Duduk Perkara 2 Ibu di Blitar Curi Susu, Ada 65 Barang Bukti, Kini Dibebaskan Setelah Pemilik Toko Memaafkan

Kompas.com - 09/09/2021, 07:27 WIB
Hotman Paris meminta maaf kepada pemilik toko atas nama dua emak-emak yang melakukan pencurian susu hingga minyak kayu putih di Blitar, Jawa Timur. Instagram/@hotmanparisofficialHotman Paris meminta maaf kepada pemilik toko atas nama dua emak-emak yang melakukan pencurian susu hingga minyak kayu putih di Blitar, Jawa Timur.
Editor Rachmawati

Hotman Paris angkat bicara

Kasus pencurian tersebut menjadi perhatian pengacara kondang Hotman Paris. Melalui Instagram pribadinya, Hotman meminta maaf atas nama dua emak-emak yang telah mencuri susu.

Hotman Paris mengakui bahwa dua emak-emak pencuri susu telah melakukan kesalahan. Namun keduanya terpaksa melakukan hal itu karena kondisi ekonomi.

Pengacara kondang itu bersedia jika dirinya harus memberikan uang ganti rugi pada pemilik toko selaku korban. Ia bahkan meminta bantuan Kapolres untuk mempertemukan dirinya dengan para pemilik toko.

"Bila perlu Hotman ganti rugi pemilik toko yg barangnya dicuri!! Ada yg tau nomor kontak pemilik toko di malang ya?? Pak Kapolres tolong fasilitasi Hotman temu pemilik toko!," kata Hotman.

Baca juga: Kisah Polisi Pergoki Penjual Es Keliling Mencuri Susu Formula, Tak Jadi Ditahan Setelah Tahu Kondisinya

Polisi lakukan mediasi

Kasus pencurian barang dagangan toko kelontong oleh dua perempuan tersebut berakhir damai.

Polisi menerapkan pendekatan restorative justice dengan menghentikan kasus. Polisi juga menepis anggapan pendekatan ini karena pernyataan dari pengacara kondang Hotman Paris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mediasi dilakukan di lantai dua Kantor Polres Blitar di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Rabu siang (8/9/2021) dengan disaksikan Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom.

"Pihak korban sudah berbesar hati memaafkan perbuatan yang dilakukan oleh ibu-ibu itu," kata Panji.

Baca juga: Mencuri di Toko Kelontong, Tante dan Keponakan Ditangkap Pemilik Toko, Diserahkan ke Polisi

Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom, Kasat Reskrim AKP Ardyan Yudo Setyantono, dan Kasi Humas Iptu Udiyono menunjukkan barang bukti kasus pencurian barang dagangan toko kelontong, Jumat (3/9/2021)KOMPAS.COM/ASIP HASANI Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom, Kasat Reskrim AKP Ardyan Yudo Setyantono, dan Kasi Humas Iptu Udiyono menunjukkan barang bukti kasus pencurian barang dagangan toko kelontong, Jumat (3/9/2021)
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sudah menandatangani perjanjian. Kedua pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan korban bersedia mencabut laporan polisi yang telah mereka buat sebelumnya.

"Jadi karena korban sudah mencabut laporan, dan kami melihat kerugian yang ditimbulkan juga tidak terlalu besar, maka kami lakukan restorative justice sesuai dengan harapan dan rasa keadilan di masyarakat," ujar dia.

Panji membantah jika dikatakan mediasi tersebut diselenggarakan akibat adanya penyampaian sikap Hotman melalui Instagram itu.

"Oh enggak. Dari awal pada saat kami rilis ini kan sudah kami sampaikan bahwa ini akan kami upayakan mediasi, tapi kami masih menunggu korbannya apakah berkenan atau tidak," tegas Panji.

Baca juga: Kronologi Bocah 2 Tahun Ditemukan Tewas di Bangunan Kosong, Dianiaya Ayah Tiri Saat Ibu Menolak Diajak Mencuri

Menurutnya mediasi kasus tersebut murni merupakan inisiatif dari Polres Blitar.

"Sekali lagi dari Polres Blitar sudah sejak awal menyampaikan akan dilakukan mediasi untuk kasus ini," ujar dia.

Ditanya apakah Hotman Paris sempat menghubungi dirinya, Panji mengatakan hanya mengenal Hotman karena popularitasnya.

"Atau tepatnya Pak Hotman tidak kenal saya, tapi saya mengenal Beliau karena memang terkenal," ujar dia.

Baca juga: Video Viral di Bandung, Seorang Perempuan Mencuri Tas di Masjid

Akan kembali menjadi pemulung

Ilustrasi miskin dan kayaerllre Ilustrasi miskin dan kaya
Sementara itu sambil menangis terisak-isak, MRS dan YLT mengaku bersyukur karena terbebas dari kasus kejahatan yang ditelah diperbuatnya.

Di hadapan pemilik toko dan polisi, dua wanita tersebut mengaku menderita secara ekonomi karena terdampak pandemi.

Selama ini mereka kesulitan mencukupi kebutuhan sehari-hari karena selama pandemi, suami mereka juga menganggur.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Ketua MUI Labura, Pelaku Tak Terima Ditegur agar Tak Mencuri, Pulang Asah Parang, Besoknya Bacok Korban

Menurut MRS suaminya tak bekerja karena sakit tak bisa berjalan. Sementara suami YLT menganggur sementara ia masih memiliki anak kecil yang harus diberi makan.

Mereka berdua kemudian berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan akan kembali bekerja sebagai pemulung.

"Saya akan memulung lagi," ujar YLT.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Asip Agus Hasani Editor : Priska Sari Pratiwi, Robertus Belarminus, Dheri Agriesta)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Regional
Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Regional
Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Regional
Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Regional
Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Regional
Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Regional
Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Regional
Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

Regional
Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 dan Capaian Vaksinasi di Kepri

Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 dan Capaian Vaksinasi di Kepri

Regional
Tanggapan Ganjar soal Deklarasi Dukungan Capres dan Istilah 'Kader Celeng'

Tanggapan Ganjar soal Deklarasi Dukungan Capres dan Istilah "Kader Celeng"

Regional
Peternak Ayam Histeris Tak Bisa Temui Risma, Pejabat Kota Blitar: Tolong Hormati Makam Bung Karno!

Peternak Ayam Histeris Tak Bisa Temui Risma, Pejabat Kota Blitar: Tolong Hormati Makam Bung Karno!

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 24 Oktober 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.