Kompas.com - 08/09/2021, 08:54 WIB

GOWA, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami kasus bocah enam tahun yang menjadi korban ritual ilmu hitam oleh kedua orangtuanya di Lembang Panai, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, polisi menangkap SU (65), seorang yang diduga menjadi dukun dalam ritual ilmu hitam tersebut.

Empat orang warga Lembang Panai yang pernah melihat ritual yang dilakukan SU juga turut diperiksa polisi sebagai saksi.

Baca juga: Dukun yang Korbankan Mata Kanan Bocah Perempuan di Gowa Ditangkap

Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadly mengatakan, salah satu saksi kerap mendapati kedua orangtua AP di rumah sang dukun dalam kondisi tidak sadarkan diri.

SU kemudian memberi minuman air kelapa sebagai persembahan kepada roh penguasa Gunung Bawakaraeng.

"Kapasitas sang dukun kami periksa masih sebatas saksi. Informasi yang kami dapat dari masyarakat bahwa di rumah sang dukun kedua orangtua korban menjalani pengobatan tradisional, dan beberapa warga yang pernah berobat ke sana juga mengaku kehilangan kesadaran setelah berobat," kata Hasan Fadly kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

Kompas.com mencoba mengorek informasi dari salah seorang saksi berinisial MU, perihal keberadaan ratusan batok kelapa di sekitar rumah SU.

MU mengatakan, kelapa tersebut digunakan dalam ritual sebagai persembahan kepada arwah penguasa Gunung Bawakaraeng.

"Air kelapa itu diminum oleh pasien jika kehilangan kesadaran. Setelah minum air kelapa maka kembali sadar diri, karena katanya air kelapa itu untuk arwah penasaran Gunung Bawakaraeng," kata MU.

Baca juga: Praktik Ilmu Hitam Korbankan Mata Kanan Bocah Perempuan, Ini Tanggapan MUI Gowa

Kondisi AP berangsur membaik pasca-operasi pada mata kanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Kasus ini berawal pada Rabu (1/9/2021), saat sejumlah warga dan anggota TNI/Polri baru saja menghadiri pemakaman DS (22), kakak AP yang tewas diduga dicekoki air garam sebanyak dua liter dalam ritual ilmu hitam.

AP kemudian dievakuasi paksa oleh petugas, meski mendapat perlawanan dari keluarganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Belasan Mahasiswa di Sikka Diinterogasi Polisi gara-gara Teriakkan Nama 'Sambo' di Hadapan Satlantas

Kronologi Belasan Mahasiswa di Sikka Diinterogasi Polisi gara-gara Teriakkan Nama "Sambo" di Hadapan Satlantas

Regional
Kematian Mengintai Burung yang Bermigrasi Lintas Benua, Apa Sebabnya?

Kematian Mengintai Burung yang Bermigrasi Lintas Benua, Apa Sebabnya?

Regional
Beli Jimat Pakai Uang Palsu, Kakek asal Purworejo Dibekuk Polisi

Beli Jimat Pakai Uang Palsu, Kakek asal Purworejo Dibekuk Polisi

Regional
Malam Ini, Tiket Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni Naik 11 Persen, Segini Tarifnya

Malam Ini, Tiket Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni Naik 11 Persen, Segini Tarifnya

Regional
Kisah Mayke Hiq Bangun Jusin Juice, Berawal dari Iseng hingga Jadi Ladang Rezeki

Kisah Mayke Hiq Bangun Jusin Juice, Berawal dari Iseng hingga Jadi Ladang Rezeki

Regional
Warga Semarang Mengeluh, Gas Elpiji Bersubsidi Langka, Harganya Juga Naik

Warga Semarang Mengeluh, Gas Elpiji Bersubsidi Langka, Harganya Juga Naik

Regional
Rumah Dinas Guru di Lombok Barat Terbakar, Tabungan 60 Juta Hangus

Rumah Dinas Guru di Lombok Barat Terbakar, Tabungan 60 Juta Hangus

Regional
Sapi yang Sudah Divaksinasi PMK di Lumajang Diberi Anting Ber-barcode

Sapi yang Sudah Divaksinasi PMK di Lumajang Diberi Anting Ber-barcode

Regional
Sidang Korupsi KONI Padang, Pengacara Terdakwa Ajukan Pemanggilan Mahyeldi dan Sekum PSP, JPU Menolak

Sidang Korupsi KONI Padang, Pengacara Terdakwa Ajukan Pemanggilan Mahyeldi dan Sekum PSP, JPU Menolak

Regional
Ratusan Honorer di Pemalang Geruduk Kantor Bupati Tuntut Dimasukkan dalam Pendataan

Ratusan Honorer di Pemalang Geruduk Kantor Bupati Tuntut Dimasukkan dalam Pendataan

Regional
Bagaimana Bisa Selama 10 Tahun 'Cleaning Service' SPBU Tak Ketahuan Curi BBM?

Bagaimana Bisa Selama 10 Tahun "Cleaning Service" SPBU Tak Ketahuan Curi BBM?

Regional
Cerita Nakes Non-ASN di Bima, 12 Tahun Mengabdi di Puskesmas, Honor dari Sumbangan PNS

Cerita Nakes Non-ASN di Bima, 12 Tahun Mengabdi di Puskesmas, Honor dari Sumbangan PNS

Regional
Harga Kedelai Impor Tembus Rp 13.000 Per Kg, Perajin Tahu Tempe di Indramayu Berencana Kecilkan Ukuran

Harga Kedelai Impor Tembus Rp 13.000 Per Kg, Perajin Tahu Tempe di Indramayu Berencana Kecilkan Ukuran

Regional
Gerombolan Mafia Tanah di Lampung Ditahan Polisi, dari Notaris hingga Juru Ukur BPN

Gerombolan Mafia Tanah di Lampung Ditahan Polisi, dari Notaris hingga Juru Ukur BPN

Regional
Anggota Polisi yang Salah Tembak di Tarakan Diperiksa Propam

Anggota Polisi yang Salah Tembak di Tarakan Diperiksa Propam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.