Lepaskan Bibit Ikan ke Waduk, Tradisi Calon Pengantin di Kulon Progo

Kompas.com - 09/09/2021, 15:32 WIB
Belasan pasang calon pengantin melepas bibit ikan ke Waduk Sermo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini bagian dari upaya pemerintah mendorong kesadaran lingkungan melalui program Jogo Kaliku Sipatin (Jaga Komitmen Warga Kulon Progo Untuk Kelestarian Alam Lingkungan Ikan Kulon Progo dari Sedekah Ikan Pasangan Pengantin). KOMPAS.COM/DANI JULIUSBelasan pasang calon pengantin melepas bibit ikan ke Waduk Sermo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini bagian dari upaya pemerintah mendorong kesadaran lingkungan melalui program Jogo Kaliku Sipatin (Jaga Komitmen Warga Kulon Progo Untuk Kelestarian Alam Lingkungan Ikan Kulon Progo dari Sedekah Ikan Pasangan Pengantin).

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengungkapkan sedekah ikan sebagai gerakan menanamkan nilai spiritual sekaligus melestarikan lingkungan.

Dengan harapan, nilai-nilai itu jadi bagian dari terciptanya bibit unggul SDM Kulon Progo pada  masa depan.

“Harapannya bisa lahir SDM unggul bagi Kulon Progo dan bangsa ini,” kata Sutedjo.

Baca juga: Pengantin Wanita Menghilang Jelang Pernikahan, Ibu: Sore Masih Beres Undangan Sama Calon Pengantin Pria

Sedekah perbuatan amal seperti dalam ajaran Islam. Ia akan abadi sepanjang terus memberi manfaat bagi warga dan masyarakat luas.

Seperti halnya menebar benih ikan ini, banyak orang yang akan menerima manfaat dari keberadaan ikan hingga pada masa depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Wahib Jamil mengungkapkan, program menyelaraskan kehidupan yang peduli pada lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan begitu, diharapkan tercipta kehidupan keluarga yang penuh berkah.

“Harapannya ini jadi momen bersejarah bagi para pengantin dan prewedding yang yang memiliki nilai spiritual dan bermanfaat bagi semuanya,” kata Wahab.

Baca juga: Calon Pengantin Pria Positif Covid-19, Sempat Kabur hingga Diamankan Polisi, Akhirnya Menikah Virtual

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Sudarna mengatakan, pemerintah berharap ikan yang dilepas adalah ikan lokal, tidak invasif dan tidak merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati yang sudah ada.

“Karena sedekah, maka jumlahnya tidak ditentukan,” kata Sudarna.

Ia mencontohkan beberapa ikan yang cocok ditebar, seperti  jenis ikan tawas, melem (nilem mangut) hingga wader. Pelepasliaran bisa dilakukan di perairan umum mana pun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gelar Razia Vaksin di Rawa Pening Semarang, Jaring 200 Nelayan dan Pemancing

Polisi Gelar Razia Vaksin di Rawa Pening Semarang, Jaring 200 Nelayan dan Pemancing

Regional
8 Wilayah di NTT Alami 60 Hari Tanpa Hujan, Mana Saja?

8 Wilayah di NTT Alami 60 Hari Tanpa Hujan, Mana Saja?

Regional
Cerita di Balik Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ada Hobi dan Cita-cita Sang Ayah

Cerita di Balik Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ada Hobi dan Cita-cita Sang Ayah

Regional
Penggerebekan Kantor 'Debt Collector' Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan

Penggerebekan Kantor "Debt Collector" Pinjol di Kalsel, Puluhan Orang dan 1 WNA Diamankan

Regional
Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kotabaru Kalsel Digerebek Polisi, 40 Orang Ditangkap

Kantor Jasa Penagihan Pinjol di Kotabaru Kalsel Digerebek Polisi, 40 Orang Ditangkap

Regional
OJK Terima 62 Aduan Soal Pinjol Ilegal di Kota Tegal, Kapolres: Tak Perlu Malu dan Takut, Laporkan...

OJK Terima 62 Aduan Soal Pinjol Ilegal di Kota Tegal, Kapolres: Tak Perlu Malu dan Takut, Laporkan...

Regional
Mengingat Kembali Lonjakan Covid-19 di Kudus

Mengingat Kembali Lonjakan Covid-19 di Kudus

Regional
Video Viral Pria Kendarai Motor Sambil Masturbasi di Banyuwangi, Polisi Buru Pelaku

Video Viral Pria Kendarai Motor Sambil Masturbasi di Banyuwangi, Polisi Buru Pelaku

Regional
Ditinggal Keluarga ke Luar Kota, Seorang Remaja Tega Perkosa Adik Kandungnya

Ditinggal Keluarga ke Luar Kota, Seorang Remaja Tega Perkosa Adik Kandungnya

Regional
184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

Regional
Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Regional
Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Regional
Kota Padang Berlaku PPKM Level 2, Ini Aturan yang Baru

Kota Padang Berlaku PPKM Level 2, Ini Aturan yang Baru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Dituduh Mencuri, Pria di Bangkalan Tewas Dibakar Massa | Bos Judi Online Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel

[POPULER NUSANTARA] Dituduh Mencuri, Pria di Bangkalan Tewas Dibakar Massa | Bos Judi Online Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel

Regional
Ganteng-ganteng Koruptor: Kisah 'Serigala' dari Kuansing

Ganteng-ganteng Koruptor: Kisah "Serigala" dari Kuansing

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.