Kompas.com - 09/09/2021, 17:09 WIB
Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe menahan Kepala Desa Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Muhammad Suheri (31), Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 12.00 WIB di Mapolres Lhokseumawe. KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOKejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe menahan Kepala Desa Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Muhammad Suheri (31), Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 12.00 WIB di Mapolres Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lhokseumawe menahan Kepala Desa Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Muhammad Suheri (31).

Pria yang akrab disapa Fatmagul itu diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa pada tahun 2020.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Lhokseumawe Miftah menyebutkan, Fatmagul ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Polres Lhokseumawe sejak ditangkap, Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Baca juga: Korupsi Dana Desa, Kades dan Bendahara di Aceh Divonis 4 Tahun Penjara

“Sejak 9 September 2021 kita sudah melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dengan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe,” ungkap Miftah dalam keterang tertulisnya, Kamis. 

Dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan, sambung Miftah, berupa proyek rehabilitasi rumah duafa tidak sesuai anggaran, pemasangan lampu penerangan jalan tidak sesuai aturan, dan pengadaan sepeda motor desa menggunakan nama pribadi kepala desa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dia beli motor pakai uang desa. Tapi atas nama pribadi,” tegas Miftah.

Baca juga: Selewengkan Dana Desa Saat Masih Menjabat, Mantan Kades di Cianjur Jadi Tersangka Tipikor

Selain itu, pajak yang dipungut di desa tidak disetorkan ke kas daerah dan penyalahgunaan uang sisa anggaran tahun 2020.

“Hasil perhitungan kerugian negara sekitar Rp 305 juta oleh Inspektorat Kota Lhokseumawe. Kepala desa itu tidak menindaklanjuti temuan inspektorat tersebut sehingga dilakukan penyidikan dan penahanan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti dan megulangi perbuatannya.

“Sekarang penyidik melengkapi berkasnya untuk seterusnya dilakukan pelimpahan ke pengadilan tindak pidana korupsi di Banda Aceh,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Untuk Pastikan Kapal Temuan adalah Van der Wijck, BPCB Butuh Proses Lanjutan

Regional
Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Sumut Tersingkir dari 10 Besar PON Papua, Gubernur Edy Akan Evaluasi KONI dan Jaring Bibit Atlet

Regional
Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Sidang Kasus Pencabulan Oknum Dosen Unej Diwarnai Unjuk Rasa, Hakim Didesak Kabulkan Tuntutan 8 Tahun Penjara

Regional
Pemkot Madiun Izinkan Hajatan Pakai Hiburan Saat Level 2, Wali Kota: Tak Boleh Joget-joget

Pemkot Madiun Izinkan Hajatan Pakai Hiburan Saat Level 2, Wali Kota: Tak Boleh Joget-joget

Regional
Gojek Siap Bantu Polisi Ungkap Identitas Pencuri yang Kembalikan Barang Curian Lewat Layanan Pesan Antar

Gojek Siap Bantu Polisi Ungkap Identitas Pencuri yang Kembalikan Barang Curian Lewat Layanan Pesan Antar

Regional
Cerita Youtuber Verio Hasferi Uda Rio, Kemas Konten Berbahasa Minang, Kini Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah

Cerita Youtuber Verio Hasferi Uda Rio, Kemas Konten Berbahasa Minang, Kini Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah

Regional
Cabuli Keponakan, Oknum Dosen Unej Dituntut 8 Tahun Penjara

Cabuli Keponakan, Oknum Dosen Unej Dituntut 8 Tahun Penjara

Regional
12 Siswa dari Dua SMP di Solo Terpapar Covid-19, PTM Terbatas Dihentikan

12 Siswa dari Dua SMP di Solo Terpapar Covid-19, PTM Terbatas Dihentikan

Regional
Kirim Surat Kepada Korban, Pencuri yang Kembalikan Barang Mengaku Terjerat Pinjol

Kirim Surat Kepada Korban, Pencuri yang Kembalikan Barang Mengaku Terjerat Pinjol

Regional
Dituduh Punya Ilmu Hitam, Seorang Kakek di Sulut Dibunuh Tetangganya, Ini Pengakuan Pelaku

Dituduh Punya Ilmu Hitam, Seorang Kakek di Sulut Dibunuh Tetangganya, Ini Pengakuan Pelaku

Regional
Polisi Sebut Kegiatan Susur Sungai Tak Berizin, Guru dan Murid hanya Diajak Penanggungjawab

Polisi Sebut Kegiatan Susur Sungai Tak Berizin, Guru dan Murid hanya Diajak Penanggungjawab

Regional
Bus Arema FC Dirusak Oknum Suporter Persebaya Surabaya, Remaja 15 Tahun Ditangkap

Bus Arema FC Dirusak Oknum Suporter Persebaya Surabaya, Remaja 15 Tahun Ditangkap

Regional
Usai Gasak Laptop hingga Perhiasan, Pencuri di Sidoarjo Kembalikan Barang Curian Lewat Ojol

Usai Gasak Laptop hingga Perhiasan, Pencuri di Sidoarjo Kembalikan Barang Curian Lewat Ojol

Regional
Anggota TNI dan Seorang Warga di Gowa Tewas Tersambar Petir, Saksi Mata: Ledakannya Keras Sekali...

Anggota TNI dan Seorang Warga di Gowa Tewas Tersambar Petir, Saksi Mata: Ledakannya Keras Sekali...

Regional
Kedatangan Jokowi ke Kalsel Disambut Unjuk Rasa Ratusan Mahasiswa

Kedatangan Jokowi ke Kalsel Disambut Unjuk Rasa Ratusan Mahasiswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.