Kompas.com - 06/09/2021, 22:14 WIB
Masyarakat yang menjadi korban arisan online mengadukan kasusnya ke Polda Jawa Tengah pada Senin (6/9/2021). KOMPAS.com/istimewaMasyarakat yang menjadi korban arisan online mengadukan kasusnya ke Polda Jawa Tengah pada Senin (6/9/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Masyarakat yang menjadi korban arisan online mengadukan kasusnya ke Polda Jawa Tengah pada Senin (6/9/2021).

Pengelola diduga membawa lari uang arisan online yang berjumlah miliaran bahkan hampir triliunan dari korban yang merupakan para reseller.

Akibatnya, reseller yang sebagian besar ibu rumah tangga ini kerap diteror oleh para member. Mereka meminta uangnya kembali.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Magelang Raup Rp 300 Juta dari Bisnis Arisan Online Fiktif

Kuasa hukum korban, Mohammad Sofyan mengatakan saat ini kliennya yang berjumlah tujuh orang reseller ini telah melaporkan pengelola arisan online berinisial R ke Polda Jateng.

R aktif mengelola arisan online dengan sistem lelang dengan keuntungan menjanjikan yang diiklankan melalui media sosial di Salatiga.

Selain R, pasangannya B yang aktif di media sosial juga dilaporkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penelusuran kami dari medsos di Salatiga arisan onlen ini melibatkan banyak member atau korban yang diperkirakan bisa sampai ribuan orang dengan nilai kerugian cukup fantastis sampai ratusan miliar. Ada juga informasi hingga mendekati angka triliunan," kata Sofyan kepada awak media di Mapolda Jawa Tengah, Senin (6/9/2021).

Baca juga: 21 Korban Arisan Online Fiktif di Blora Lapor Polisi, Total Kerugian Capai Rp 45 M

Sofyan menjelaskan korban merupakan reseller yang berperan hanya sebagai perantara untuk menyalurkan uang arisan ke pengelola.

"Dari reseller artinya perantara atau koordinator yang hanya untuk kepentingan dari pelaku melakukan transaksi. Ada tujuh reseller sekaligus korban yang membawahi sekitar 214 hingga 221 member," ungkapnya.

Ia mengungkapkan modus yang dilakukan dengan penawaran iklan lelang arisan sebesar Rp 5 juta yang bisa dibayar hanya Rp 3,5 juta.

Setelah menyetorkan uang, dalam dua minggu korban mendapatkan keuntungan Rp 1,5 juta.

"Dalam waktu dua minggu maka akan dikembalikan Rp 5 juta, artinya dalam dua minggu akan dapat untung Rp 1,5 juta. Kalau kemudian jangka waktu lebih panjang, tiga minggu, maka keuntungan bukan Rp 1,5 juta tapi Rp 2 juta. Semakin tinggi gate pokok yang ditawarkan maka semakin tinggy pula tawaran keuntungan," jelasnya.

Dalam setiap iklan yang ditawarkan, diketahui, maksimal gate Rp 50 juta dengan jangka waktu paling pendek lima hari dan paling panjang tiga minggu.

Baca juga: Kasus Arisan Online Bodong Kian Merebak, Sosiolog: Masyarakat Jadi Korban karena Ikut-ikutan

Sofyan mengatakan kliennya sudah menyetor uang karena sebagai reseller otomatis juga sebagai member.

Jika diakumulasi, total kerugian sekitar Rp 3 miliar dari member dan reseller.

"Laporan ini, keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pasal 372, 378 jo pasal 64 KUHP dan UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang," tegasnya.

Menurutnya, laporan tersebut dianggap perlu karena kliennya mengalami kondisi buruk karena mendapat teror dan ancaman dari member yang main hakim sendiri lantaran frustrasi.

Baca juga: Cerita Sulastri, Rela Gadaikan Sertifikat Tanah demi Ikut Arisan Online Fiktif di Blora

Namun, kliennya menjadi kambing hitam dari aksi pelaku utama yang dilaporkan tersebut.

Sedangkan, dua terlapor itu malah pamer barang mewah dan uang lewat medsos.

"Klien kami sebagai korban mengalami situasi yang jauh lebih buruk daripada yang dialami pelaku utama. Karena para klien kami menjadi tumpuan frustrasi para member lain karena frustrasi pelaku utama belum diproses lebih lanjut sehingga mengkambinghitamkan dan menyasar klien kami sebagai reseller," tuturnya.

Terpisah, Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Djuhandani Rahadjo Puro mengatakan maraknya penipuan berkedok arisan online itu terjadi di sejumlah wilayah di Jateng.

Berdasarkan penelusuran kasus arisan online ada di Salatiga, Wonogiri, Boyolali, Sragen, dan lainnya.

Polisi akan segera memproses laporan yang masuk.

"Kita sudah melakukan berbagai penyidikan dan mengkoordinir polres-polres yang melaksanakan penyidikan seperti di Salatiga, Wonogiri, Boyolali, dan Solo. Ini kita sudah mengkoordinir untuk proses penyidikan-penyidikannya," katanya di Mapolrestabes Semarang.

