Kompas.com - 08/09/2021, 15:36 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan usai menghadiri acara Pencanangan Gerakan Indonesia Menabung dan HUT PGRI ke- 74 di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Senin (25/11/2019) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAGubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan usai menghadiri acara Pencanangan Gerakan Indonesia Menabung dan HUT PGRI ke- 74 di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta, Senin (25/11/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) terlahir dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Herjuno Darpito pada 2 April 1946 di Yogyakarta.

Dia menghabiskan sepanjang hidupnya di kota kelahirannya.

Biodata Sri Sultan Hamengku Buwono X

  • Nama Lengkap: BRM Herjuno Darpito atau Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi
  • Jumeneng Dalem : Sri Sultan Hamengku Buwono X
  • Gelar: Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Hingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono, Senapati Hing Ngalaga Ngabdurrahman Sayidin Panat Agama Kalifatullah Hingkang Jumeneng Kaping Sedoso
  • Jabatan: Gubernur  Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 2 April 1946
  • Alamat tempat tinggal: Keraton Yogyakarta
  • Agama: Islam

Baca juga: Sapa Aruh Sultan HB X: Pelanggar Prokes Siap-siap Disanksi Sosial dan Hukum

Riwayat pendidikan Sri Sultan Hamengku Buwono X

  • SD Keputran I Yogyakarta (1960)
  • SLTP Negeri 3 Yogyakarta (1963)
  • SLTA Negeri 6 Yogyakarta (1966)
  • S1 Fakultas Hukum Jurusan Ketatanegaraan Universitas Gadjah Mada

Pengalaman Organisasi Sri Sultan Hamengku Buwono X

  • Ketua Kadinda Propinsi DIY (sejak 1983 sampai dengan sekarang)
  • Ketua KONI Propinsi DIY (sejak 1990 sampai 1998)

Baca juga: Pakar UGM Soroti Kebijakan Sri Sultan HB X Terkait Lagu Indonesia Raya

Raja Belanda Willem Alexander (kedua kiri) dan Ratu Maxima (kiri) berdialog bersama Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X (kedua kanan) dan GKR Hemas (kanan) saat melakukan kunjungan di Keraton Yogyakarta, Rabu (11/3/2020). Kunjungan Raja Belanda di Keraton Yogyakarta tersebut merupakan rangkaian kunjungannya di Indonesia.ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO Raja Belanda Willem Alexander (kedua kiri) dan Ratu Maxima (kiri) berdialog bersama Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X (kedua kanan) dan GKR Hemas (kanan) saat melakukan kunjungan di Keraton Yogyakarta, Rabu (11/3/2020). Kunjungan Raja Belanda di Keraton Yogyakarta tersebut merupakan rangkaian kunjungannya di Indonesia.
Penghargaan Sri Sultan Hamengku Buwono X

  • Grand Cross Austria tahun 1996
  • Orde Van Oranje Nassau Belanda tahun 1996

Keluarga Sri Sultan Hamengku Buwono X

Istri : Titik Drajad Supriastuti kemudian bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas

Anak nama:

  • RAj. Nurmalitasari
  • RAj. Nurmagupita
  • RAj. Nurkamnari Dewi
  • RAj. Nurabrajuwita
  • RAj. Nurastuti Wijareni

Gubernur DIY Sri Sultan HB X ditemui Usai Mengikuti upacara HUT Bantul Kamis (20/7/2017)KOMPAS.com/Markus Yuwono Gubernur DIY Sri Sultan HB X ditemui Usai Mengikuti upacara HUT Bantul Kamis (20/7/2017)

Dari Putra Mahkota hingga Gubernur DIY, Perjalanan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Setelah dewasa, HB X ditunjuk oleh ayahandanya sebagai Pangeran Lurah atau sosok yang dituakan di antara semua pangeran di Keraton Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mas Jun, begitu beliau biasa disapa pada saat muda, kemudian diberi gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Mangkubumi.

Sebelum bertahta sebagai Sultan Yogyakarta, KGPH Mangkubumi sudah terbiasa dengan pelbagai urusan di pemerintahan.

KGPH Mangkubumi sering diminta membantu tugas-tugas ayahandanya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Pesan HB X untuk Penerima Miliaran Rupiah dari Kompensasi Tol: Hemat Saja Dalam Kondisi Seperti Ini

Selain itu, KGPH Mangkubumi sendiri juga aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Beberapa jabatan yang pernah beliau emban di antaranya sebagai Ketua Umum Kadinda DIY, Ketua KONI DIY dan Presiden Komisaris PG Madukismo.

Pada 2 Oktober 1988, Sri Sultan Hamengku Buwono IX wafat. KGPH Mangkubumi kemudian menjadi calon paling tepat untuk menjadi Sultan berikutnya.

Proses suksesi ini menjadi hal yang baru dalam sejarah Keraton Yogyakarta. Pada era sebelumnya, setiap Sultan yang akan dilantik harus mendapat persetujuan dari Belanda.

Sesaat sebelum dinobatkan, KGPH Mangkubumi mendapat gelar Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Hamengku Negara Sudibyo Raja Putra Nalendra Mataram yang bermakna sebagai putera mahkota.

Baca juga: Ini 2 Langkah Sultan HB X Atasi Pandemi Covid-19 di Yogya...

Setelah itu, baru kemudian secara sah beliau dinobatkan sebagai Sultan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 7 Maret 1989 atau Selasa Wage, 29 Rajab 1921 berdasarkan penanggalan Tahun Jawa.

Sultan HB X baru menjabat sebagai Gubernur DIY pada 1998. Dia menggantikan Paku Alam VIII yang meninggal dunia.

 

Sumber:

Jogjaprov.go.id

Keratonjogja.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Regional
Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Regional
Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Regional
Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Regional
Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Regional
Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

Regional
Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

Regional
Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Regional
Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Regional
Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Regional
Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional
Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.