Kompas.com - 09/09/2021, 17:24 WIB
ilustrasi penjara PEXELS.com/RODNAE Productionsilustrasi penjara

GRESIK, KOMPAS.com - Tidak jauh berbeda dengan kebanyakan rumah tahanan (rutan) di Indonesia, penghuni Rutan Klas II B Gresik, Jawa Timur, saat ini juga sudah kelebihan penghuni.

Jumlah penghuni Rutan Klas II B Gresik sudah tiga kali lipat lebih dari yang ditentukan.

Kepala Rutan Klas II B Gresik Aris Sakuriyadi mengatakan, peristiwa kebakaran yang menewaskan 41 narapidana di Rutan Tangerang turut menjadikan pembelajaran tersendiri kepada pihaknya untuk meminimalisasi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu di rutan.

"Untuk kapasitas itu sebenarnya diperuntukkan bagi 200 orang, namun sampai hari ini 9 September 2021, isinya itu di angka 744 warga binaan," ujar Aris saat dihubungi, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Buntut Kebakaran Lapas Tangerang, Lapas dan Rutan di Jawa Timur Di-sweeping

Selama ini, Aris mengatakan, pihak rutan telah berupaya menggelar pemeriksaan saluran listrik secara rutin. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun usai kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang, pihaknya akan lebih menggencarkan agenda pemeriksaan tersebut. 

"Jika sebelumnya dua minggu sekali, tapi dengan adanya kejadian kemarin ya akan lebih kami intensifkan. Sebab saluran ilegal itu bisa menyebabkan korsleting listrik," ucap Aris.

Langkah lain yang ditempuh oleh jajaran rutan adalah berkoordinasi dengan Unit Pemadam Kebakaran Gresik.

Dengan demikian, apabila terjadi kebakaran, mereka dapat dengan cepat mendapatkan bantuan dalam upaya pemadaman api.

"Kami juga punya rencana dengan Unit Pemadam Kebakaran setempat, untuk melakukan simulasi dan edukasi lapangan mengenai penanganan mitigasi bencana kebakaran. Tapi ini belum ketemu jadwal waktunya," kata Aris.

Baca juga: Rutan Medaeng Overload, Kapasitas Maksimal 504 Orang, Kini Diisi 1.828 Penghuni

Aris juga memastikan pemeriksaan rutin kelengkapan dan kelancaran peralatan pemadam kebakaran di dalam rutan, sehingga bila sewaktu-waktu ada kebakaran, peralatan tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.

"Kalau masalah overload, saya kira bukan hanya di Gresik, tapi seluruh rutan yang ada di Indonesia juga begitu," ucapnya.

Kelebihan ini menurutnya terjadi lantaran rutan menjadi bagian akhir dari proses peradilan.

"Jadi numpuknya di sini. Tapi yang penting itu, bagaimana upaya kami menyiasati agar semua bisa terkontrol dan terkendali," tutur Aris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.