Kompas.com - 10/09/2021, 17:16 WIB
Bupati Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Muhammad Thaib KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOBupati Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Muhammad Thaib

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Kabupaten Aceh utara kini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Sebelumnya, wilayah Aceh Utara sempat menerapkan PPKM level 3. 

Adanya perubahan level itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menandatangani Instruksi Bupati Nomor 1175/INSTR/2021 tentang PPKM level 2 yang berlaku selama tanggal 7-20 September 2021.

Baca juga: Capaian Vaksinasi untuk Masyarakat Umum di Aceh Utara Tergolong Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Adapun dari aturan itu kini warung makan dan tempat umum sejenisnya dilakukan pembatasan waktu operasional dan kapasitas pengunjung.

“Khusus untuk warung, kafe, restoran dan lain sebagainya hanya boleh buka hingga pukul 20.00 WIB. Lalu kapasitasnya 50 persen (pengunjung) dari total kursi yang tersedia,” ungkap Thaib dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Aceh Utara PPKM Level 3, Sekda: Pejabat Harus Atur Hanya 25 Persen Pegawai Kerja di Kantor

Dia juga menyebutkan, acara pesta hanya diperbolehkan maksimal diadakan hingga pukul 16.00 WIB.

“Undangan (untuk tamu) 25 persen dari kapasitas lokasi acara,” ujarnya.

Khusus transportasi darat, hanya diberi izin untuk mengangkut penumpang sebesar 50 persen dari kapasitas kendaraan.

Sementara untuk pemilihan kepala desa, sambungnya, sudah bisa dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

 

Adapun untuk aturan di tempat wisata, pengunjung diminta menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat sehingga mencegah adanya kluster baru penyebaran Covid-19.

“Kalau sekolah dibolehkan tatap muka, maksimal empat shif. Pembagian siswa dan teknis di kelas diserahkan ke masing-masing sekolah,” sebutnya.

Dia pun mengatakan, adanya aturan baru ini, ia meminta masyarakat di Aceh Utara untuk tetap patuh prokes.

Harapannya, penerapan PPKM kali ini dapat terus bisa ditekan dari level 2 menjadi level 1.

“Semoga kita bisa segera keluar dari pandemi di tanah air,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ahli Vulkanologi ITB Jelaskan Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Ahli Vulkanologi ITB Jelaskan Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Regional
BPBD Imbau Warga Tak Kunjungi Desa Terdampak Erupsi Semeru, Ingatkan Potensi Awan Panas Guguran

BPBD Imbau Warga Tak Kunjungi Desa Terdampak Erupsi Semeru, Ingatkan Potensi Awan Panas Guguran

Regional
Update Bencana Erupsi Gunung Semeru, 13 Korban Jiwa dan Evakuasi Terkendala Medan

Update Bencana Erupsi Gunung Semeru, 13 Korban Jiwa dan Evakuasi Terkendala Medan

Regional
Cerita Relawan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru, Temukan Jasad Ibu dan Anak Berpelukan

Cerita Relawan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru, Temukan Jasad Ibu dan Anak Berpelukan

Regional
Kisah Pilu Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru: Semuanya Tertimbun...

Kisah Pilu Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru: Semuanya Tertimbun...

Regional
Terpantau CCTV, Tiga Warga Ukraina Mendaki Gunung Merbabu Tanpa Izin

Terpantau CCTV, Tiga Warga Ukraina Mendaki Gunung Merbabu Tanpa Izin

Regional
Kisah Cinta Mahasiswi Mojokerto dan Oknum Polisi Berujung Maut, NWR Tewas di Pusara Ayah, Bripda RB Terancam Dipecat

Kisah Cinta Mahasiswi Mojokerto dan Oknum Polisi Berujung Maut, NWR Tewas di Pusara Ayah, Bripda RB Terancam Dipecat

Regional
BERITA FOTO: Gunung Semeru Erupsi, Ini Kondisi Desa Sumberwuluh, Lumajang

BERITA FOTO: Gunung Semeru Erupsi, Ini Kondisi Desa Sumberwuluh, Lumajang

Regional
Pemkab Sleman Salurkan Air Bersih ke Dusun Terdampak Banjir Lahar Dingin Merapi

Pemkab Sleman Salurkan Air Bersih ke Dusun Terdampak Banjir Lahar Dingin Merapi

Regional
Mahasiswi Bunuh Diri di Makam Ayah di Pasuruan, Oknum Polisi Dijerat Pasal Aborsi, Ini Faktanya

Mahasiswi Bunuh Diri di Makam Ayah di Pasuruan, Oknum Polisi Dijerat Pasal Aborsi, Ini Faktanya

Regional
Cerita Sinten Saat Gunung Semeru Melutus: Saat Erupsi seperti Kiamat

Cerita Sinten Saat Gunung Semeru Melutus: Saat Erupsi seperti Kiamat

Regional
Polisi Pastikan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana BST oleh Kades di Blitar Berlanjut

Polisi Pastikan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana BST oleh Kades di Blitar Berlanjut

Regional
Cerita Titik Isnani Sering Dirundung Saat Kecil dan Tidak Sekolah, Kini Dirikan PAUD Inklusi di Boyolali

Cerita Titik Isnani Sering Dirundung Saat Kecil dan Tidak Sekolah, Kini Dirikan PAUD Inklusi di Boyolali

Regional
Fakta Terkini Dampak Erupsi Gunung Semeru, Kendala Evakuasi Warga dan Pencarian 10 Penambang Pasir

Fakta Terkini Dampak Erupsi Gunung Semeru, Kendala Evakuasi Warga dan Pencarian 10 Penambang Pasir

Regional
Gunung Semeru Meletus, Pengungsi Butuh Masker, Makanan, Selimut, hingga Air Bersih

Gunung Semeru Meletus, Pengungsi Butuh Masker, Makanan, Selimut, hingga Air Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.