karena melihat pelaku membawa senjata tajam.

Baca juga: Pengakuan Heru Pelaku Pembunuhan Kakak Adik di Sidoarjo: Benar-benar Saya Menyesal

Saat itu tersangka berusaha menusuk ibunya dengan sebilah pedang yang telah berkarat.

"Tersangka berusaha menusuk ibunya, ibunya lari. Kemudian tersangka membekap dan mencekik leher korban dari belakang," ujar Leganek.

Akibatnya, korban alami luka di bagian leher dan kepala.

(Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Khairina)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Anak Habisi Nyawa Ibu Kandung di Cilacap, Pelaku Kesal Kerap Dimarahi dan Merasa Tak Dianggap

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Polisi di Aceh Dicopot, Diduga Aniaya Tersangka hingga Meninggal

4 Polisi di Aceh Dicopot, Diduga Aniaya Tersangka hingga Meninggal

Regional
2 Oknum Dokter di Sinjai yang Tepergok Selingkuh di Hotel Bakal Jalani Pemeriksaan

2 Oknum Dokter di Sinjai yang Tepergok Selingkuh di Hotel Bakal Jalani Pemeriksaan

Regional
Kunjungi Pengungsi Erupsi Semeru, Mentan Sepakat Buat Kandang Terpusat untuk Hewan Ternak

Kunjungi Pengungsi Erupsi Semeru, Mentan Sepakat Buat Kandang Terpusat untuk Hewan Ternak

Regional
Bus Terguling di Demak karena Sopir Rem Mendadak, 3 Penumpang Tewas

Bus Terguling di Demak karena Sopir Rem Mendadak, 3 Penumpang Tewas

Regional
Warung Tengkleng Harsi Dianggap Mahal karena Pemilik Tak Tanyakan Pesanan Pelanggan

Warung Tengkleng Harsi Dianggap Mahal karena Pemilik Tak Tanyakan Pesanan Pelanggan

Regional
Update Korban Erupsi Semeru: 34 Warga Meninggal, 69 Luka, dan 16 Orang Hilang

Update Korban Erupsi Semeru: 34 Warga Meninggal, 69 Luka, dan 16 Orang Hilang

Regional
Jembatan Gladak Perak Bakal Dibangun Lagi, Khofifah: Keberadaannya Vital untuk Masyarakat

Jembatan Gladak Perak Bakal Dibangun Lagi, Khofifah: Keberadaannya Vital untuk Masyarakat

Regional
Dugaan Korupsi Pemotongan Upah THL PDAM Madiun, Dirut Teknik PDAM Magetan Ditahan

Dugaan Korupsi Pemotongan Upah THL PDAM Madiun, Dirut Teknik PDAM Magetan Ditahan

Regional
PT INKA dan Bukit Asam Sepakat Kembangkan Kendaraan Tambang Berbasis Listrik, Target Lulus Sertifikasi Akhir 2022

PT INKA dan Bukit Asam Sepakat Kembangkan Kendaraan Tambang Berbasis Listrik, Target Lulus Sertifikasi Akhir 2022

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 11 Kali Lava Pijar dalam 6 Jam

Gunung Merapi Keluarkan 11 Kali Lava Pijar dalam 6 Jam

Regional
Cari Korban Erupsi Gunung Semeru, Tim SAR Gali Kedalaman 1 Meter dari Awan Panas Guguran

Cari Korban Erupsi Gunung Semeru, Tim SAR Gali Kedalaman 1 Meter dari Awan Panas Guguran

Regional
Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya, Kapolres Palu: Saya Minta Maaf

Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya, Kapolres Palu: Saya Minta Maaf

Regional
Temukan Makanan Berformalin Saat Sidak Pasar, Nakes di Sulsel Malah Didenda Rp 2 Miliar

Temukan Makanan Berformalin Saat Sidak Pasar, Nakes di Sulsel Malah Didenda Rp 2 Miliar

Regional
BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Sulawesi

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Sulawesi

Regional
Kronologi Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya

Kronologi Video Viral Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi dan Dianiaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.