Pencarian ABK KM Hentri, Basarnas Koordinasi dengan TNI AU untuk Lakukan Operasi Udara

Kompas.com - 10/09/2021, 12:18 WIB
Kapal Motor (KM) Hentri terbakar di peraiaran Kepulauan Tanimbar, Maluku 3 September 2021. Dalam insiden itu 2 ABK dinyatakan tewas, lima selamat dan 25 ABK lainnya masih dinyatakan hilang HUMAS BASARNAS AMBONKapal Motor (KM) Hentri terbakar di peraiaran Kepulauan Tanimbar, Maluku 3 September 2021. Dalam insiden itu 2 ABK dinyatakan tewas, lima selamat dan 25 ABK lainnya masih dinyatakan hilang

AMBON, KOMPAS.com - Kantor Basarnas Ambon berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk membantu operasi penyelamatan 25 anak buah kapal (ABK) KM Hentri yang hilang di Perairan Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Puluhan ABK ini hilang setelah melompat ke laut saat KM Hentri dihantam gelombang dan akhirnya terbakar pada 3 September.

Baca juga: 5 ABK Selamat Usai Melompat ke Laut Saat KM Hentri Terbakar, Sempat Terombang-ambing 4 Hari

Kepala Basarnas Ambon, Mustari mengatakan, telah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara (AU) untuk melakukan pencarian lewat udara.

“Kami berusaha dan hanya bisa berkoordinasi dan pertimbangan untuk mengerahkan alut (pesawatnya) ya dari TNI AU,” kata Mustari kepada Kompas.com via telepon seluler, Jumat (10/9/2021).

Menurut Mustari, pencarian lewat udara saat ini penting dilakukan karena cuaca buruk di Perairan Maluku. Sehingga, kapal tidak bisa dikerahkan melakukan pencarian.

Operasi pemantauan lewat udara juga penting dilakukan mengingat insiden kapal terbakar sudah sepekan lamanya. Pertimbangan lain, jumlah ABK yang hilang dalam insdien itu sangat banyak yakni 25 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tapi di Ambon kan tidak ada alut (pesawat), tapi kita berharap semoga ada jalan untuk pencarian lewat udara karena itu sangat membantu sekali,” katanya.

Saat ini, tim SAR gabungan berusaha sekuat tenaga mencari 25 ABK yang hilang tersebut. Ia berharap puluhan ABK itu segera ditemukan.

“Kita berupaya semaksimal mungkin, dan kita berharap agar 25 ABK yang hilang itu segera ditemukan,” katanya.

Sebelumnya, KM Hentri yang berisi 32 anak buah kapal (ABK) dilaporkan terbakar di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada 3 September 2021.

Kapal tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta menuju Papua pada 15 Agustus 2021.

Baca juga: KRI Layaran dan Kapal Polairud Dikerahkan Cari 25 ABK KM Hentri yang Hilang di Perairan Maluku

Saat melintas di perairan Kepulauan Tanimbar, kapal tersebut diterjang gelombang tinggi hingga terjadi guncangan hebat yang mengakibatkan kebakaran.

Akibat insiden itu, dua ABK dinyatakan tewas, lima orang selamat, dan 25 lainnya hilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Banyumas Turun ke Level 2, Car Free Day di Alun-alun Purwokerto Bisa Digelar Lagi

PPKM Banyumas Turun ke Level 2, Car Free Day di Alun-alun Purwokerto Bisa Digelar Lagi

Regional
29 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Positif Covid-19, Masuk Lewat Pos Lintas Batas

29 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Positif Covid-19, Masuk Lewat Pos Lintas Batas

Regional
Kasus Covid-19 di Jombang Turun Drastis, Relawan Tetap Produksi Jamu Penambah Imun

Kasus Covid-19 di Jombang Turun Drastis, Relawan Tetap Produksi Jamu Penambah Imun

Regional
Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Regional
Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Regional
Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Regional
Pemkot Madiun Izinkan Hajatan Pakai Hiburan Saat Level 2, Wali Kota: Tak Boleh Joget-joget

Pemkot Madiun Izinkan Hajatan Pakai Hiburan Saat Level 2, Wali Kota: Tak Boleh Joget-joget

Regional
Gojek Siap Bantu Polisi Ungkap Identitas Pencuri yang Kembalikan Barang Curian Lewat Layanan Pesan Antar

Gojek Siap Bantu Polisi Ungkap Identitas Pencuri yang Kembalikan Barang Curian Lewat Layanan Pesan Antar

Regional
Cerita Youtuber Verio Hasferi Uda Rio, Kemas Konten Berbahasa Minang, Kini Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah

Cerita Youtuber Verio Hasferi Uda Rio, Kemas Konten Berbahasa Minang, Kini Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah

Regional
Cabuli Keponakan, Oknum Dosen Unej Dituntut 8 Tahun Penjara

Cabuli Keponakan, Oknum Dosen Unej Dituntut 8 Tahun Penjara

Regional
12 Siswa dari Dua SMP di Solo Terpapar Covid-19, PTM Terbatas Dihentikan

12 Siswa dari Dua SMP di Solo Terpapar Covid-19, PTM Terbatas Dihentikan

Regional
Kirim Surat Kepada Korban, Pencuri yang Kembalikan Barang Mengaku Terjerat Pinjol

Kirim Surat Kepada Korban, Pencuri yang Kembalikan Barang Mengaku Terjerat Pinjol

Regional
Dituduh Punya Ilmu Hitam, Seorang Kakek di Sulut Dibunuh Tetangganya, Ini Pengakuan Pelaku

Dituduh Punya Ilmu Hitam, Seorang Kakek di Sulut Dibunuh Tetangganya, Ini Pengakuan Pelaku

Regional
Polisi Sebut Kegiatan Susur Sungai Tak Berizin, Guru dan Murid hanya Diajak Penanggungjawab

Polisi Sebut Kegiatan Susur Sungai Tak Berizin, Guru dan Murid hanya Diajak Penanggungjawab

Regional
Bus Arema FC Dirusak Oknum Suporter Persebaya Surabaya, Remaja 15 Tahun Ditangkap

Bus Arema FC Dirusak Oknum Suporter Persebaya Surabaya, Remaja 15 Tahun Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.