Bocah Korban Ritual Pesugihan Orangtuanya Derita Trauma Mendalam, Enggan Bertemu Orang Lain

Kompas.com - 07/09/2021, 11:22 WIB

GOWA, KOMPAS.com - AP (6) bocah korban praktik ilmu hitam oleh kedua orangtuanya menderita trauma mendalam dan enggan bertemu dengan orang lain.

Dia kini mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sulawesi Selatan dengan menurunkan tim psikiater untuk membantu korban memulihkan mentalnya.

AP yang telah menjalani operasi pada mata kanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan kini berangsur membaik meski masih menderita trauma berat.

"Kami telah menurunkan tim termasuk bekerja sama dengan dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar untuk melakukan pendampingan terhadap korban, dalam hal ini psikiater untuk membantu menyembuhkan luka traumatik korban" kata Kepala UPT PPA Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Sulsel Meisy Papayungan, yang dikonfirmasi langsung oleh Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Terungkap Dugaan Kanibalisme dalam Ritual Pesugihan yang Korbankan Mata Kanan Bocah 6 Tahun di Gowa

Sementara itu, pihak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan meminta agar instansi terkait segera mengusut dan menindak para pelaku praktik ilmu hitam yang telah meresahkan warga demi mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

"Kami meminta kepada seluruh instansi yang berwenang untuk segera mengusut dan menindak para pelaku praktik ilmu hitam ini sebab sudah ada korban jiwa dan terakhir anak ini (AP) hal ini untuk mencegah jatuhnya korban lagi" kata anggota DPRD Sulsel Rismawati Kadir Nyampa, saat datang membesuk AP di rumah sakit pada Senin (6/9/2021) malam.

Baca juga: Mata Bocah Korban Pesugihan Orangtua Selesai Dioperasi, Dokter: Ada Sel yang Rusak, Mudah-mudahan Membaik

Kasus ini berawal pada Rabu (1/9/2021) lalu saat saat sejumlah warga bersama petugas Babinkamtibmas TNI-POLRI memergoki ritual ilmu hitam yang berlangsung di rumah korban, lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong.

Petugas kemudian melakukan evakuasi paksa terhadap korban yang menderita luka berat pada mata kanan akibat dijadikan tumbal dalam ritual oleh kedua orangtuanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia Senilai Rp 500 Juta Berhasil Digagalkan, Begini Modusnya

Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia Senilai Rp 500 Juta Berhasil Digagalkan, Begini Modusnya

Regional
BMKG Peringatkan Hujan Disertai Angin Kencang Terjadi di Kota Semarang, Ini Daerah yang Diwaspadai

BMKG Peringatkan Hujan Disertai Angin Kencang Terjadi di Kota Semarang, Ini Daerah yang Diwaspadai

Regional
Angka Kemiskinan di Sikka Turun 0,74 Persen, BPS: Jadi 40.870 Jiwa pada 2022

Angka Kemiskinan di Sikka Turun 0,74 Persen, BPS: Jadi 40.870 Jiwa pada 2022

Regional
Zat Arsenik Tidak Berhasil, DDS Racuni Keluarganya Pakai Sianida hingga Tewas

Zat Arsenik Tidak Berhasil, DDS Racuni Keluarganya Pakai Sianida hingga Tewas

Regional
Penetapan Tersangka Kasus Hilangnya Saldo Nasabah Bank Sulselbar Tunggu Keterangan Saksi Ahli

Penetapan Tersangka Kasus Hilangnya Saldo Nasabah Bank Sulselbar Tunggu Keterangan Saksi Ahli

Regional
Kisah Pilu Maria, Bocah 4 Tahun yang Idap Tumor Abdomen, Belum Dioperasi karena Kendala Biaya

Kisah Pilu Maria, Bocah 4 Tahun yang Idap Tumor Abdomen, Belum Dioperasi karena Kendala Biaya

Regional
Hendak Pergi ke Sawah, Warga Lombok Timur Temukan Mayat Mengapung di Telaga

Hendak Pergi ke Sawah, Warga Lombok Timur Temukan Mayat Mengapung di Telaga

Regional
Loji Gandrung Dipakai Acara Adat Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Gibran: Itu untuk Start Kirab

Loji Gandrung Dipakai Acara Adat Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Gibran: Itu untuk Start Kirab

Regional
Pekerja Migran Asal Bima Dikabarkan Meninggal di Malaysia

Pekerja Migran Asal Bima Dikabarkan Meninggal di Malaysia

Regional
Anak 13 Tahun Disetubuhi hingga Hamil 5 Bulan, Pelaku Ternyata Pengurus Ternak Milik Orangtua Korban

Anak 13 Tahun Disetubuhi hingga Hamil 5 Bulan, Pelaku Ternyata Pengurus Ternak Milik Orangtua Korban

Regional
Bukan Arsenik, Racun yang Digunakan DDS Habisi Keluarganya adalah Sianida

Bukan Arsenik, Racun yang Digunakan DDS Habisi Keluarganya adalah Sianida

Regional
Ketua LSM di NTB Ditahan Polda atas Dugaan Penyebaran Video Asusila

Ketua LSM di NTB Ditahan Polda atas Dugaan Penyebaran Video Asusila

Regional
Sikka Alami Defisit Beras 31.204 Ton Beras

Sikka Alami Defisit Beras 31.204 Ton Beras

Regional
Kecelakaan Maut Sepeda Motor Vs Truk di Banyumanik Semarang, Satu Orang Tewas di Tempat

Kecelakaan Maut Sepeda Motor Vs Truk di Banyumanik Semarang, Satu Orang Tewas di Tempat

Regional
Gibran Tegaskan Gaya Komunikasi di Medsos Bukan untuk Pencitraan: Ini Permudah Interaksi Masyarakat

Gibran Tegaskan Gaya Komunikasi di Medsos Bukan untuk Pencitraan: Ini Permudah Interaksi Masyarakat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.