Kakek Pikun Bawa Uang Rp 150 Juta di Plastik Kresek, di Kantongnya Ada Emas 250 Gram

Kompas.com - 09/09/2021, 07:32 WIB
Seorang anggota polisi tengah memeriksa kantong plastik berisi uang Rp 150 juta yang dibawa Masili, seorang kakek yang telah berusia 98 tahun. Masili ditemukan oleh anggota Polsek Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dalam keadaan bingung saat mencari alamat rumahnya. Tangkapan layar InstagramSeorang anggota polisi tengah memeriksa kantong plastik berisi uang Rp 150 juta yang dibawa Masili, seorang kakek yang telah berusia 98 tahun. Masili ditemukan oleh anggota Polsek Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dalam keadaan bingung saat mencari alamat rumahnya.

PALI, KOMPAS.com - Masili, seorang kakek yang telah berusia 98 tahun ditemukan oleh anggota Polsek Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dalam keadaan bingung saat mencari alamat rumahnya.

Polisi yang melihat kondisi tersebut langsung membantu Masili mencari keluarganya.

Baca juga: Pelajar SMK Meninggal Usai Divaksin, Ternyata Sedang dalam Pengobatan

 

Namun, petugas dibuat terkejut dengan kantong plastik warna hitam yang dibawa Masili berisi uang Rp 150 juta.

Baca juga: Dicatat KPK Pejabat Terkaya Punya Rp 1,8 Triliun, Kabag Kesra Rokan Hulu: Itu Tidak Benar

Tak hanya itu, disaku celana Masili juga didapati emas 250 gram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bripka Rully anggota Polsek Talang Ubi yang menemukan Masili mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/9/2021).

Semula, seorang sopir travel dari Palembang membawa Masili ke tempat mereka lantaran Masili kebingungan, tak mengetahui alamat rumahnya.

"Kami sempat bertanya alamat rumahnya di mana, ternyata dia lupa. Kemudian kami periksa barang yang dibawa oleh kakek tersebut dan ditemukan kantong keresek warna hitam berisi uang Rp 150 juta," kata Bripka Rully dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (9/9/2021).

Takut Masili menjadi korban tindak kriminal karena membawa begitu banyak uang dan emas, polisi langsung membantu kakek itu mencari keluarganya.

Petugas kemudian mendapati tiket travel dari PALI menuju Kabupaten Empat Lawang disaku celana Masili. Petugas lalu menghubungi agen travel tersebut.

 

Ternyata agen travel itu mengenali kakek Masili dan akhirnya mencari kontak keluarganya.

Tak berselang lama, seorang pria bernama Saiful yang merupakan anak kandung Masili menghubungi petugas.

Keluarga mengaku sudah kebingungan mencari keberadaan Masili.

Sebab, Masili sudah dalam keadaan pikun dan pendengarannya terganggu sehingga sering lupa jalan pulang ke rumah.

"Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, Pak Masili kami bawa ke Kabupaten Lahat untuk bertemu anaknya. Setelah bertemu, anaknya memeriksa kantong celana bapaknya itu dan kembali mendapatkan emas sebanyak 250 gram, ia pun langsung dibawa pulang ke Empat Lawang oleh anaknya," ucap Rully.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Bocah SD di Surabaya Nyaris Diculik, Berhasil Kabur Saat Pelaku Lengah, Mulut Terluka karena Jatuh

Detik-detik Bocah SD di Surabaya Nyaris Diculik, Berhasil Kabur Saat Pelaku Lengah, Mulut Terluka karena Jatuh

Regional
Unik, Tentara Pink Squid Game Jaga Tes SKD Kemenkumham di Surabaya

Unik, Tentara Pink Squid Game Jaga Tes SKD Kemenkumham di Surabaya

Regional
Pemuda Mabuk Panjat Tower SUTET, Evakuasinya Berlangsung Menegangkan

Pemuda Mabuk Panjat Tower SUTET, Evakuasinya Berlangsung Menegangkan

Regional
Harapan Bupati Ibrahim Ali Usai Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung

Harapan Bupati Ibrahim Ali Usai Presiden Jokowi Tanam Mangrove di Tana Tidung

Regional
Penjual 14 Kg Sisik Trenggiling Didenda Rp 100 Juta dan Terancam Penjara 5 Tahun

Penjual 14 Kg Sisik Trenggiling Didenda Rp 100 Juta dan Terancam Penjara 5 Tahun

Regional
Urus Sertifikat Tanah lewat Calo, 3 Warga Kampar Kena Tipu

Urus Sertifikat Tanah lewat Calo, 3 Warga Kampar Kena Tipu

Regional
Seorang Polisi di Lampung Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolda: Pasti Saya Pecat!

Seorang Polisi di Lampung Terlibat Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolda: Pasti Saya Pecat!

Regional
Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Sang Ayah Dibebaskan, Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka, Janji Sang Ayah Dibebaskan, Pelaku Dicopot dari Jabatannya

Regional
Jembatan di Melawi Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Transportasi Putus

Jembatan di Melawi Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Transportasi Putus

Regional
Atlet Banyuwangi yang Berlaga di PON Papua Diguyur Bonus Rp 193 Juta

Atlet Banyuwangi yang Berlaga di PON Papua Diguyur Bonus Rp 193 Juta

Regional
Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan, Berhasil Kabur Saat Mobil Pelaku Berhenti di SPBU

Bocah SD di Surabaya Lolos dari Penculikan, Berhasil Kabur Saat Mobil Pelaku Berhenti di SPBU

Regional
Diduga Hina Rizieq Shihab dalam Video Viral, McDanny Dilaporkan ke Polrestabes Bandung

Diduga Hina Rizieq Shihab dalam Video Viral, McDanny Dilaporkan ke Polrestabes Bandung

Regional
Seorang Polisi dan ASN di Lampung Berkomplot Rampok Mobil Mahasiswa yang Sedang Nongkrong

Seorang Polisi dan ASN di Lampung Berkomplot Rampok Mobil Mahasiswa yang Sedang Nongkrong

Regional
Praktik Perguruan Tinggi Ilegal, 1 Ijazah Dibanderol Rp 7,5 Juta, Rektor Jadi Tersangka

Praktik Perguruan Tinggi Ilegal, 1 Ijazah Dibanderol Rp 7,5 Juta, Rektor Jadi Tersangka

Regional
2 Warga Ditangkap Bawa 14 Kilogram Sisik Trenggiling, KLHK: Itu untuk Pasar Luar Negeri

2 Warga Ditangkap Bawa 14 Kilogram Sisik Trenggiling, KLHK: Itu untuk Pasar Luar Negeri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.