Baca juga: Keluh Kesah Korban Arisan Online Fiktif, Uang Miliaran Rupiah Raib

Ia juga menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan mengungkap kasus penipuan arisan online dengan kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut dan akan segera menetapkan tersangka.

"Untuk saat ini seperti yang LP (laporan) di Polda sudah mau kita gelarkan untuk menetapkan tersangkanya. Kondisi yang dimungkinkan sebagai calon tersangka," ungkapnya.

Ia mengungkapkan diketahui saat ini calon tersangka dalam kondisi hamil sehingga pihaknya akan melaksanakan penyidikan secara profesional.

"Jangan sampai mengganggu secara kemanusiaan, harus kita jalankan tapi pada prinsipnya kita tetap melaksanakan penegakan hukum sesuai dengan aturan berlaku," jelasnya.

Baca juga: Waspada Penipuan Berkedok Arisan Online, Polda Jateng: Jangan Mudah Tergiur

Pihaknya belum bisa memastikan kasus di Wonogiri yang ditangani ini apakah berhubungan dengan kasus serupa di daerah lainnya.

Ia juga sedang menghimpun jumlah total kerugian yang dialami korban dari laporan kasus arisan online yang sudah masuk laporan.

"Korban dan kerugian saat ini sedang dihimpun bahkan hari ini ada laporan, nanti kita himpun semua kira-kira berapa kerugian secara utuh. Saat ini baru Wonogiri. Nanti akan kita lihat apakah dari berbagai TKP ada kaitan atau tidak, ini akan melibatkan berbagai pengecekan aliran dana dan sebagainya apakah ada satu lingkaran atau tidak," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Pria Ditemukan di Depan Toko Gipsum di Medan

Jenazah Pria Ditemukan di Depan Toko Gipsum di Medan

Regional
Status Kepegawaian Dosen Unej Terdakwa Pencabulan Tunggu Putusan Inkrah

Status Kepegawaian Dosen Unej Terdakwa Pencabulan Tunggu Putusan Inkrah

Regional
Sopir Truk Perkosa Gadis Difabel Wicara, Ketahuan Saat Adik Korban Pulang

Sopir Truk Perkosa Gadis Difabel Wicara, Ketahuan Saat Adik Korban Pulang

Regional
Polda Jabar Ungkap Kejahatan Siber Modus Phising hingga 'Phone Sex'

Polda Jabar Ungkap Kejahatan Siber Modus Phising hingga "Phone Sex"

Regional
Mantan Wali Kota Manado Vicky Lumentut Diperiksa Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi

Mantan Wali Kota Manado Vicky Lumentut Diperiksa Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi

Regional
Diduga Rem Blong, Bus Rombongan Santri Terperosok di Jalur Wisata Guci Tegal, Ini Kondisinya

Diduga Rem Blong, Bus Rombongan Santri Terperosok di Jalur Wisata Guci Tegal, Ini Kondisinya

Regional
Buntut Gelapkan Retribusi Pasar Rp 480 Juta, 4 ASN Pamekasan Dicopot dari Jabatan

Buntut Gelapkan Retribusi Pasar Rp 480 Juta, 4 ASN Pamekasan Dicopot dari Jabatan

Regional
Kebumen Canangkan Stay at Home pada 1 Januari, Pasar hingga Objek Wisata Ditutup

Kebumen Canangkan Stay at Home pada 1 Januari, Pasar hingga Objek Wisata Ditutup

Regional
Divonis Bebas Setelah Sebelumnya Dituntut karena Omeli Mantan Suami, Valencya: Tuhan Tak Tidur

Divonis Bebas Setelah Sebelumnya Dituntut karena Omeli Mantan Suami, Valencya: Tuhan Tak Tidur

Regional
10 Jalan Raya di Kota Bandung Akan Ditutup pada Malam Tahun Baru

10 Jalan Raya di Kota Bandung Akan Ditutup pada Malam Tahun Baru

Regional
Sempat Terganggu karena Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Kini Bisa Diakses Kembali

Sempat Terganggu karena Pusat Data Cyber 1 Terbakar, Layanan 112 Surabaya Kini Bisa Diakses Kembali

Regional
8 Lokasi Ganjil Genap di Bandung Selama Akhir Tahun 2021

8 Lokasi Ganjil Genap di Bandung Selama Akhir Tahun 2021

Regional
Soal Dua Oknum Dokter Tepergok Satpol PP di Kamar Hotel, Ini Respons IDI Sinjai

Soal Dua Oknum Dokter Tepergok Satpol PP di Kamar Hotel, Ini Respons IDI Sinjai

Regional
Oktria, Gadis Disabilitas Asal Bangka yang Memukau Penonton dengan Lagu 'A Million Dreams'

Oktria, Gadis Disabilitas Asal Bangka yang Memukau Penonton dengan Lagu "A Million Dreams"

Regional
Tahanan Kasus Curanmor Melarikan Diri, Pura-pura Izin ke Toilet hingga Berkelahi dengan Petugas

Tahanan Kasus Curanmor Melarikan Diri, Pura-pura Izin ke Toilet hingga Berkelahi dengan Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.